• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jakarta Dikepung Banjir

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
146
Poin
63
harianutamavt5.gif


MELUAP—Dua orang warga melintasi banjir sambil membawa barang-barang milik mereka ketika Sungai Ciliwung meluap di sekitar Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta, Rabu (2/1).

20080103newsheadlinenewns5.jpg


TERENDAM

Sejumlah warga menunggu bantuan di atap rumah mereka yang terendam banjir di kawasan Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri, Jakarta Selatan, kemarin. Hujan deras ditambah banjir kiriman dari Bogor menenggelamkan sejumlah kawasan di Jakarta dan sekitarnya.

JAKARTA – Banjir akibat luapan Sungai Ciliwung dan Cisadane kembali menggenangi wilayah Jakarta dan sekitarnya kemarin. Air akibat gelombang pasang juga membanjiri pesisir Ibu Kota. Diperkirakan banjir kiriman masih akan terus terjadi karena tingginya curah hujan di wilayah Bogor dan Depok dalam beberapa hari ke depan.

Di sekitar Sungai Ciliwung, banjir mengenangi wilayah Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ketinggian 175 cm. Sebanyak 1.026 warga dari 342 kepala keluarga (KK) di 5 RT, yakni RT 9, 10, 11, 12 dan 13 RW 01 sejak pukul 10.00 WIB terpaksa mengungsi di sekolah Santa Maria, RS Hermina, dan kantor Kelurahan Jatinegara. Kaum wanita dan anak-anak terlihat berbondong-bondong datang sambil membawa peralatan seperti karpet, pakaian, dan kardus bekas sebagai alas tidur.

Hingga pukul 13.00 WIB,bantuan makanan tidak kunjung tiba sehingga banyak warga kelaparan. Ketua RW 01 Haris mengatakan, banjir terparah kali ini terjadi di tiga RT, yakni 10, 11, dan 12.Terdapat 300 orang telah mengungsi di RS Hermina, 200 orang di Sekolah Santa Maria, 190 orang di kantor Kelurahan Jatinegara, sementara sisanya mengungsi di lokasi lain. ”Dari 1.026 warga yang mengungsi sudah ada beberapa orang yang menderita penyakit seperti diare dan demam,” katanya.

Lurah Kampung Melayu Zaenal Abidin mengungkapkan, selama ini hanya sekolah Santa Maria, RS Hermina dan kantor kelurahan yang menjadi andalan korban banjir untuk mengungsi. Bahkan, secara resmi belum ada tempat yang layak bagi mereka, padahal banjir di tempat itu hampir setiap tahun terjadi. ”Tak ada tempat pengungsian yang disediakan pemerintah. Kebanyakan lokasi pengungsian milik swasta,”ujarnya. Banjir juga merendam ratusan rumah di bantaran Sungai Ciliwung. Sejak pukul 03.00 WIB, banjir terjadi di permukiman RT 08/01 setinggi dua meter.

Ratusan warga terpaksa mengevakuasi sejumlah barang-barang berharga ke tempat yang aman. Banjir menenggelamkan ratusan rumah di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Banjir yang mencapai 80 cm terjadi di 25 RT dari RW 01, 02, dan RW 03. Pada Februari 2007, banjir di kawasan ini mencapai empat meter. Sekitar 7.728 warga menjadi korban banjir. Lurah Petogogan Mundari mengatakan, saat ini banjir baru 80 cm atau setinggi dada orang dewasa, namun warga belum mau mengungsi. ”Aktivitas mereka masih berjalan normal. Beberapa warung makan masih buka.Warga hanya menyelamatkan barang berharga ke lantai dua rumah-rumah mereka,” bebernya. Pihaknya telah menyiapkan enam posko pengungsian jika sewaktu- waktu banjir sudah mencapai 2–3 meter.Enam posko tersebut di antaranya kantor kelurahan, gedung milik PLN, mes perwira TNI AD,dan rumah penduduk.

Diterjang Gelombang

Sementara di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, banjir disertai gelombang pasang menggenangi sembilan RT, dari RT 12–20 di RW 17 dengan ketinggian air 75 cm. Di Kalibaru, Cilincing, terdapat 25 rumah di RT 13,RT 02 dan RT 09 hancur diterjang ombak. Menurut Ketua RT 13 Dartam, total rumah yang hancur diterjang ombak sejak empat hari lalu mencapai 80 rumah. Seluruh warga yang rumahnya hancur mengungsi ke rumah kerabatnya,padahal pihak kelurahan telah menyediakan posko pengungsian. Gelombang tinggi yang menerpa perairan Laut Jawa akhir-akhir ini juga turut mengganggu pelayaran kapal dari Muara Angke ke Kepulauan Seribu. Banjir setinggi mata kaki menggenangi jalur rel stasiun Kampung Bandan,Jakarta Utara.

