• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jadi Ateis, Kesehatan & Percintaan Hawking Berujung Tragis

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Jadi Ateis, Kesehatan & Persayangan Hawking Berujung Tragis


Little Einstein, begitu Stephen Hawking muda dipanggil oleh guru-gurunya. Tentu hal ini bukan tanpa sebab selain memang sosok satu ini pintar luar biasa. Lahir di Inggris 73 tahun lalu, Hawking memang sepertinya diciptakan untuk jadi salah satu ilmuwan hebat. Seperti yg kita tahu, pencapaiannya di bidang akademis luar biasa. Hawking adalah orang yg menemukan banyak hal penting, mulai dari teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam serta masih banyak lagi yg lain.

Ya, kontroversial karena apa yg dikatakannya sangat berkebalikan dengan apa yg dipercayai banyak orang. Berikut adalah deretan statement unik yg pernah dilontarkan oleh si ilmuwan akbar itu.

1. Tuhan Sejatinya Tidak Ada

Kita tentu mempercayai eksistensi Tuhan sebagai zat yg berkuasa atas apa pun di dunia ini, termasuk diri kita & juga alam semesta. Namun, Stephen Hawking secara tersirat dalam bukunya tidak setuju dengan pendapat mayoritas ini. Ia mengatakan Tuhan tidak benar-benar ada.

Apa yg saya maksud dengan kita akan tahu pikiran Tuhan adalah kita akan tahu segala sesuatu yg Tuhan akan tahu, kalau Tuhan ada, begitu salah satu penggalan pernyataan Hawking dalam bukunya A Brief Story of Time. Sebenarnya pernyataan ini tak begitu mengherankan mengingat kenyataan kalau Hawking ternyata adalah atheis alias tak percaya Tuhan.

2. Bukan Tuhan yg Menciptakan Alam Semesta

Bagi kita yg memegang teguh ajaran agama, pasti sangat mempercayai kalau sesuatu itu datangnya dari ketidakberadaan. Sama seperti alam semesta yg sebelumnya tidak ada lalu kemudian eksis. Termasuk pula yg mengatur sistem peredarannya, revolusi & lain sebagainya, sudah barang pasti ada yg mengontrol semua itu & Dialah Tuhan.

Namun lagi-lagi hal ini tak dipercayai Hawking. Menurutnya, alam semesta ini tercipta dengan sendirinya tanpa campur tangan Tuhan. Karena hukum gravitasi, alam semesta dapat tercipta dengan sendirinya. Tidak perlu Tuhan untuk memicu pembuatannya & mengatur segala isi di dalamnya, ungkap Hawking di sebuah media elektronik Inggris. Sekadar informasi, orang-orang berotak brilian & idealis seperti Kepler, Leonardo da Vinci, bahkan Einstein percaya kalau Tuhanlah pencipta & pengatur alam ini.

3. Surga & Neraka Hanyalah Dongeng Semata

Kita sangat percaya kalau ada yg namanya kehidupan setelah kematian. Bahkan keberadaan surga & neraka juga bukan hal yg meragukan sebagai tempat terakhir manusia serta sebagai balasan dari perbuatan semasa hidup. Stephen Hawking menyangkal hal ini & menganggap surga & neraka hanyalah sebuah dongeng bagi mereka yg takut mati.

Hawking menganggap manusia yg sudah meninggal ibarat komputer yg rusak, & menurutnya tak ada kehidupan lain apa pun untuk sebuah komputer yg tak berfungsi lagi. Tidak ada surga atau kehidupan lain untuk komputer yg rusak, itu cuma cerita dongeng. Ya, tentu saja pendapat ini juga dikecam banyak orang.

di balik sosok dirinya yg diketahui sebagai selebritis akademik serta teoritikus Fisika yg tersohor di dunia, ternyata kisah asmaranya memiliki sejumlah lika-liku sendiri.

https://dl.kaskus.id/cdn-2.tstatic.net/wartakota/foto/bunk/images/hawking_20151004_113103.jpg

Stephen Menikahi Jane Wilde Tahun 1965

Stephen dalam perjalanan hidupnya saat ini sudah menikah sebanyak dua kali. Pernikahan pertamanya terjadi tanggal 14 Juli 1965. Ia menikahi Jane Wilde, seorang mahasiswi jurusan sastra yg dikenalnya saat jadi mahasiswa S2 di Cambridge. Stephen mengenal Jane sebelum ia didiganosis menderita penyakit motor neurone.

Dalam sebuah artikel di Telegraph, Jane menuturkan bahwa saat Stephen didiagnosis menderita penyakit itu, mereka tidak benar-benar sedang berkencan. Hanya saja Jane sudah jatuh sayang padanya. Dia memiliki mata yg indah & selera humor yg menyenangkan, jadi kami sering saja tertawa. Selain itu saya juga masih muda & punya energi & optimisme & memang ada perbedaan. Tapi yg lebih penting dari segalanya adalah saya mensayanginya & harap mengerjakan yg terbaik untuknya. Jadi kupikir akan mudah saja menghabiskan waktu dua tahun untuk menolong seseorang yg saya sayangi, seseorang yg punya banyak potensi untuk mencapai ambisinya, papar Jane.

