Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Anak-anak seusia saya atau yg sering orang sebut sebagai milenial mungkin akan jadi orang-orang yg paling bingung dibandingkan generasi sebelumnya. Hidup dalam masa pergerakan teknologi yg menjadikan perkembangan informasi lebih mudah untuk hadir di depan kita, menciptakan kita banyak mempertanyakan tentang hal-hal yg sebelumnya jarang ditanyakan.
Maka seolah-seolah dalam pencarian jati diri, generasi milenial ini terkesan lama sekali untuk mencari jati diri. Mereka -atau kami- banyak sekali memperoleh informasi baru setiap saatnya yg kemudian akan membentuk diri kami yg baru pula setiap saatnya.
Terkadang terjadilah perbenturan-perbenturan informasi atau kebudayaan dalam diri hingga melahirkan pemahaman-pemahaman yg terkadang sangat bertolak belakang dengan pemahaman yg ada di masyarakat sekitarnya.
Dari hal-hal itu saya meramu di dalam kepala kenapa ini dapat terjai seperti ini, ini dapat terjadi seperti itu & kadang ini bertolak belakang dengan itu, itu bertolak belakang dengan ini. Hal ini mungkin juga yg kerap jadi pertanyaan banyak orang seusia saya yg saya yakin sebenarnya kita punya jawaban atau konsep model dunia masing-masing yg ada di kepala kita.
Ada salah satu pemahaman tentang model dunia yg dijabarkan oleh salah satu Filsuf masa kini dalam Channel Youtubenya yg bernama Damar Panuluh yg kurang lebih mirip dengan apa yg ada di kepala saya selama ini. Berikut saya tuliskan dengan pemahaman saya.
Pertama, saya menganggap bahwa dunia ini, semesta ini, atau dalam bahasa di Channel Youtube yg jadi sumber referensi ini adalah Jagat Gedhe ini dibagi jadi dua hal, yaitufinitedaninfiniteatau yg terbatas & yg tidak terbatas.
Ciri-ciri suatu hal yangfiniteatau terbatas ini adalah segala sesuatu yg dapat dengan mudah ditangkap oleh indra kita. Misal bau, gambar, suara, dll. Nah sesuatu yg ditangkap oleh indra ini juga terbagi lagi jadi dua, yaitu bawah sadar & atas sadar.
Segala sesuatu yg ditangkap oleh indra dengan atas sadar adalah sesuatu yg emang harap kita tangkap. Seperti kita mendengarkan musik, kita ngobrol sama orang. Di sana kita memang secara atas sadar kita, kita menyerap hal itu.
Sementara sesuatu yg ditangkap oleh indra dengan bawah sadar adalah hal yg tidak kita sengaja kita harap menangkap itu, namun ternyata kindra kita menangkap itu. Misalkan kita sedang mengobrol dengan seseorang & kita mendengarkan ia berbicara. Tanpa sadar kita mendengarkan yg lain seperti dialog di kanan kiri kita, sura sepeda motor lewat atau apapun yg kita tidak fokuskan untuk kita tangkap.
Nah kedua hal itu baik yg kita serap melalui bawah sadar atau atas sadar semuanya masuk dalam memori kita atau kita sebut sebagai memory complex. Memory complexinilah yg sedikit banyak membentuk diri kita.
Sementara itu untuk duniainfiniteatau dunia yg tak terbatas itu sifatnya tidak mudah ditangkap oleh indra. Hal-hal yg tidak mudah ditangkap oleh indra ini bukan berarti tidak dapat kita ketahui. Hal ini tetap dapat kita tangkap namun tidak semudah pada hal-hal yg sifatnyafinite.Meski untuk sebagiab orang kadang hal-hal ini mudah ditangkap. Orang-orang tersebut memang yg secara DNA memang sanggup mengerjakan itu. Misal para nabi, para rasul, dll.
Untuk menjembatani antara duniainfinitedan duniafiniteini, maka orang yg memiliki "Lotre DNA" yg bagus & sanggup menangkap hal yanginfiniteini harus menjelaskan kepada manusia lainnya dengan perumpamaan-perumpamaan, dengan amsal yg tujuannya untuk menciptakan manusia lainnya "mengetahui" hal-hal yg ada di duniainfinite.
