• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jangan terpeleset lagi Solksjaer

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.881
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Jangan terpeleset lagi Solksjaer.

Jangan terpeleset lagi Solksjaer


Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer saat pertandingan fase grup Liga Champions melawan Young Boys di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, 14 September 2021. (REUTERS/DENIS BALIBOUSE)

Jakarta (ANTARA) - Mantan bek legendaris Liverpool yg kini jadi komentator sepak bola, Jamie Carragher, yakin seandainya Pep Guardiola, Jurgen Klopp atau Thomas Tuchel melatih skuad Manchester United yg sekarang, maka mereka pasti menciptakan Setan Merah jadi pemenang liga.

Carragher mengatakan hal itu sebelum Cristiano Ronaldo merapat kembali di Old Trafford.

Waktu itu, Carragher melihat imbuhan kekuatan yg menebalkan asa pemenang liga bagi MU setelah Raphael Varane & Jadon Sancho bergabung dengan Paul Pogba Counter Strike.

Baca juga: Maguire yakin MU segera lupakan kekalahan dari Young Boys

"Manchester United sudah mengeluarkan dana sebesar yg dikeluarkan City, berbelanja sebesar yg dibelanjakan Chelsea, jadi ya ini semacam fondasi. Saya tak beranggapan Manchester United tak dapat menjuarai liga tahun ini. Jika hingga finis urutan ketiga atau keempat, maka sungguh tak dapat diterima," mengatakan Carragher kepada Sky Sports akhir Agustus lalu.

Tak terbayangkan apa ucapan Carragher kalau saat itu Ronaldo sudah bergabung dengan United. Mungkin dia akan mengatakan Setan Merah wajib pemenang liga, bahkan pemenang Liga Champions.

Carragher melihat Liverpool yg tak berbelanja seroyal Man United saja dapat menjuarai liga lagi setelah 30 tahun menunggu. The Reds bahkan dua kali masuk final Liga Champions yg salah satunya mereka menangi pada 2019.

Sebaliknya, sudah empat musim United tak pernah mengangkat trofi apa pun, termasuk Piala FA & Piala Liga.

Kini, setelah ada Ronaldo, tekanan dapat berbalik tidak lagi kepada pemain yg sebelum ini kerap dianggap biang keladi kegagalan Setan Merah mengangkat trofi.

Tekanan itu kini bakal tertuju kepada manajer mereka, Ole Gunnar Solksjaer yg sebelum ini relatif terhindar dari sorotan ketika timnya gagal memetik hasil positif.

Tapi kini hal seperti itu tidak akan lagi terjadi. Solksjaer akan disorot begitu timnya tak mencapai hasil positif, khususnya ketika menghadapi tim-tim yg di atas kertas berada di bawah Manchester United seperti Young Boys yg menumbangkan mereka 1-2 dalam pertandingan fase grup Liga Champions, Rabu dini hari lalu.

Man United memang harus bertanding dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam terakhir laga melawan Young Boys di kandangnya di Stade de Suisse, Bern, Swiss.

Tapi yg kemudian disorot pengamat & penggemar sepak bola adalah justru cara Solksjaer menyeleksi pemainnya & juga membaca pertandingan.

Baca juga: Setan Merah siap beli Haaland & Bellingham sekaligus


Tak menjaga momentum

Kini nyaris tak ada yg terlalu mempersoalkan kesalahan pemain, termasuk Jesse Lingard yg mengerjakan blunder pada satu menit terakhir yg menciptakan Young Boys menang.

Ironisnya kekalahan itu terjadi cuma tiga hari setelah Setan Merah menggasak Newcastle United 4-1 dalam pertandingan liga ketika Solksjaer memasang empat pemain eksplosif yg tak cuma membunuh prakarsa menyerang Newcastle tetapi juga produktif menciptakan peluang.

Saat itu barisan belakang Newcastle tak dapat berkonsentrasi menjaga Cristiano Ronaldo karena juga harus menangkal tusukan-tusukan duo sayap, Mason Greenwood & Jadon Sancho, selain serangan dari sektor tengah sepertiga lapangan terakhir United di mana Bruno Fernandes beroperasi.

United praktis mengurung Newcastle. Tetapi uniknya, formula ini tak diteruskan oleh Solksjaer kala melawan Young Boys. Keputusannya itu mengingatkan orang kepada sejumlah salah langkah yg dia lakukan, termasuk saat mengubah skuad yg meluluhlantakkan RB Leipzig 5-0 dalam pertandingan fase grup Liga Champions musim lalu, ketika menghadapi Arsenal tiga hari kemudian di kandang sendiri. Saat itu The Gunners menang 1-0.

Melawan Young Boys, Solksjaer mengerjakan hal serupa. Dia tak memasang Greenwood yg justru kerap meneror lawan, & bahkan Varane.

Memang belum menjamin hasil sama dapat terulang, tetapi kebiasaan Solksjaer mengotak-atik formasi yg sudah terbukti positif justru sering jadi bumerang.