Akibatnya, beberapa rute kereta di antaranya rute tujuan Bekasi–- Jakarta Kota,Tangerang–Jakarta Kota dan Kampung Bandan–- Rangkasbitung terhambat. Menurut Petugas Piket Stasiun Kampung Bandan Hariyanto, terganggunya perjalanan kereta api di stasiun ini terjadi sejak 13 Desember 2007.Kondisi ini mengakibatkan penumpang yang ingin naik KRL jurusan Bekasi harus berangkat di Stasiun Kemayoran. Sementara KRL jurusan Tangerang dan Rangkasbitung dialihkan ke Stasiun Angke.

”Sebenarnya kereta jurusan Bekasi pada 28–30 Desember lalu berjalan normal, namun karena banjir yang disebabkan hujan dan gelombang pasang terpaksa kereta berhenti beroperasi lagi,”ucapnya. Perwira siaga Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKP Sugeng menyatakan, hujan yang mengguyur Jakarta sejak kemarin malam selain membanjiri sejumlah wilayah juga menyebabkan kerusakan jalan dan traffic light. Di Jakarta Pusat, genangan air terjadi di depan Carrefour Cempaka Mas hingga 20 cm.

Sementara jalan berlubang menghiasi Jalan Kenari arah Matraman serta di perlintasan kereta api Stasiun Senen menuju Galur maupun arah sebaliknya. Di Jakarta Utara, jalan tergenang dan traffic light masih belum ada, sedangkan jalan rusak atau berlubang ada di sekitar Jalan Raya Cakung-Cilincing arah Cakung dan Jalan Pos 3, Cilincing. Di Jakarta Barat, genangan air dan traffic light mati ada di Jalan Raya Joglo,tetapi tidak jalan berlubang. Jalan berlubang juga mewarnai Jalan Fatmawati arah Cilandak Town Square dan perempatan Jati Padang di Jakarta Selatan. Sementara traffic light yang mati terjadi di Jalan Joko Sutono, Barito, dan Ampera.

Di Jakarta Selatan ini genangan air tidak ditemukan. Di Jakarta Timur,genangan air terdapat di Jalan Raya Bogor, tepatnya di Jalan Hek menuju Pasar Rebo, Depan Pengadilan Jakarta Timur, dan Jalan Kolonel Soegiono di depan Rumah Sakit Duren Sawit arah Casablanca dengan ketinggian air mencapai 30 cm di semua lajur. ”Kemacetan arus lalu lintas di lokasi genangan air dan traffic light mati sempat terjadi. Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta sudah bekerja sama untuk mengatasinya,” kata Sugeng.

Air di Atas Normal

Ketinggian Pintu Air Manggarai hingga tadi malam mencapai 825 cm, normalnya 750 cm; Pintu Air Depok berstatus siaga III atau 210 cm, normalnya 200 cm; dan Pintu Air Katulampa, Bogor, mencapai 90 cm,normalnya 80 cm. Menurut Kepala Pintu Air Manggarai Pardjono, ketinggian air di sana cenderung naik, jika wilayah hulu (Bogor) terus diguyur hujan lebat. ”Status Pintu Air Manggarai masih siaga III. Kemungkinan rumah warga masih tergenang banjir hingga hari ini, meski tidak separah hari sebelumnya,” ujarnya.

Pardjono mengatakan, naiknya ketinggian air di Pintu Air Manggarai juga diikuti debit air Sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Barat (BKB) yang mencapai 320–330 m3 per detik,padahal normalnya debit air hanya 300 m3 per detik. Akibatnya, ribuan rumah warga di sepanjang Sungai Ciliwung tenggelam. Selain itu, ketinggian pintu air di beberapa lokasi memasuki siaga III, di antaranya 150 cm di Pintu Air Pesanggarahan, 180 cm di Angke Hulu, 165 cm di Cipinang Hulu, dan 550 cm di Karet.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, banjir di awal tahun ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung lantaran banjir kiriman dari daerah hulu dan gelombang pasang air laut di pesisir Jakarta Utara yang mengakibatkan ribuan rumah terendam. Di bantaran Sungai Ciliwung, rumah warga yang tenggelam karena intensitas curah hujan di kawasan hulu cukup tinggi. ”Kalau di Jakarta sih hanya hujan lokal, yang bahaya itu kalau Bogor hujan deras, kemudian airnya deras ke sini,” tandasnya.

