Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah aspek untuk menjalankan kehidupan 'new normal', yg berarti masyarakat akan berdampingan dengan Virus Covid-19.
Djoko Setijowarno selaku pengamat transportasi, mengaku ragu dengan kesiapan transportasi publik dalam menghadapi new normal, khususnya di jam-jam sibuk.
"Kalau new normal diterjemahkan sebagai semuanya masuk kerja dengan jadwal seperti kondisi sebelum pandemi, dapat dipastikan kapasitas angkutan biasa massal di Jabodetabek tidak dapat menjamin pelaksanaan physical distancing," ucap Djoko dalam keterangan resminya, Minggu (31/5).
Djoko juga mengaku sangsi pemerintah sanggup menambah armada transportasi biasa di jam sibuk.
Baca Juga: Sambut New Normal, GAIKINDO Apresiasi Kemenperin yg Terbitkan IOMKI
"Misalnya KRL pada jam-jam sibuk, tentu tidak mungkin menambah kapasitas pada saat itu supaya tercapai setiap kereta cuma maksimal 35 persen & seluruh penumpang terangkut. Bahkan 50 persen saja mungkin sudah sangat berat," terang Djoko.
Pengalihan penumpang KRL ke moda transportasi lain seperti bus, juga dinilai tidak akan efektif.
Alasannya, tarif bus tentu lebih mahal dari KRL, & waktu perjalanannya juga relatif lebih lama.
"Besaran tarifnya harus disesuaikan dengan KRL, ini siapa yg akan memberikan subsidi?" ungkapnya.
Ia memprediksi, pengguna transportasi biasa banyak yg beralih ke transportasi pribadi seperti mobil & motor.
Menurut akademisi Unika Soegijapranata ini, hal tersebut akan menciptakan kondisi lalu lintas makin padat.
Oleh sebab itu, Djoko menyarankan para perusahaan menyediakan angkutan antar-jemput untuk para penumpangnya.
"Ini supaya terjamin protokol kesehatan, khususnya soal aturan physical distancing," imbuhnya.
Hari ini 09:30