• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Jakob Oetama: Feodalisme Sumber Korupsi

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1041057620X310.JPG


JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Umum Harian Kompas, Jakob Oetama, menyatakan salah satu sumber korupsi di Indonesia adalah feodalisme. Hal itu disampaikannya saat membuka seminar nasional dengan topik "Korupsi yang Memiskinkan", di Hotel Santika, Jakarta, Senin (21/2/2011).

"Untuk kita di Indonesia, salah satu sumber penyakit yang menyuburkan dan membuat akar korupsi adalah feodalistik. Feodalisme memberikan privilege, hak istimewa bagi penguasa," kata Jakob.

Pendapat Jakob itu diakui mengutip pakar sejarah Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Prof Sartono. "Jadi, saya termasuk yang berpendapat benar begitu," ujar Jakob lagi.

Oleh sebab itu, menurut Jakob, dibutuhkan sikap bersama bersehati untuk mengatasi semua faktor penyebab korupsi. Di awal pengantarnya, Jakob menyinggung dua peristiwa yang kontradiktif dalam cara penanganan. Yaitu dua wanita miskin yang dibawa ke rumah sakit setelah menjahit mulutnya sebagai sikap protes lahannya yang akan digunakan untuk pembangunan, namun penyelesaiannya oleh pemerintah cepat untuk dilakukan eksekusi.

"Inilah crying poverty, kemiskinan yang menangis," katanya. Akan tetapi, penanganan kasus besar mafia pajak dan hukum mantan pegawai pajak, Gayus HP Tambunan, hingga kini lambat sekali.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.