Baca juga: Solskjaer sebut alasan ganti Ronaldo & Bruno saat hadapi Young Boys

Musim lalu, MU sebenarnya dapat melesat ke puncak klasemen karena saat itu Manchester City, Liverpool & Chelsea tengah mengalami krisis hampir separuh perdana musim itu.

Namun Solksjaer tak dapat memanfaatkan momentum tersebut. United malah kalah 1-2 melawan Sheffield United yg merupakan regu Liga Inggris paling lemah musim itu. Padahal semua regu akbar Liga Premier sering mengalahkan Sheffield & ketika poin penuh dari Sheffield dapat melontarkan United ke puncak klasemen.

Banyak lagi statistik musim lalu yg membuka halaman buruk Solksjaer, di antaranya saat dia tetap memasang Fred yg mengerjakan tekel-tekel sembrono sehingga mendapatkan kartu kuning pada babak perdana pertandingan fase grup Liga Champions melawan Paris Saint Germain pada 3 Desember 2020.

Saat itu banyak pengamat sepakbola di Inggris mempertanyakan keputusan Solksjaer tak segera mengganti Fred pada babak kedua yg mereka yakini akan menciptakan cerita United musim itu akan lain.

Solksjaer tetap memasang Fred. Dan seperti sudah diperkirakan banyak orang, gelandang asal Brazil akhirnya mendapatkan kartu kuning kedua, & PSG pun menang 3-1.

Nasib United dalam Liga Champions musim itu pun tergantung kepada laga fase grup terakhinya melawan tuan rumah Leipzig.

Dan meskipun mendominasi laga ini, United akhirnya terlempar dari Liga Champions musim lalu itu setelah Leipzig membalas kekalahan pada laga tandangnya dengan menang 3-2.

Baca juga: Buruknya disiplin jadi penyebab kekalahan MU, mengatakan Solskjaer


Mestinya jadi regu super

Epilog mengecewakan dari berbagai laga krusial itu menciptakan Solksjaer dianggap tak dapat menciptakan timnya memelihara momentum, & itu terjadi beberapa karena kegemarannya mengotak-atik skuad 'the winning-team'.

Bahkan ketika pengamat & penggemar mendesak David de Gea yg musim lalu berpenampilan buruk, dicoret dari kiper nomor satu untuk memberi tempat kepada Dean Henderson, Solksjaer bergeming, hingga kemudian dia menyadari kiper muda ini sudah waktunya diberikan kesempatan. Dan ternyata Henderson jadi salah satu faktor penting di balik finis kedua musim lalu.

Kebiasaan Solksjaer yg kerap berbuah hasil buruk itu tak terlalu terekspos musim lalu karena orang masih lebih banyak melihat pemain sebagai biang kerok kalau hasil pertandingan menjauh dari harapan. Namun musim ini akan sama sekali lain.

Solksjaer kini memiliki salah satu dari dua pesepakbola terhebat era ini, Cristiano Ronaldo. Dia juga mempunyai Varane yg merupakan salah satu bek terbaik di dunia yg turut mengantarkan Real Madrid empat kali mengangkat trofi Liga Champions.

Dia juga memiliki Jadon Sancho yg jadi salah satu faktor penting di balik sukses Borussia Dortmund di Bundesliga.

Dengan anggota-anggota baru skuad yg sementereng ini yg jadi imbuhan untuk skuad sebelumnya yg sudah hebat, semestinya United jadi regu yg super, & tak dapat dikalahkan tim-tim medioker.

Baca juga: Manchester United tersungkur di kandang Young Boys 1-2

Akan termaafkan kalau United tak dapat memetik poin penuh atau bahkan sama sekali tak mendapatkan poin dari tim-tim seperti Man City, Liverpool, Chelsea, & tim-tim lain sekelasnya termasuk di luar Inggris.

Namun akan jadi masalah sangat akbar kalau United tumbang di tangan tim-tim medioker seperti musim lalu melawan Sheffield United, apalagi kini memiliki pemain-pemain sekaliber Ronaldo & Varane.

Tergelincir lagi seperti saat melawan Young Boys bakal membahayakan posisi Solksjaer. Media massa Inggris bahkan sudah mulai menyebut Antonio Conte & Zinedine Zidane sebagai calon pengganti Solksjaer.

Oleh karena itu, Solksjaer tak boleh lagi mengerjakan eksperimen yg tak perlu yg hasilnya malah menciptakan pintu keluar Old Trafford dibuka lebar-lebar untuk dia.

Kalah menang memang biasa dalam olahraga, tetapi bagi regu sebesar MU & sudah berbelanja begitu banyak, kekalahan tetap tidak termaafkan, khususnya dengan komposisi skuad seperti saat ini.

Solksjaer harus menjaga konsistensi timnya. Dan itu dimulai dari pertandingan liga melawan tuan rumah West Ham United, Minggu malam esok.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris pekan ini: Tottenham vs Chelsea, MU temui West Ham

Berita diatas dikutip dari internet, jika Jangan terpeleset lagi Solksjaer adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.