Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for spoiler:
Gak aneh sih kalau pada membahas soal PKI, karena memang bulan Mei itu sangat erat dengan hari kelahiran Partai Komunis Indonesia (PKI), yakni 23 Mei 1920.
Ada juga yg bilang, salah satu tanda kebangkitan Orde Baru adalah munculnya kembali isu tentang PKI. Sah-sah aja sih kalau ada yg mengaitkannya seperti itu, karena memang naiknya Orde Baru karena Soeharto berhasil menumpas PKI.
Jadi kalau mulai dari "pakar panci" hingga para pengumbar benci membahas soal PKI, ya memang momentumnya, & semua yg berbicara berasal dari satu sumbu "cendana", itu kalau mau diurut-urut siapa saja yg ikut membicarakannya.
Tomy Soeharto ngetuit tentang PKI, lewat postingan sidang Mahmilub Sorbandrio, Haikal Hasan juga ikut ngetuit soal PKI di timeline twitternya, sebelumnya netizen ramai memposting foto Haikal Hasan diantara keluarga cendana.
"Menambah Pengetahuan Bagi Generasi Muda & Melenial.
Tentang sidang MAHMILUB.paska G30S PKI" t.co
Tidak terlepas dengan itu, Fadli Zon juga ikut ngetuit soal PKI, dia memposting foto prasasti sebagai monumen saksi sejarah tentang keganasan PKI. Fadli Zon adalah sosok yg juga tidak dapat dipisahkan dari lingkaran Cendana.
Roy Suryo yg disebut Denny Siregar sebagai pakar panci pun, ikut-ikutan latah ngetuit soal PKI. Biasanya memang, di saat momentum tertentu, ada kecenderungan pemedia sosial memanfaatkannya untuk menarik perhatian.
Sebelumnya, Tengku Zulkarnain, ustadz yg sangat identik dengan keluarga cendana juga sudah membahas soal PKI. Sampai-hingga fotonya yg sedang berdua dengan pak Harto, dijembrengi netizen
Bisa jadi dengan membahas isu PKI maka masyarakat Indonesia akan mengingat kembali nama akbar Presiden RI kedua, Soeharto, yg dianggap paling berjasa dalam penumpasan PKI.
Kita tahu hingga saat ini, mantan Presiden RI kedua tersebut belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional, karena berbagai faktor yg jadi pertimbangan pemerintahan paskareformasi.
Gak perlu juga berandai-andai bahwa kebangkitan PKI itu sudah di depan mata karena hingga saat ini belum ada yg dapat membuktikannya secara valid, selain dari pada sekedar menghembuskan isu untuk menakut-nakuti masyarakat.
Kalau dilihat kelompok yg sering memunculkan atribut PKI masih yg itu-itu juga, sementara afiliasi kelompok tersebut, juga keluarga cendana. Kerap membakar bendera PKI sebagai simbol anti PKI, seakan-akan stok bendera PKI gak ada habis-habisnya.
Wajar saja kalau ada yg berpendapat tanda-tanda kembalinya kekuasaan Orde Baru, yakni munculnya kembali isu PKI. Artinya isu ini memang sangat erat kaitannya dengan orde Baru.
Kemunculan atribut PKI inilah yg jadi fokus pembahasan Haikal Hasan di timeline twitternya. Seperti sebuah skenario yg memang sudah dirancang secara serentak, sehingga isu PKI kembali hangat.
Masyarakat Indonesia sudah cerdas, apa lagi twitterland itu isinya para cerdik cendikia, yg sangat faham kemana arah isu itu dialamatkan, sehingga isu seperti itu sudah dianggap biasa.
Membahas isu PKI di twitter itu sangat kurang tepat, karena audience-nya bukanlah orang-orang yg tidak pakai nalar dalam menerima imformasi.
Propaganda ala Rusia firehose of falsehood yg biasa dipakai Orde Baru tidak akan mengena kalau disebarkan di twitter, karena sangat mudah dibaca arah kepentingannya.
