degisugi
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 8506
- Sejak
- 6 Nov 2006
- Pesan
- 82
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 8
Alkisah seorang juragan garam terkaya di Madura Namanya Pak Dullah
ingin melihat ibukota Jakarta dimana Presiden "yang seorang Kyai"
tinggal.
Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat
terbang.
Setelah ticket berada ditangan dia langsung menuju ke pesawat dan
langsung duduk di business class. Tidak lama berselang, seorang
business man naik pesawat dan mendapati kursinya telah diduduki
oleh penumpang lain, maka terjadilah peristiwa seperti berikut:
Business man : Ma'af pak ini tempat duduk saya.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanya Madura kepada business
man)
Business man : Saya penumpang.
Pak Dullah : Lho sesama penumpang kok ser-ngoser (saling
mengusir).
itu kan masih banyak kursi yang lain. sampeyan dodok
saja
disana.
Karena tidak ingin terjadi keributan maka si business man menemui
pramugari dan mengadukan hal tersebut. Dan setelah mengecek ticket
milik business man, si pramugari menghampiri si Bapak dari Madura.
Pramugari : Ma'af pak, bapak tidak boleh duduk di sini.
tempat
Bapak di bagian lain.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanyanya kepada pramugari)
Pramugari : Saya Pramugari.
Pak Dullah : Apa itu pramugari saya ndak tahu, apa kerjaan
sampeyan...?!
Pramugari : Saya bertugas melayani bapak.
Pak Dullah : Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok ser-
ngoser.
saya ndak mau (hardik si Pak Dullah)
Karena kehabisan akal si pramugari menjumpai Kapten dan mohon bantuan
atas
perihal tersebut. Kapten pun mendatangi si Bapak tua tadi.
Kapten : Ma'af pak, tempat duduk ini milik bapak yang itu,
jadi bapak harus duduk di tempat yang lain.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanyanya dengan kesal)
Kapten : Saya pilot.
Pak Dullah : Apa itu pilot, apa kerjaan sampeyan.
Kapten : Saya yang nyopir pesawat ini.
Pak Dullah : Saya naik bis ndak pernah di ser-oser sama
sopir.
pokoknya saya mau duduk disini.
Akhirnya semua kehabisan akal dengan ulah si Pak Tua. tapi untunglah
penumpang
terakhir yang baru naik adalah mbok Bariyah.
Langsung saja pramugari menceritakan hal tersebut dan minta
pertolongan
kepada mbok Bariyah.
Pramugari : ehh, mbok bariyah, selamat siang. mbok tolong saya
ya,
ada penumpang yang bikin repot nih.
Mbok Bariyah : Penumpang yang manna.
Pramugari : Itu, bapak yang dari madura itu, harusnya duduk di
kelas ekonomi tapi dia terlanjur duduk di tempatnya
bapak ini.
Mbok Bariyah : ooh, gampang itu, serahkan saja ambek saya, pokoknya
ditanggung beres.
Serta-merta mbok Bariyah menghampiri Bapak Dullah
mbok Bariyah : He..He.. pak sampiyan mau kemana....??
Pak Dullah : Oh, saya mau entar ka nJakarta.
Mbok Bariyah : Lho...sampiyan salah pak,tempat duduk ini untuk
tujuan Medan, kalau ke Jakarta tempatnya disana,
disebelah belakang. itu tempat sampiyan masih kosong.
Pak Dullah : Oh...iya.., ini untuk yang mau ke Medan ya....
Dhek remma....... ya bik.....
( Gimana- ya ... bik...?? ) sambil lari-lari kecil
meninggalkan tempat duduk tersebut
/heh /heh /heh /gawi
ingin melihat ibukota Jakarta dimana Presiden "yang seorang Kyai"
tinggal.
Ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat
terbang.
Setelah ticket berada ditangan dia langsung menuju ke pesawat dan
langsung duduk di business class. Tidak lama berselang, seorang
business man naik pesawat dan mendapati kursinya telah diduduki
oleh penumpang lain, maka terjadilah peristiwa seperti berikut:
Business man : Ma'af pak ini tempat duduk saya.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanya Madura kepada business
man)
Business man : Saya penumpang.
Pak Dullah : Lho sesama penumpang kok ser-ngoser (saling
mengusir).
itu kan masih banyak kursi yang lain. sampeyan dodok
saja
disana.
Karena tidak ingin terjadi keributan maka si business man menemui
pramugari dan mengadukan hal tersebut. Dan setelah mengecek ticket
milik business man, si pramugari menghampiri si Bapak dari Madura.
Pramugari : Ma'af pak, bapak tidak boleh duduk di sini.
tempat
Bapak di bagian lain.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanyanya kepada pramugari)
Pramugari : Saya Pramugari.
Pak Dullah : Apa itu pramugari saya ndak tahu, apa kerjaan
sampeyan...?!
Pramugari : Saya bertugas melayani bapak.
Pak Dullah : Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok ser-
ngoser.
saya ndak mau (hardik si Pak Dullah)
Karena kehabisan akal si pramugari menjumpai Kapten dan mohon bantuan
atas
perihal tersebut. Kapten pun mendatangi si Bapak tua tadi.
Kapten : Ma'af pak, tempat duduk ini milik bapak yang itu,
jadi bapak harus duduk di tempat yang lain.
Pak Dullah : Sampeyan siapa (tanyanya dengan kesal)
Kapten : Saya pilot.
Pak Dullah : Apa itu pilot, apa kerjaan sampeyan.
Kapten : Saya yang nyopir pesawat ini.
Pak Dullah : Saya naik bis ndak pernah di ser-oser sama
sopir.
pokoknya saya mau duduk disini.
Akhirnya semua kehabisan akal dengan ulah si Pak Tua. tapi untunglah
penumpang
terakhir yang baru naik adalah mbok Bariyah.
Langsung saja pramugari menceritakan hal tersebut dan minta
pertolongan
kepada mbok Bariyah.
Pramugari : ehh, mbok bariyah, selamat siang. mbok tolong saya
ya,
ada penumpang yang bikin repot nih.
Mbok Bariyah : Penumpang yang manna.
Pramugari : Itu, bapak yang dari madura itu, harusnya duduk di
kelas ekonomi tapi dia terlanjur duduk di tempatnya
bapak ini.
Mbok Bariyah : ooh, gampang itu, serahkan saja ambek saya, pokoknya
ditanggung beres.
Serta-merta mbok Bariyah menghampiri Bapak Dullah
mbok Bariyah : He..He.. pak sampiyan mau kemana....??
Pak Dullah : Oh, saya mau entar ka nJakarta.
Mbok Bariyah : Lho...sampiyan salah pak,tempat duduk ini untuk
tujuan Medan, kalau ke Jakarta tempatnya disana,
disebelah belakang. itu tempat sampiyan masih kosong.
Pak Dullah : Oh...iya.., ini untuk yang mau ke Medan ya....
Dhek remma....... ya bik.....
( Gimana- ya ... bik...?? ) sambil lari-lari kecil
meninggalkan tempat duduk tersebut
/heh /heh /heh /gawi