Tak kalah dahsyatnya, kata dia, banjir di pesisir Jakarta Utara karena gelombang pasang yang terjadi pada Januari-Februari. Imbasnya, ribuan warga yang tinggal di Muara Baru, Pejagalan, dan Kalibaru terendam banjir setinggi sekitar 1–2 meter dan terpaksa mengungsi.

80% dari Jakarta

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta Slamet Daroyni mengatakan, banjir kiriman dari daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang hanya memberi kontribusi 20% atas banjir di Jakarta. Justru sekitar 80% penyebab banjir ada di Jakarta. Slamet mencontohkan badan sungai yang dipersempit di Jakarta untuk kebutuhan bangunan sehingga ruang terbuka hijau jadi berkurang serta minimnya resapan air.

”Jadi tidak benar jika daerah resapan air di Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang menjadi faktor utama penyumbang air yang menyebabkan banjir di Ibu Kota,” ujar Slamet. Dia menjelaskan, hujan di Jakarta hampir setiap tahunnya dipastikan mencapai 2 miliar per m3. Dari jumlah tersebut, air yang menyerap ke tanah hanya 5 juta per m3 atau 26,6%. Sisanya mencari tempat yang rendah seperti laut akibatnya air pasang dan terjadi genangan air dan banjir di mana-mana.

Waspadai Cuaca Ekstrem

Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Darmaga, Bogor mengimbau masyarakat Jabodetabek agar waspada menghadapi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi. ”Intensitas curah hujan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.Bahkan,cuaca ekstrem yang dibarengi curah hujan di atas 40 mm3/hari, kemungkinan akan terjadi dan disertai angin dan petir,” ujar Kepala Bagian Informasi Stasiun Klimatologi BMG Dramaga Ir Alidia kemarin.

Selain itu, dia menjelaskan awal pekan ini memang sedang puncaknya musim penghujan. Untuk itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk terus waspada.Sebab cuaca ekstrem, yang diperkirakan bakal terjadi sepekan mendatang, mengakibatkan perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu dari panas ke dingin berpotensi menimbulkan tekanan udara yang juga bisa memicu terjadinya angin puting beliung disertai banjir dan petir.

”Bahkan diprediksikan ancaman banjir besar sangat berpeluang untuk terjadi,” jelasnya Meski demikian, Ali menjelaskan Bogor dan Puncak termasuk salah satu daerah dengan curah hujan tinggi dan sering terjadi longsor dan angin puting beliung. Untuk itu, dalam menghadapi puncak musim penghujan kali ini masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan rawan banjir, agar senantiasa waspada akan datangnya banjir bandang yang sewaktu-waktu terjadi pada saat hujan lebat turun di Bogor dan Puncak.

sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jakarta-dikepung-banjir.html
pelengkap: http://www.solopos.co.id
 
bukan awal yang baik untuk memulai tahun 2008....
 
Katanya
Fauzi Bowo punya solusinya
tapi Qo tetep banjir sigh
 
Wah udah mo mulai banjir lagi nih...
Org2 yg tinggal di daerah banjir mesti siap siaga....
 
yes asik... klo isa banjir pas tanggal 7 januari biar gw gak sekolah... kwkwkw
 
wah2...sampe stinggi leher.....gile bener^^ kayak kolam aja bisa berenang di situ:(:(:( sedih juga liatnya:(:(:( tapi daerah gw ga kena klo kena bisa2 ngungsi juga nih....
 
wah kita emang kaya akan sumber air alami ...
 
Hoi! Ik kwam even kijken wat voor spel dit was, en voor ik het wist was er al een uur voorbij. De spelmechanismen zijn heel eenvoudig, maar juist daardoor blijft het je boeien. Het moeilijkste is om op tijd te stoppen, want het lijkt altijd alsof er nog net iets meer te halen valt. Ik heb op chicken road gespeeld en een paar keer flink gewonnen, maar ik heb ook wel eens verloren. Over het algemeen is de balans goed. Een aanrader voor wie van risico's en snelle spelsessies houdt.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.