Bisa jadi dengan membahas isu PKI maka masyarakat Indonesia akan mengingat kembali nama akbar Presiden RI kedua, Soeharto, yg dianggap paling berjasa dalam penumpasan PKI.
Kita tahu hingga saat ini, mantan Presiden RI kedua tersebut belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional, karena berbagai faktor yg jadi pertimbangan pemerintahan paskareformasi.
Gak perlu juga berandai-andai bahwa kebangkitan PKI itu sudah di depan mata karena hingga saat ini belum ada yg dapat membuktikannya secara valid, selain dari pada sekedar menghembuskan isu untuk menakut-nakuti masyarakat.
Kalau dilihat kelompok yg sering memunculkan atribut PKI masih yg itu-itu juga, sementara afiliasi kelompok tersebut, juga keluarga cendana. Kerap membakar bendera PKI sebagai simbol anti PKI, seakan-akan stok bendera PKI gak ada habis-habisnya.
Wajar saja kalau ada yg berpendapat tanda-tanda kembalinya kekuasaan Orde Baru, yakni munculnya kembali isu PKI. Artinya isu ini memang sangat erat kaitannya dengan orde Baru.
Kemunculan atribut PKI inilah yg jadi fokus pembahasan Haikal Hasan di timeline twitternya. Seperti sebuah skenario yg memang sudah dirancang secara serentak, sehingga isu PKI kembali hangat.
Masyarakat Indonesia sudah cerdas, apa lagi twitterland itu isinya para cerdik cendikia, yg sangat faham kemana arah isu itu dialamatkan, sehingga isu seperti itu sudah dianggap biasa.
Membahas isu PKI di twitter itu sangat kurang tepat, karena audience-nya bukanlah orang-orang yg tidak pakai nalar dalam menerima imformasi.
Propaganda ala Rusia firehose of falsehood yg biasa dipakai Orde Baru tidak akan mengena kalau disebarkan di twitter, karena sangat mudah dibaca arah kepentingannya.
www.kompasiana.com
Hari ini 10:28
Gak aneh sih kalau pada membahas soal PKI, karena memang bulan Mei itu sangat erat dengan hari kelahiran Partai Komunis Indonesia (PKI), yakni 23 Mei 1920.
Ada juga yg bilang, salah satu tanda kebangkitan Orde Baru adalah munculnya kembali isu tentang PKI. Sah-sah aja sih kalau ada yg mengaitkannya seperti itu, karena memang naiknya Orde Baru karena Soeharto berhasil menumpas PKI.
Jadi kalau mulai dari "pakar panci" hingga para pengumbar benci membahas soal PKI, ya memang momentumnya, & semua yg berbicara berasal dari satu sumbu "cendana", itu kalau mau diurut-urut siapa saja yg ikut membicarakannya.
Tomy Soeharto ngetuit tentang PKI, lewat postingan sidang Mahmilub Sorbandrio, Haikal Hasan juga ikut ngetuit soal PKI di timeline twitternya, sebelumnya netizen ramai memposting foto Haikal Hasan diantara keluarga cendana.
"Menambah Pengetahuan Bagi Generasi Muda & Melenial.
Tentang sidang MAHMILUB.paska G30S PKI" t.co
Tidak terlepas dengan itu, Fadli Zon juga ikut ngetuit soal PKI, dia memposting foto prasasti sebagai monumen saksi sejarah tentang keganasan PKI. Fadli Zon adalah sosok yg juga tidak dapat dipisahkan dari lingkaran Cendana.
Roy Suryo yg disebut Denny Siregar sebagai pakar panci pun, ikut-ikutan latah ngetuit soal PKI. Biasanya memang, di saat momentum tertentu, ada kecenderungan pemedia sosial memanfaatkannya untuk menarik perhatian.
Sebelumnya, Tengku Zulkarnain, ustadz yg sangat identik dengan keluarga cendana juga sudah membahas soal PKI. Sampai-hingga fotonya yg sedang berdua dengan pak Harto, dijembrengi netizen
Bisa jadi dengan membahas isu PKI maka masyarakat Indonesia akan mengingat kembali nama akbar Presiden RI kedua, Soeharto, yg dianggap paling berjasa dalam penumpasan PKI.
