Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Raport. Bagi anak sekolahan rapor dapat jadi kebahagiaan sekaligus ancaman tersendiri. Bila nilai rapor diatas 90 an maka kau mungkin dapat tersenyum sembari membayangkan paha ayam di rumah namun bila hingga nilai rapor ada yg merah siap siap namamu dicoret dari KK.
Di sekolah dari sd, smp hingga sma rapor sering jadi acuan dalam prestasi anak. Anak bernilai tinggi yg sanggup menjawab segala macam soal di dalam buku akan mendapatkan hadiah sekaligus perhatian guru sedangkan anak bernilai rendah akan diletakkan di pojok kelas untuk diabaikan.
Nilai. Itu adalah semuanya. Selama kau mendapat nilai yg tinggi maka kehidupan sekolahmu akan nyaman. Selama kau dapat mendapat pemenang 1 di kelas orang tuamu tidak akan marah, selama kau dapat menjawab pertanyaan guru kau tidak akan dihukum & selama nilai rapormu tinggi kau akan lulus SNMPTN. Di masa sekolah nilai memang segalanya namun setelah itu apa?
Sebagai orang yg semasa sekolah dulu cukup sering mendapatkan tahta 3 akbar di kelas saya paham betul bahwa nilai itu penting. Setidaknya dengan belajar dasar dasar hukum fisika saya tau kalau pesawat itu tidak digerakkan jin & juga agama BTS bukanlah agama yg diakui di belahan dunia manapun.
Namun setelah itu apa? Apa yg dapat kau dapatkan dengan nilai 100 di rapor di jaman sekarang? Jaman sekarang semua sudah main orang dalam jadi nilai rapor itu nyaris tidak berguna.
Coba tanya orang tua atau diri anda sendiri, pekerjaan apa yg paling cocok untuk murid yg biasanya dapat rangking 1 di sekolah? Kalau saya sih menjawab guru & memang banyak sekali anak yg dulu pemenang kelas berakhir jadi guru.
Apakah jadi guru tidak bagus? Tentu saja bagus. Guru itu profesi mulia namun bila guru adalah batas tertinggi yg dapat kau capai maka rasanya seluruh nilai rapor itu akan jadi sia sia.
Lalu bagaimana dengan mereka yg nilai rapornya jelek? Ini menarik sekali untuk dibahas karna anak anak yg nilainya jelek sering identik dengan kesan 'murid nakal'. Menariknya murid nakal ini adalah murid murid yg paling berkesan di ingatan semasa sekolah dulu.
Cabut kelas bareng, dihukum bareng, nggak buat pr bareng hingga hangout di jam kelas sore. Anehnya kebanyakan dari mereka mereka inilah yg akhirnya lebih sukses daripada sekedar guru.
Kenapa sukses? Karna memang di dunia luar sekolah nilai tidak begitu berarti. koneksi, sosial skill, komunikasi & juga keberuntungan, itu semua lah yg penting di dunia kerja sekarang. Teori dapat dipelajari namun praktek perlu dipupuk sejak dini. Cuma tau teori doang? Hmm... Susah.
Sekarang coba anda jawab, jadi apa sekarang teman teman anda dulu yg pemenang 1 sekolah? Lalu untuk kalian yg sudah bekerja apakah ada ilmu dari sekolah yg anda terapkan dalam pekerjaan? Lalu menurut anda pantaskah seorang murid dibeda bedakan berdasarkan nilai rapornya? Saya tunggu jawabannya dibawah.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 16:55