Stephen Divonis Hidupnya Hanya Tinggal Dua Tahun Saat Akan Melangsungkan Pernikahannya

Saat baru saja di Cambridge, sebenarnya gejala penyakit sklerosis lateral amiotrofik (ALS) sudah dirasakan oleh Stephen. Ketika memeriksakan diri ke dokter, dokter memvonisnya kalau umurnya tinggal dua tahun lagi. Jane pun juga mengetahui hal ini, tetapi ia tak berpaling dari Stephen. Ia justru menerima Stephen apa adanya.

Jane dengan latar agama sebagai seorang kristiani & pernah bersekolah di Saint Albans High School spesifik wanita (sekolah yg beberapa muridnya jadi misionaris) berusaha untuk menguatkan dirinya bahwa ia punya kekuatan yg cukup untuk hidup bersama Stephen. Selain punya kekuatan mental & batin yg cukup, Jane juga sudah terpesona dengan kecerdasan Stephen. Jane bukan seorang pakar matematika, juga tak jangok soal fisika. Tapi Stephen sering dapat menjelaskan banyak hal pada Jane. Terkadang Jane & Stephen memandangi langit malam bersama & menjelaskan semesta yg terus berkembang, bintang, & lubang hitang. Jane merasa Stephen dapat menjelaskan semuanya dengan cara yg sangat mudah dipahami.

Setelah A Brief History of Time Terbit, Jane Merasa Stephen Mengabaikan Keluarga

Di perkawinan pertamanya dengan Jane, Stephen dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama, Robert lahir tahun 1967. Anak kedua yg bernama Lucy lahir tahun 1967. Dan anak ketiga, Timothy lahir tahun 1979. Setelah A Brief of History terbit tahun 1988, Jane merasa kalau Stephen mulai menomorduakan keluarga. Ketenaran & kepopuleran Stephen mulai menciptakan kehidupan jadi lebih rumit. Banyak orang yg mengenal mereka & kehidupan pribadi mereka jadi ikut terusik. Tapi Jane berusaha untuk berpikir jernih. Dengan ketenaran tersebut, setidaknya Stephen dapat merasa diakui atas karya-karya & kerja kerasnya selama ini.

Di tahun-tahun awal pernikahan, Jane tinggal di London untuk menyelesaikan kuliahnya. Di sela-sela itu, ia & Stephen beberapa kali pergi ke Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi atau acara-acara yg berkaitan dengan Fisika. Stephen sendiri diketahui sebagai orang yg jarang mau menceritakan penyakitnya atau meminta bantuan atas keterbatasan fisiknya.

4. Jane Jatuh Cinta Pada Pria Lain Saat Masih Berstatus sebagai Istri Stephen

Bulan Desember 1977, Jane berjumpa dengan seorang pemain organ (organist) bernama Jonathan Hellyer Jones ketika bernyanyi di paduan suara gereja. Jonathan pun kemudian dekat dengan keluarga Jane, termasuk Stephen. Pertengahan tahun 1980, Jane & Jonathan mulai ada rasa satu sama lain. Menurut pengakuan Jane, Stephen saat itu dapat menerima kondisi tersebut asalkan Jane juga masih akan terus mensayangi dirinya. Dalam kurun waktu yg cukup lama, hubungan Jane & Jonathan berada di ambang tak kepastian.

Tahun 80an itu juga, perkawinan Stephen & Jane mengalami pasang surut. Kehadiran perawat & asisten untuk merawat Stephen juga malah memperburuk situasi. Stephen & Jane seolah makin terpisah satu sama lain. Kedekatan mereka jadi makin merenggang. Tepat saat para perawat datang ke rumah kami untuk merawat Stephen, rumah tangga kami rasanya jungkir balik, ungkap Jane. Puncaknya lagi adalah ketika Stephen jatuh sayang pada perawatnya sendiri, Elaine Mason.

Stephen & Jane Akhirnya Bercerai Tahun 1995

Setelah bertahun-tahun hidup bersama, Stephen & Jane akhirnya bercerai. Stephen pun sudah berpindah ke lain hati. Ia jatuh sayang pada Elaine. Bulan September tahun 1995, setelah bercerai dengan Jane, Stephen menikahi Elaine. Sementara Jane melanjutkan hidupnya & menikahi Jonathan.

Hawking terkena semacam kelumpuhan, menyebabkan ia tidak dapat banyak bergerak. Alhasil, sepanjang hidupnya semenjak kelumpuhan tersebut, ia hidup di atas kursi roda mekanik. Bahkan untuk berkomunikasi, ia mengpakai sebuah alat khusus.

Bagi Jane sendiri, perceraian itu sangatlah sulit. Tadinya ia berusaha untuk tetap optimis & melanjutkan pernikahannya bersama Stephen. Namun, keadaan sudah tak memungkinkan lagi. Tahun 1999, Jane menerbitkan buku Music to Move the Stars yg menceritakan kisah pernikahannya dengan Stephen. Buku itu jadi sensasi di dunia media. Sementara pada masa itu, Stephen tampak makin menjauh dari keluarga Jane. Ada dugaan juga Stephen mendapat kekerasan fisik dari Elaine. Tahun 2009, Stephen & Elaine bercerai. Dan sejak saat itu hubungan Stephen mulai membaik. Bahkan kini ia sudah kembali dekat dengan Jane, anak-anaknya, & cucunya.


sungguh ironis, udah lumpuh, trus dikuat2in pake rohani Kristen ama istrinya, malah jadi Ateis, ya jadinya diceraikan & sakitnya makin parah
Hari ini 17:33
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.