Kita tahu hingga saat ini, mantan Presiden RI kedua tersebut belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional, karena berbagai faktor yg jadi pertimbangan pemerintahan paskareformasi.
Gak perlu juga berandai-andai bahwa kebangkitan PKI itu sudah di depan mata karena hingga saat ini belum ada yg dapat membuktikannya secara valid, selain dari pada sekedar menghembuskan isu untuk menakut-nakuti masyarakat.
Kalau dilihat kelompok yg sering memunculkan atribut PKI masih yg itu-itu juga, sementara afiliasi kelompok tersebut, juga keluarga cendana. Kerap membakar bendera PKI sebagai simbol anti PKI, seakan-akan stok bendera PKI gak ada habis-habisnya.
Wajar saja kalau ada yg berpendapat tanda-tanda kembalinya kekuasaan Orde Baru, yakni munculnya kembali isu PKI. Artinya isu ini memang sangat erat kaitannya dengan orde Baru.
Kemunculan atribut PKI inilah yg jadi fokus pembahasan Haikal Hasan di timeline twitternya. Seperti sebuah skenario yg memang sudah dirancang secara serentak, sehingga isu PKI kembali hangat.
Masyarakat Indonesia sudah cerdas, apa lagi twitterland itu isinya para cerdik cendikia, yg sangat faham kemana arah isu itu dialamatkan, sehingga isu seperti itu sudah dianggap biasa.
Membahas isu PKI di twitter itu sangat kurang tepat, karena audience-nya bukanlah orang-orang yg tidak pakai nalar dalam menerima imformasi.
Propaganda ala Rusia firehose of falsehood yg biasa dipakai Orde Baru tidak akan mengena kalau disebarkan di twitter, karena sangat mudah dibaca arah kepentingannya.
Bisa jadi dengan membahas isu PKI maka masyarakat Indonesia akan mengingat kembali nama akbar Presiden RI kedua, Soeharto, yg dianggap paling berjasa dalam penumpasan PKI.
Kita tahu hingga saat ini, mantan Presiden RI kedua tersebut belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional, karena berbagai faktor yg jadi pertimbangan pemerintahan paskareformasi.
Gak perlu juga berandai-andai bahwa kebangkitan PKI itu sudah di depan mata karena hingga saat ini belum ada yg dapat membuktikannya secara valid, selain dari pada sekedar menghembuskan isu untuk menakut-nakuti masyarakat.
Kalau dilihat kelompok yg sering memunculkan atribut PKI masih yg itu-itu juga, sementara afiliasi kelompok tersebut, juga keluarga cendana. Kerap membakar bendera PKI sebagai simbol anti PKI, seakan-akan stok bendera PKI gak ada habis-habisnya.
Wajar saja kalau ada yg berpendapat tanda-tanda kembalinya kekuasaan Orde Baru, yakni munculnya kembali isu PKI. Artinya isu ini memang sangat erat kaitannya dengan orde Baru.
Kemunculan atribut PKI inilah yg jadi fokus pembahasan Haikal Hasan di timeline twitternya. Seperti sebuah skenario yg memang sudah dirancang secara serentak, sehingga isu PKI kembali hangat.
Masyarakat Indonesia sudah cerdas, apa lagi twitterland itu isinya para cerdik cendikia, yg sangat faham kemana arah isu itu dialamatkan, sehingga isu seperti itu sudah dianggap biasa.
Membahas isu PKI di twitter itu sangat kurang tepat, karena audience-nya bukanlah orang-orang yg tidak pakai nalar dalam menerima imformasi.
Propaganda ala Rusia firehose of falsehood yg biasa dipakai Orde Baru tidak akan mengena kalau disebarkan di twitter, karena sangat mudah dibaca arah kepentingannya.
Beyond Blogging - Kompasiana.com
Kompasiana merupakan Media Warga (Citizen Media) yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing, connecting)
Hari ini 10:28