Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
.
.
.
Saya punya teman seorang single parent. Awal nya kami iseng iseng ngobrol ringan. Karena saya tipe detektif harap mengetahui sisi dia lebih dalam lagi seperti apa. Saya terus gali kehidupan dia.
Sampai saya harap tahu penyebab perceraian dia dengan mantan suami nya dulu. Karena saya yakin pasti ada pelajaran berharga setiap perjalanan hidup setiap orang.
Untuk itu saya kalau sedang menggali informasi saya sering menggali sisi hikmah nya. Seperti apa kira kira apa yg dapat diambil pelajaran nya. Bukan cuma dialog obrolan ringan tanpa makna seperti emak emak yg nonton sinetron yg fokus ke konflik alur cerita tetapi tidak tahu nilai pesan apa yg terkandung di dalamnya.
Yaitu teman saya ini memiliki pengalaman pahit dalam berumah tangga, yaitu perkawinan nya berjalan 5 tahunan. Memiliki 2 orang anak. Sebab kehancuran rumah tangga nya mantan suami nya terjerumus ke narkoba.
Inilah yg menyebabkan rumah tangga nya hancur, plus KDRT. Ketika di penjara pun sebenarnya teman saya ini mau sabar menunggu dia hingga keluar rumah. Cuma masalah baru timbul yaitu si mertua nya karena kebetulan teman saya ini tinggal sama suami nya dirumah mertua. Karena memang dasar nya ini keluarga toxic. Si mertua nya sering ngadu ke suami nya di penjara. Bahwa istri nya suka Selingkuh dengan yg lainnya. Sampai suami nya di tlp suka marah marah mau ancam cerai nuduh yg tidak tidak.
Teman saya gak tahan, difitnah terus terus2san seolah harga dirinya diinjak injak. Ia gugat ceria. Dan keluar cerai, kemudian dia lepas dari rumah mertua membawa dua anak nya. Dia sabar mencari kerja. Sampai kerja di agency properti daerah. 2 tahun berjalan karir nya naik cepat karena dia jadi top sales. Mungkin karena motivasi kuat dari kondisi itulah dia cepat beradaptasi & jadi hebat di bidang property.
Saya masih penasaran.
Terus menggali apakah dia memiliki riwayat perceraian dari orang tua nya atau nenek kakek moyang nya dahulu. Tentang adanya pola perceraian di keluarga mereka. Ternyata di keluarga dia hampir tidak ada. Kemudian melanjutkan ada dari suami nya.
Nah dari sana saya sudah dapat membaca citra jelas nya. Oh kenapa si suami dapat terjebak ke narkoba karena ada pola itu di keluarga nya ini dapat jadi ada pelarian dari pendidikan toxic keluarga nya. Dan perceraian itu pola dari orang tua dia.
Terus saya masih penasaran
Kenapa dia dapat terjebak menikah sama dia. Dulu dapat sayang sama dia alasan nya apa?
Apakah karena ganteng, kaya, baik, atau lainnya
Karena saya membaca teman saya ini orang nya baik baik.
Ternyata teman saya ini
Menceritakan bahwa dulu dia dapat menerima mantan suami itu. Karena kondisi nya habis putus sama pacar. Jadi dia ditinggialin nikah sama sama calon suami nya yg dosen. Dan nikah nya sama sahabat dia. Jadi dapat di bayangkan bagaimana kondisi dia saat itu. Di kecewakan kondisi, plus dikhianati teman, plus lagi kehilangan orang yg disayang nya.
Nah disini letak pelajaran berharga nya.
Yaitu hati hati anda saat terluka habis putus pacar, habis dapat masalah di keluarga karena saat kondisi emosi intens itu pikiran kita dalam kondisi kosong & terbuka. Maka dalam kondisi seperti itu akan mudah di program dipengaruhi. Iya yg datang orang baik baik kalau yg jahat?
Maka harus hati hati menerima orang lain saat kita ada masalah. Ya kalau mau curhat ke orang orang kompeten yg tidak ada kepentingan. Seperti ke keluarga, kalau keluarga gak kompeten, pergi ke psikolog konsultasi. Atau ke orang yg menurut kita ini orang punya kapasitas & kapabilitas di bidang pengembangan diri. Ya contoh nya diri saya lah ups bukan promosi loh. Tapi pencitraan
karena kalau promosi itu berarti saya niat jualan. Kalau ini enggak. Anda curhat ke saya insyaallah real dibantu gratis. Tapi kalau curhat ke saya harus rela ceritanya diangkat jadi konten saya seperti ini. Karena setiap kejadian pasti ada nilai pelajaran nya. Seperti cerita ini. Berawal dari dialog ringan ternyata didalami secara mendalam ada pelajaran pelajaran nya loh.
Balik lagi, ketika suatu kejadian jadi pelajaran dari orang lain dapat belajar dari pengalaman itu kan manfaat nya jadi berlipat bukan untuk diri saya sendiri. tetapi banyak orang juga akan mengambil pelajaran nya.
Oke balik ke pembahasan nya
Yaitu hati hati anda saat terluka, jangan sembarangan umbar masalah, apalagi curhat di sosmed wah bahaya nya kemana mana. Ada yg ngambil kesempatan. Anda sedih habis diputusin pacar curhat di sosmed. Ada orang bejat pura pura baik. Anda merasa butuh teman ngobrol. Karena anda kondisi kosong. Maka apapun yg akan diisikan kepada anda oleh orang orang akan langsung di terima tanpa dikritisi lagi
Seperti teman saya ini
Dia masalahnya sepele yaitu diputusin pacar, pas kebetulan datang orang yg gak tepat. Eh langsung diterima begitu saja. Jadi gak objektif lagi. Ini siapa orang baik apa bukan, ini silsilah keluarga nya kaya apa & bagaimana jadi menilai nya sulit objektif. Karena di awal kita sudah diisi dia wah ini orang baik loh. Padahal mah baik karena ada mau nya aja
Yang mau bergabung di channel telegram saya silahkan join Di Istana Pengetahuan
Untuk mendapatkan update tulisan terbaru tentang self improvement, personal development, filsafat, dllnya
sumber gambar: google Hari ini 12:21