• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Jangan Mencari Simpati Dengan Isu PKI

Angela

IndoForum Junior A
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
3.175
Nilai reaksi
2
Poin
0
Jangan Mencari Simpati Dengan Isu PKI



Apa sebab isu komunis kembali mencuat? Partai Komunis Indonesia (PKI) jadi diksi yg seksi. Sejak bulan September tahun 2018 lalu kita sering gencar mendengar & membaca tentang sebuah gerakan yg menghebohkan di tahun 1965. Gerakan 30 September Penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yg lazim diketahui G30S PKI.

Kisah penculikan para jenderal TNI AD yg dilakukan oleh Cakrabirawa yg dikendalikan oleh Letkol Untung yg berafiliasi ke PKI. Peristiwa itu sering jadi mimpi buruk bagi kita rakyat Indonesia. Tujuh Jenderal sudah mati & di buang di sumur tua di Lubang Buaya Jakarta.

Kini, hantu PKI seolah hadir kembali terurama sejak menjelang pemilu kemarin. Cukup miris kalau isyu itu hanyalah jadi cara untuk memperoleh simpati pemilih, khususnya umat Islam.

Kita semua tahu bahwa komunis sudah kalah oleh keadaan karena terbukti banyak negara yg melepaskan ideologi itu. Komunis dianggap sudah gagal mengatasi kondisi sosial ekonomi sebuah negara. Bahkan negara adikuasa semacam Rusia & Cina ideologi itu hanyalah jargon karena mereka sudah erat memeluk hantu yg lebih menjanjikan yaitu Kapitalisme.


Paradoks Perkara yg Berat (Agama)

Saya tidak dapat membayangkan betapa mencekamnya saat itu. Bagaimana tidak mencekam ketika tujuh perwira tinggi TNI sudah mati oleh punggawa sendiri yg sudah disusupi oleh PKI. Itulah kenangan buruk sejarah negeri ini yg semoga tak akan terulang lagi.

PKI, sudah berbuat kesalahan akbar dengan membunuh para perwira tinggi itu. Mereka sudah menghianati negeri sendiri. Negeri yg mayoritas Islam ini hendak dijadikannya negara komunis. Dan apa yg terjadi pada tahun itu memang sedang booming dua kubu Ideologi akbar Komunis & Demokrasi Kapitalis.

Keduanya pun seolah berjuang dengan dominasi yg begitu akbar karena didukung oleh dua negara adi kuasa Soviet & Amerika. Uni Soviet yg berafiliasi komunis & Amerika yg demokrasi terlibat perang dharap & saling pengaruh di negara negara berkembang. Indonesia jadi salah satu target dari kedua negara adi daya itu pun tak lepas dari perang dharap yg dilakukan oleh keduanya.

Pada saat itu memang ada kecenderungan negara kita untuk lebih condong ke Uni Soviet. Dan Demokrasi Terpimpin yg sedang dijalankan di Indonesia melalui pemimpin akbar Revolusi, Presiden Soekarno, terlihat memberi angin untuk ideologi komunis. Dan PKI berhasil memanfaatkan kondisi tersebut hingga terjadi peristiwa G30S PKI.



Rakyat Indonesia yg beberapa akbar beragama Islam menolak dengan tegas ideologi kafir tersebut. Para elite politik pun tidak menyadari bahwa islam jelas jelas menolak kekafiran yg meniadakan keberadaan Tuhan. Dalam hal ini Presiden Sukarno dapat dikatakan agak kurang perhitungan ketika berusaha merangkul semua golongan Nasionalis, Agama & Komunis melalui jargonnya yg terkenal NASAKOM.

Untuk konteks saat ini PKI adalah isyu paling seksi untuk menarik simpati golongan religius tetapi, apakah isyu tersebut masih relevan?

Biar bagaimanapun apa yg dilakukan PKI adalah kesalahan akbar & patut dibenci karena sudah berusaha menghianati ideologi bangsa Pancasila yg pada sila pertamanya jelas berbunyi Berketuhanan Pada Tuhan Yang Maha Esa. Siapapun yg tidak mengakui adanya Tuhan jelas tidak layak tumbuh di Indonesia & patut dibenci. Namun unsur politis yg melingkupi peristiwa itu begitu kental hingga sekarang. PKI seperti hantu bergentayangan & jadi label yg menakutkan di benak rakyat Indonesia.

Sekarang ini konteksnya sangat berbeda dengan tahun 1965. Kita harus berhati hati supaya tidak menciptakan kesalahan sebagaimana PKI yg suka menebar fitnah. Umat Islam adalah kendaraan yg bagus untuk politik, & Islam sangat membenci Komunisme. Jangan karena kita berteman akrab dengan Islam lantas menebarkan isyu PKI kepada lawan politik kita dengan asa kita mendapat dukungan dari umat Islam.

Fitnah yg membabibuta untuk memenuhi tujuan sesaat akan lebih membahayakan dalam kehidupan berbangsa. Saya percaya TNI sudah sangat jeli untuk mengatasi setiap pergerakan tersembunyi PKI karena mereka yg paling dirugikan.

Biar bagaimanapun Islam di Negeri ini sudah banyak makan asam garam. Dan Islam di negeri ini pun pernah mengalami saat saat sulit tidak cuma dari PKI. kalau dapat kita ambil contoh peristiwa Priok. Apalagi sekarang Islam sering dianggap identik dengan terorisme. Kemanakah & di posisi manakah mereka para anti PKI saat Islam dituduh begini & begitu. Tanpa diajak ajak kita umat Islam jelas anti PKI karena mereka tak bertuhan.


TBM Ujung Tombak Majunya Literasi Daerah 3T

Semoga umat Islam semakin bijak menyikapi isyu isyu PKI karena PKI memang harus dibenci & tak layak tumbuh di negeri ini. Namun satu hal yg pasti bahwa tidak semua yg dibenci kita tuduh sebagai PKI. Semoga para peguasa yg berkepentingan politis dapat bersikap dewasa. Jangan demi kepentingan kekuasaan sesaat, kita melabeli orang yg berseberangan dengan kita sebagai PKI. Salam Persatuan.



Hari ini 04:09
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.