• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jangan Menyimpan Semua Uang di ATM!

Invisible Star

IndoForum Newbie A
No. Urut
88832
Sejak
7 Jan 2010
Pesan
336
Nilai reaksi
26
Poin
28
Kebobolan uang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dari akibat sifat yang boros, atau akibat pembobolan ATM yang makin sering terjadi belakangan ini. Melihat kasus pembobolan ATM seperti ini, sangat mungkin frekuensi yang terlalu sering mengambil uang di ATM memberikan ruang bagi para hacker untuk mengidentifikasi PIN Anda, kemudian menguras habis uang yang tersimpan dalam rekening tabungan Anda.

Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, mengatakan sebaiknya kita memaksakan diri untuk menggunakan uang seperlunya sesuai anggaran. Dengan begitu, uang Anda aman tersimpan dalam pos rutin bulanan, dan tak sepenuhnya mempercayakan simpanan di ATM, apalagi mengandalkan kartu kredit.

"Harus ada keseimbangan mengenai pengaturan persentase uang berdasarkan pos masing-masing. Manajemen amplop merupakan solusi paling ampuh untuk mendisiplinkan diri dalam mengatur keuangan," papar Akbar kepada Kompas Female.

Manajemen amplop yang dimaksudnya adalah membagi-bagi uang sesuai pos-pos yang sudah ditentukan. Akbar mengklaim cara ini paling efektif, terutama dilakukan saat baru menerima gaji setiap bulannya. Menurutnya, sebelum mengisi amplop untuk pos kebutuhan bulanan, pastikan Anda sudah memenuhi pos seperti investasi, danang cadangan (emergency fund), dan asuransi.

"Investasi paling aman berupa emas. Dan asuransi sebagai bentuk proteksi bukan sebagai investasi," tegasnya.

Kebanyakan perempuan di kota besar membelanjakan rata-rata 80% dari pendapatannya untuk belanja, atau yang sifatnya hiburan, papar Akbar. Kartu kredit merupakan akar masalahnya.

"Bayangkan jika seseorang dengan gaji tiga juta rupiah bisa mempunyai delapan kartu kredit yang berbeda. Kemudian, hutang senilai Rp70 juta membelitnya dengan kondisi saat ini tidak sedang berpenghasilan," kata Chairman IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) untuk Indonesia ini.

Akbar, menegaskan kemudahan memperoleh kartu kredit juga yang membuat banyak perempuan tergoda untuk selalu berbelanja.

Anda tentu tak ingin berada dalam kondisi demikian bukan? Jadi mulai poskan uang Anda, dan disiplinkan diri untuk tidak menggunakan uang tunai yang tidak dalam anggaran. Jika masih bandel, bukan mustahil Anda pun terbelit hutang jutaan rupiah.

sumber: kompas female
 
Biar gak dijebol lagi mending ganti PIN secara berkala aja /ok
 
dari dulu gw mo ikutin saran2 dari para penasehat keuangan, tapi kok berat ya, mulai dari kontrol kartu kredit, manajemen amplop, dan lain2.. :((
tapi gw tau intinya sih.. jangan besar pasak daripada tiang, belanja sesuai kebutuhan. hehehehhe...

anyway.. nice info. thanks for share.
 
wah gua sih kalau nyimpan nya ga ke ATM
cz gua takut kebobolan malah uangnya gua simpan di rumah .....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.