Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Pernah denger istilah "Kristen Bunglon"?. Itu tuh, yang kalo waktu ibadah dan pelayanan jadi anak Tuhan, tapi waktu yang lain jadi anak hantu. Tergantung ama situasi dan lokasi. Apa sih, kata Firman Tuhan tentang "Kristen Bunglon"?.
Munafik! Iihh... kasar banget, deh. Tapi itulah yang Firman Tuhan katakan, kalo kita suka bermuka dua, alias suka berubah-ubah menurut situasi dan lokasi. Kalo ibadah jadi rohani, tapi kalo lainnya jadi rohana alias duniawi. Nggak percaya nih, coba deh baca Injil Matius 23.
Ngejalani hidup kayak bunglon, apa itu bisa?. Sebenarnya sih, seperti yang tertulis di Injil Lukas 16:13, itu nggak akan bisa. Sebab, waktu kita ngikutin yang satu, kita pasti bakalan ninggalin yang laennya. Jadi, waktu kita mencoba jadi "bunglon", sesungguhnya hati kita sudah bergerak ninggalin Tuhan, dan ngikutin sang hantu alias Iblis. Hah... kaget ya?!.
Bapa di surga muntah?. Emang Tuhan bisa masuk angin?. Tentu saja nggak mungkin!. Yang bikin Tuhan 'muntah' cuman satu 'penyakit' aja, yaitu kalo hidup kita suam-suam kuku. Dingin tidak, panas juga nggak. Cinta Tuhan, tapi juga suka iblis. Kepingin rohani, tapi juga ngikut dunia. Persis deh kayak bunglon. Kok bisa, emang ada ayatnya?. Biar nggak penasaran, buka Wahyu 3:15-16.
Kalo gitu harus gimana donk?. In every where, kita tetap harus tunjukin identitas kita sebagai anak Tuhan. Nggak cuman waktu ibadah dan pelayanan saja, tapi dalam kehidupan sehari-hari di mana pun kita berada (I Petrus 2:12, 2 Korintus 3:2-3). Like a candle, be shine all da time!