yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Tom Gembus yang baru saja masuk TK ini termasuk cah pinter. Hampir setiap malam ia didongengi sang ayah, Jon Koplo, sebagai pengantar bobok. Salah satu dongeng yang dia hapal adalah cerita tentang Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya.
Alkisah, sepekan menjelang puasa lalu di permakaman desa Jon Koplo di Sukoharjo ramai dikunjungi peziarah yang biasa disebut nyadran. Sesuai adat turun temurun, keluarga besar Jon Koplo pun tak ketinggalan untuk menengok makam bapaknya yang telah meninggal puluhan tahun lalu.
Sayangnya, ketika mereka siap berangkat, Tom Gembus justru mbelot, tidak mau ikut. Ia memilih bermain dengan temannya. Tak kurang akal, Jon Koplo pun membujuknya.
“Le, ayo nengok Simbah, nanti dikasih pitrah,” bujuknya mengingatkan waktu Lebaran biar Gembus tertarik untuk ikut.
Sesampainya di permakaman, Gembus tampak bingung. Ia pun bertanya kepada ayahnya. “Pak, lha Simbah mana?”
“Ini lho Le, yang hitam ini Simbah,” jawab Koplo sambil menunjuk sebuah makam bernisan warna hitam.
Mendengar pernyataan sang ayah ekspresi Tom Gembus berubah jadi sedih.
“Lhoh, kok Simbah jadi Batu Pak? Apa Simbah ya durhaka kaya Malin Kundang…?”
Jon Koplo kaget mendengar pertanyaan cerdas anaknya. Ia hanya bisa garuk garuk kepala, bingung bagaimana harus menjawabnya.
ilustrasi
Hanputro Widyono, Tirisan RT 001/RW 023 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo
Alkisah, sepekan menjelang puasa lalu di permakaman desa Jon Koplo di Sukoharjo ramai dikunjungi peziarah yang biasa disebut nyadran. Sesuai adat turun temurun, keluarga besar Jon Koplo pun tak ketinggalan untuk menengok makam bapaknya yang telah meninggal puluhan tahun lalu.
Sayangnya, ketika mereka siap berangkat, Tom Gembus justru mbelot, tidak mau ikut. Ia memilih bermain dengan temannya. Tak kurang akal, Jon Koplo pun membujuknya.
“Le, ayo nengok Simbah, nanti dikasih pitrah,” bujuknya mengingatkan waktu Lebaran biar Gembus tertarik untuk ikut.
Sesampainya di permakaman, Gembus tampak bingung. Ia pun bertanya kepada ayahnya. “Pak, lha Simbah mana?”
“Ini lho Le, yang hitam ini Simbah,” jawab Koplo sambil menunjuk sebuah makam bernisan warna hitam.
Mendengar pernyataan sang ayah ekspresi Tom Gembus berubah jadi sedih.
“Lhoh, kok Simbah jadi Batu Pak? Apa Simbah ya durhaka kaya Malin Kundang…?”
Jon Koplo kaget mendengar pertanyaan cerdas anaknya. Ia hanya bisa garuk garuk kepala, bingung bagaimana harus menjawabnya.
ilustrasi
Hanputro Widyono, Tirisan RT 001/RW 023 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo