• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

James Riady dan Helikopter Pribadinya

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
cBDTM.jpg
Bos Lippo James Riady kerap mendatangi tempat-tempat yang ia kunjungi dengan menggunakan helikopter pribadinya, termasuk ke acara seminar. Bahkan ia harus rela memarkirkan helikopternya di suatu tempat lain di luar lokasi yang datangi.

Hal ini setidaknya diketahui ketika Wakil Ketua Umum Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Kesehatan itu menghadiri Seminar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Aryadutha, Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Helikopter James sudah mendarat sekitar pukul 9.00 WIB dan terbang kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak seperti orang lain yang masuk melalui lobby bawah, tetapi James terlihat datang dari bagian atas Hotel Aryadutha.

"Helinya datang tadi jam 8.43 pagi, balik lagi jam 11-an," ujar salah seorang pegawai Kadin.

Dia juga menambahkan bahwa memang James selalu memilih tempat acara yang memiliki landasan helikopter. Bahkan untuk ke kantor Kadin di Kuningan, Jakarta, heli James harus parkir di hotel JW Marriot Kuningan atau Hotel Aston Semanggi.

"Ya, ke Kadin saja, juga naik heli, ke JW Marriot dulu, tapi sekarang di Aston Semanggi," paparnya.

James diagendakan ke Aryadutha untuk memberikan sambutannya selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan terkait pembahsan Revisi UU No.39/2004.

Dalam acara itu, James menyebutkan ada 2 isu yang terkait revisi undang-undang tersebut. Pertama, terkait perkembangan perdagangan jasa. "Kita melihat selama 5 tahun terakhir ini konstelasi perekonomian global mengalami perkembangan sangat pesat," paparnya.

Kedua, lanjut James, terkait dengan semakin meningkatnya permintaan pasar kerja dunia, terhadap tenaga kerja profesional yang kontradiktif dengan kenyataan. Selama lebih dari 5 tahun terakhir ini yang menunjukkan TKI luar negeri masih didominasi TKI informal yaitu unskilled workers yang bekerja pada perorangan/keluarga atau menjadi Pembantu Rumah Tangga.

"Padahal permintaan dan kesempatan kerja untuk TKI formal yang bekerja pada perusahaan/badan hukum sangat besar khususnya di bidang kesehatan, pariwisata, kontruksi, dan pertambangan," pungkasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.