• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Setelah viral karena aksi Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman, Roy kembali jadi sorotan karena menolak tawaran beasiswa dari Sandiaga Uno selaku Menparekraf. Alasannya karena Roy harap fokus jadi seorang konten kreator. Apakah peluang sebagai konten kreator lebih baik daripada menempuh pendidikan tinggi?

Berpendidikan Setingkat SMP

Roy yg memiliki nama asli Jalfiandi berpendidikan hingga setingkat SMP saja. Ibunya sakit. Kondisi keluarga tidak memungkinkan untuk terus bersekolah. Jadilah Roy remaja putus sekolah yg mengisi waktunya dengan menikmati konten-konten media sosial & apapun yg tersaji melalui ponsel pintar.

Dikutip dari publikasi Instangram @infodepok_id, Roy menganggap sekolah tinggi tidak menjamin masa depannya. Cari kerja masih sulit setelah lulus sekolah. Peluangnya yg terbuka sebatas jadi office boy atau OB saja.
Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Profesi sebagai konten kreator tidak perlu pendidikan tinggi. Roy berpikiran seperti beberapa generasi Z lainnya yg memandang bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan bagi seseorang untuk sukses dalam arti hidup layak & mapan. Maka dari itulah Roy dengan pendidikan SMP yg dimilikinya saat ini harap fokus sebagai konten kreator saja.

Disayangkan warganet

Banyak warganet menyayangkan keputusan Roy. Menparekraf juga harap berdiskusi lebih lanjut dengan keluarga Roy supaya mempertimbangkan lebih lanjut tawaran beasiswa itu. Pendidikan tinggi dapat mengantarkan Roy jadi profesional tingkat global. Apabila harap menekuni fashion, Roy dapat menapaki pusat fashion dunia semisal Paris.
Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Roy & beberapa remaja Citayam Fashion Week memang tengah jadi perhatian warganet. Narasi Newsroom menyebut bahwa engagement konten tentang remaja-remaja tersebut tinggi. Roy, Bonge, Jeje & lainnya jadi target kolaborasi konten kreator atau toko daring.

Hanya saja, hingga kapan warganet menaruh perhatian kepada mereka? Sesuatu yg viral cenderung instan, mudah juga dilupakan. Begitu ada sosok baru yg lebih menarik perhatian warganet akan beralih.
Menempuh pendidikan memang proses panjang yg tidak mudah. Namun proses yg panjang itu akan mematangkan cara pandang & berpikir, sikap, juga perilaku seseorang. Satu dari sekian hasilnya adalah ketahanan untuk bersaing dengan siapa saja, bahkan di tingkat global.
Jadi Content Creator Tidak Perlu Sekolah Tinggi, Setuju Nggak Nih?

Semoga niat baik kemanparekraf yg terus terulur mendapat sambutan baik dari para remaja Citayam Fashion Week. Bukan tidak mungkin asa beberapa orang yg mengharapkan Citayam Fashion Week jadi seperti Harajuku Fashion bakal terwujud. Kita tunggu & lihat saja bagaimana para remaja tersebut menjalani proses tumbuh kembangnya.

Sumber 1, 2, 3, 4, 5
Hari ini 11:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.