• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jakarta dari Sudut Pandang Anak Rantau

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Jakarta dari Sudut Pandang Anak Rantau


Penulis: Agustin Meliana Wiganda
Editor: Fatio Nurul Efendi


Cangkeman.net -Awal memikirkan akan melanjutkan pendidikan di ibu kota menciptakanku resah. Takut terbawa arus kota Jakarta yg katanya kejam. Padahal saya tinggal bersama kakakku yg sudah berkeluarga.

Satu semester perdana masih merasa Jakarta itu keras. Hidup cuma sekadar belajar-pulang-belajar-pulang. Terlalu takut menjelajah. Teman juga seadanya. Semester kedua mulai suka menunda pulang untuk berkumpul dengan teman-teman, walaupun masih di sekitar kampus saja. Semester ketiga mulai bepergian, walaupun masih mengpakai jasa transportasionline. Semester empat & lima sudah berani pulang larut malam karena kegiatan organisasi juga pergi ke sana ke sini mengpakai motor. Sayang sekali virus corona datang. Terpaksa saya pulang ke kampung halaman.

Ngomong-ngomong tentang omongan orang yg bilang katanya Jakarta itu kota yg keras, iya, saya setuju. Tapi menurutku banyak orang yg berlebihan menilai negatif tentang Jakarta. Katanya di Jakarta banyak pergaulan bebas, memang di kota lain engga ada? Katanya orang Jakarta individualis, memangnya orang-orang di kota lain engga? Banyak kok orang baik di Jakarta.

Setelah corona mereda, saya kembali datang ke ibu kota untuk menyelesaikan tugas akhirku. Dari sini saya mulai menjelajah Jakarta. Berani untuk naik transportasi biasa kesana-kemari. Aku mulai nyaman dengan jakarta yg serba mudah.

Aku merasa sedikit kagok saat sesekali pulang ke kota kelahiran. Terbiasa dengan ritme kehidupan di Jakarta. Mobilitas yg tinggi & cepat, saya tidak dapat merasakan itu di kampung halamanku. Rasanya saya harap mendorong semua orang supaya dapat bergerak dengan cepat. Aku terbiasa dengan orang yg jalan cepat mengejar kereta atau TransJakarta yg hendak dinaiki. Aku juga mulai terbiasa dengan bepergian dari pagi hingga petang di Jakarta. Rasanya sudah tidak asing mengejar transportasi biasa di jam terakhir mereka beroperasi.

Nampaknya, saya sudah berdamai dengan Jakarta.

Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 10 Januari 2023.

Hari ini 16:17
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.