Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Balik lagi nih dengan thread gw yg akan membahas tentang BAB, nah kalau lo semua pulang kampung di desa sering ga nemuin jamban-jamban di pinggir kali.
Tentu saja namanya juga di desa, mau BAB ya nyari kali. Kalau ga ada jamban juga nongkrong di batu-batu langsung dah ngeden, kadang pakai dilihat lagi tuh sambil ngucapin "sayonara". Untung aja kagak pake dadah-dadah ihh dapat jadi edan lagi nanti, bikin repot pak Kades aja ntar.
Tapi nih gan sebenarnya ga di desa ga di kota terkadang ada aja jamban-jamban di pinggir kali, walau beberapa ada yg digusur oleh Gubernur kotanya sih. Ya, dapat dibilang masyarakat kita masih belum memgerti pentingnya higienis kali yak.
Bahkan menurut data survey Indonesia jadi negara kedua sebagai negara yg suka BAB sembarangan, sedangkan nomor satunya adalah negara India. Hal ini diungkapkan oleh dr. Imran Agus Nurali Sp.KO, Direktur Kesehatan LingkunganKemenkesRI, walau data ini didapat dari Unicef tahun 2012.
Setidaknya walau kini ada penurunan tetapi tidak signifikan, Indonesia itu luas bukan cuma pulau Jawa, bukan juga cuma kota Jakarta.
Perlunya sanitasi yg bersih juga jadi penunjang supaya masyarakat dapat hidup sehat, hidup tanpa harus menciptakan kerusakan hingga sanitasi yg buruk dapat menyebabkan muntaber, 88 persen kematian anak disebabkan oleh penyakit diare karena sanitasi yg buruk loh gan.
Di banyak tempat di daerah masih banyak yg masih memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber untuk mandi, cuci & juga kakus. Nah tentu saja air limbah khususnya dari BAB akan menyebabkan masalah, air sungai di Indonesia saat ini banyak yg berwarna keruh karena sanitasi yg buruk.
Resiko gara-gara BAB sembarangan bukan cuma diare saja, tetapi juga cacingan, polio & tifus. Bakteri pemyakit akan tumbuh subur berkat kebersihan yg tidak dijaga, & ini jadi PR masyarakat semua.
Oke gw akan kutip data terbaru yg dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI.
Quote:
Data terbaru dari Kementrian Kesehatan RI menunjukkan, masih ada 8,6 juta rumah tangga yg anggota keluarganya mempraktikkan BABS per Januari 2020.
Keadaan ini menyebabkan sekitar 150.000 anak Indonesia meninggal setiap tahun karena diare & penyakit yg disebabkan sanitasi buruk.
Di Indonesia, hampir 28 juta orang kekurangan air bersih & 71 juta orang tidak punya akses ke fasilitas sanitasi yg baik. Bagi jutaan keluarga yg berpenghasilan rendah, sambungan atau sumur air baru & toilet yg baik tidak dapat dijangkau sehingga dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak, mengatakan Operations Director Water.org Indonesia, Don Johnston, dalam acara di Jakarta (31/1).
sumber kutipan
Jadi masihkah ragu kalau Indonesia masih jauh dari mengatakan hidup bersih? Faktanya seperti itu BAB sembarangan masih dilakukan masyarakat kita.
Seengaknya lo harus peduli dengan lingkungan, peduli dengan sekitar. Jadi gimana nih cuk, masih mau BAB sembarangan. Awas dipatil lele...
Sumber 1
Sumber gambar google