Amsal-amsal atau perumpamaan tersebut biasanya akan jadi laku, jadi doa, jadi mantra, dll. Laku, doa, mantra dll itu semua adalah cuma amsal-amsal atau perumpamaan. Karena kalau dijelaskan sangat gamblang juga akan sulit dimengerti bagi yg belum bersentuhan dengan duniainfinite.Contoh perkara larangan Tuhan untuk membunuh pada banyak kepercayaan & agama. Jika kita hidup di masa ini mungkin larangan membunuh sudah masuk pada logika kita. Namun pada saat jaman yg lampau, membunuh mungkin hal yg biasa. Manusia seperti makhluk lainnya akan saling membunuh untuk kehidupan mereka pribadi. Larangan membunuh ini mungkin di awal kok ga nyambung dengan prinsip makhluk hidup yg harus menyingkirkan segala saingannya termasuk dengan membunuh.
Namun kalau dilihat dalam jangka panjang, maka kalau membunuh tidak dilarang maka setiap orang akan saling bunuh hingga akhirnya tidak ada yg tersisa atau yg tersisa sudah sangat lemah karena kehadapatn energi untuk saling bunuh hingga akhirnya justru manusia akan punah.
Jika dibeberkan secara panjang kali lebar pada masa itu, belum tentu masuk dalam pemahaman orang-orang saat itu. Maka terciptalah kepercayaan atau agama yg menitikberatkan untuk percaya terlebih dahulu, baru menemukan maksud kenapa harus percaya. Karena yg dihinggakan para orang yg memiliki DNA yg baik atau biasa kita sebut mungkin orang yg tercerahkan ini adalah amsal-amsal yg kita tau maksudnya ketika kita sudah menjalani.
Pengalaman-pengalaman yg ada pada duniainfinitetersebut juga semuanya akan membentukmemory complexyang kemudian antaramemory complexpada duniafinitedanmemory complexpada duniainfiniteakan membentuk dunia kecil atau pencerahan diri.
Lalu ketika ada dunia akbar atau jagat gedhe & kemudian dunia akbar itu membentuk dunia kecil atau pencerahan diri, lalu di mana letak dunia sedang?
Dari duniafiniteini akan menghasilkan narasi-narasi sains, akan menghasilkan kerangka sains. Sementara dalam duniainfiniteini akan menghasilkan pengetahuan spiritual, agama, kepercayaan, dll. Kerangka sains & kerangka pengetahuan spiritual initumplekjadi satu dalam kehidupan bermasyarakat kita. Inilah yg dinamakan jagad sedang.
Di jagad sedang ini masyarakat secara kolektif membentuk suatu hukum atau peraturan bersama untuk memperlancar proses kehidupan bermasyarakat mengpakai pengetahuan sains dengan spirutual. Saya tidak bilang mana yg lebih baik dari keduanya. Menurut saya justru keduanya sama-sama baik untuk kehidupan jagad sedang tergantung proporsinya.
Jadi jagad sedang ini adalah kumpulan dari jagad kecil (yang terbentuk darimemory complexduniainfinitedan duniafinite) yg bergerak membentuk kecocokan untuk kepentingan orang banyak. Hal ini menciptakan status jagat sedang jadi begitu penting. Sistem yg dibuat pada jagat sedang akan mempengarahui kemampuan berpikir jagat kecil untuk memahami jagat besar. Meskipun jagat sedang sendiri terbentuk karena jagat kecil.
Jadi dengan banyaknya jagat kecil yg berkompeten, akan membentuk jagat sedang yg kompetan pula, akan membentuk sistem masyarakat yg kompeten. Jagat sedang yg baik akanloopingpula menghasilkan jagat kecil yg baik. Dari jagat kecil yg baik ini kita semua dapat memahami jagat besar. Jadi antara jagat kecil & sedang itu harus dirumuskan formulasinya supaya menghasilkan pengetahuan yg baik tentang jagat besar.
Dari sekian pengetahuan di atas, saya jadi lebih memahami kenapa orang berpikir begini kenapa orang berpikir begitu & akan menghasilkan apa pikiran itu. Sekarang tugasnya adalah bagaimana kita dapat mengelola banyaknya pikiran-pikiran dalam jagat kecil di setiap orang supaya menghasilkan jagat sedang yg baik?
Tulisan ini ditulis oleh Fatio Nurul Efendi diCangkemanpada tanggal 3 Juli 2022.
Kemarin 23:18