yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PATI – Pemerintah dipandang perlu segera menyelesaikan berbagai proyek jalan di jalur pantura. Kalau tidak, dipicu sedikit masalah saja maka kemacetan panjang bakal terjadi. Kondisi inilah yang terjadi di jalur pantura Pati–Rembang kemarin. Pada jalur tersebut terjadi kemacetan panjang hingga puluhan kilometer.Penyebabnya adalah sebuah truk bernopol N 8036 UR mengalami patas as roda di badan jalan jalur pantura,tepatnya di wilayah Desa Ngerang,Kecamatan Juwana,Pati.
Sebenarnya truk fuso pengangkut asbes ini mengalami patah as roda belakang, Kamis (26/7) pukul 22.00 WIB.Namun karena perbaikan tak kunjung rampung,hal itu memicu terjadinya kemacetan. Mulai pukul 06.00 WIB sudah tampak antrean kendaraan yang mengular panjang hingga sekitar 35 kilometer (km).
Sampai siang hari kemacetan total arus lalu lintas dari dua arah baik kendaraan dari arah timur maupun barat tak terbendung lagi.Antrean kendaraan terpantau sudah mulai terjadi dari Kaliori, Rembang hingga Jalan Diponegoro,Pati. Selain diakibatkan truk fuso yang mogok tersebut, kemacetan panjang juga diperparah adanya perbaikan dan pengecoran jalur pantura di sekitar lokasi kejadian. Proyek ini otomatis mengakibatkan penyempitan badan jalan.
Para sopir truk, bus, maupun kendaraan pribadi terpaksa harus menunggu hingga berjam- jam di jalur yang mengalami kemacetan. Sementara pengendara sepeda motor tetap berusaha berjalan dengan cara melewati bahu jalan dan menyusup di antara badan kendaraan besar yang antre berjam-jam tersebut. Salah seorang sopir truk, Budi Saputro mengaku, sudah terjebak kemacetan sejak pukul 07.00 WIB.
Truk yang disopirinya benar-benar tidak bisa bergerak lantaran kendaraan yang ada di depannya juga hanya diam. ”Padahal saya harus segera kirim barang ke Jakarta. Bisa terlambat kalau seperti ini,”ujar Budi kemarin. Untukmenguraikemacetan, jajaran Satlantas Polres Pati menerjunkan personel guna mengarahkan para pengemudi kendaraan agar melewati jalur alternatif.
Kendaraan pribadi dan truk engkel yang mau menuju ke arah timur (Surabaya,Jawa Timur) dialihkan menuju rute Pati–Sukolilo–Purwodadi–Blora– Bojonegoro–Surabaya. Untuk kendaraan berat seperti truk tronton tetap diinstruksikan melalui jalur pantura Juwana–Rembang meski harus dengan cara sistem bukatutup.
Langkah ini dilakukan agar kemacetan tidak bertambah parah. Kasatlantas Polres Pati AKP Sudaryoto menerangkan, sebenarnya polisi sudah menyiapkan truk derek untuk mengevakuasitrukyangpatahas. Namun karena muatan truk fuso berupa asbes yang sangat berat, evakuasi tidak bisa langsung dilakukan. Evakuasi harus menunggu proses penurunan muatan asbes rampung terlebih dulu.
”Kalau langsung diderek tidak bisa karena muatannya sangat berat,”ucapnya. Proses evakuasi truk fuso naas tersebut baru bisa dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, sedikit demi sedikit kemacetan panjang mulai terurai. Dan sekitar pukul 16.00 WIB, jalur pantura Pati–Rembang kembali lancar.”Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi. Terlebih, sebentar lagi akan ada arus mudik,” kata Sudaryoto.
Melihat kondisi demikian, pemerintah pusat dan daerah sebaiknya memerintahkan pemegang proyek di jalur-jalur mudik dan balik segera menuntaskan pekerjaannya.Beberapa pekan lagi jalur pantura bakal ramai dilintasi para pemudik.
Sebenarnya truk fuso pengangkut asbes ini mengalami patah as roda belakang, Kamis (26/7) pukul 22.00 WIB.Namun karena perbaikan tak kunjung rampung,hal itu memicu terjadinya kemacetan. Mulai pukul 06.00 WIB sudah tampak antrean kendaraan yang mengular panjang hingga sekitar 35 kilometer (km).
Sampai siang hari kemacetan total arus lalu lintas dari dua arah baik kendaraan dari arah timur maupun barat tak terbendung lagi.Antrean kendaraan terpantau sudah mulai terjadi dari Kaliori, Rembang hingga Jalan Diponegoro,Pati. Selain diakibatkan truk fuso yang mogok tersebut, kemacetan panjang juga diperparah adanya perbaikan dan pengecoran jalur pantura di sekitar lokasi kejadian. Proyek ini otomatis mengakibatkan penyempitan badan jalan.
Para sopir truk, bus, maupun kendaraan pribadi terpaksa harus menunggu hingga berjam- jam di jalur yang mengalami kemacetan. Sementara pengendara sepeda motor tetap berusaha berjalan dengan cara melewati bahu jalan dan menyusup di antara badan kendaraan besar yang antre berjam-jam tersebut. Salah seorang sopir truk, Budi Saputro mengaku, sudah terjebak kemacetan sejak pukul 07.00 WIB.
Truk yang disopirinya benar-benar tidak bisa bergerak lantaran kendaraan yang ada di depannya juga hanya diam. ”Padahal saya harus segera kirim barang ke Jakarta. Bisa terlambat kalau seperti ini,”ujar Budi kemarin. Untukmenguraikemacetan, jajaran Satlantas Polres Pati menerjunkan personel guna mengarahkan para pengemudi kendaraan agar melewati jalur alternatif.
Kendaraan pribadi dan truk engkel yang mau menuju ke arah timur (Surabaya,Jawa Timur) dialihkan menuju rute Pati–Sukolilo–Purwodadi–Blora– Bojonegoro–Surabaya. Untuk kendaraan berat seperti truk tronton tetap diinstruksikan melalui jalur pantura Juwana–Rembang meski harus dengan cara sistem bukatutup.
Langkah ini dilakukan agar kemacetan tidak bertambah parah. Kasatlantas Polres Pati AKP Sudaryoto menerangkan, sebenarnya polisi sudah menyiapkan truk derek untuk mengevakuasitrukyangpatahas. Namun karena muatan truk fuso berupa asbes yang sangat berat, evakuasi tidak bisa langsung dilakukan. Evakuasi harus menunggu proses penurunan muatan asbes rampung terlebih dulu.
”Kalau langsung diderek tidak bisa karena muatannya sangat berat,”ucapnya. Proses evakuasi truk fuso naas tersebut baru bisa dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, sedikit demi sedikit kemacetan panjang mulai terurai. Dan sekitar pukul 16.00 WIB, jalur pantura Pati–Rembang kembali lancar.”Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi. Terlebih, sebentar lagi akan ada arus mudik,” kata Sudaryoto.
Melihat kondisi demikian, pemerintah pusat dan daerah sebaiknya memerintahkan pemegang proyek di jalur-jalur mudik dan balik segera menuntaskan pekerjaannya.Beberapa pekan lagi jalur pantura bakal ramai dilintasi para pemudik.