• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Isu PKI Bangkit Hanyalah Alat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Isu PKI Bangkit Hanyalah Alat


PKI, atau ideologi komunis, rupanya masih jadi komoditas yg menarik untuk digoreng hingga gosong di negara ini. Ada juga teryata segelintir orang yg masih saja berusaha menciptakan kekacauan stabilitas negara di tengah pandemi yg sedang melanda.

Kalau melihat oknumnya sih, kebanyakan dari barisan sakit hati tak punya prestasi. Mulai dari Roy Suryo yg menyoal tugu mirip palu arit di gerbang tol Madiun, hingga peryataan Tengku Zulkarnain yg minta TNI mewaspadai kebangkitan PKI, cuma karena malam takbiran bertepatan dengan hari ultah PKI, 23 Mei.

Padahal anak SD saja tahu bahwa peluang untuk PKI ataupun paham komunis untuk kembali tumbuh di buwi pertiwi, itu sama seperti mengharapkan gebetan ngechat kita duluan.

Kalau boleh dibilang, harusnya ideologi seperti khilafah yg lebih perlu diwaspadai tumbuh kembangnya di negara ini. Bagaimana tidak, ormas seperti HTI yg sudah jelas-jelas dibubarkan saja masih dapat bebas berkeliaran.

Belum lagi perilaku sekelompok pihak, yg menurut saya lebih pantas disebut sebagai pihak yg serupa dengan PKI. Gerombolan yg tak dapat bertoleransi dengan pihak yg berbeda agama dengan mereka, yg asal main tutup tempat ibadah sesuka hati mereka.

Dan seperti biasa, kurang afdol rasanya bila isu soal PKI tak dikaitkan dengan China. Pokoknya kalau dapat semua yg berhubungan dengan China dikaitkan dengan PKI.

TKA China, wisatawan China, adalah salah dua diantaranya. Namun cici Oppo, meme Vivo, hingga nonik Realme sah-sah saja dipakai oleh mereka sebagai gawai sehari-hari.

Bisa juga isu PKI kembali diangkat di bulan Mei, untuk mengungkit lagi tragedi kemanusiaan 98 yg dilatari rasisme & kebencian kepada golongan mata sipit. Ini tentunya dapat jadi potensi bahaya, bila hingga ada kerusuhan yg pecah di saat ekonomi rakyat yg sedang mengalami kesulitan seperti sekarang.

Padahal, ideologi yg diperkenalkan Karl Max ini, boleh dibilang bukan lagi sesuatu yg happening di tengah kemajuan dunia sekarang ini. Hingga sekarang, mungkin tak hingga sepuluh negara yg masih menganut ideologi ini, antara lain: RRC, Kuba, Korea Utara, Vietnam, Laos, Kunir, Jahe & lain sebagainya.

Tentunya yg paling jadi sorotan adalah RRC alias Republik Rakyat China a.k.a Tiongkok, yg sekarang sudah menjelma sebagai kekuatan dunia timur yg sanggup bersaing dengan negara seperti Amerika Serikat maupun negara-negara di Eropa.


Mari kita sedikit mengulik tentang Tiongkok & ideologi komunis mereka. Mungkin banyak yg tak sadar, bahwa mereka mungkin sedang menuju negara komunis yg baru, yg lebih modern.

Sebenarnya, Tiongkok boleh dibilang sudah tersesat & melenceng jauh dari ajaran Das Kapital-nya Karl Marx, yg awalnya banyak bertumpu pada buruh sebagai kekuatan utama.

Namun, ketika hingga di negeri tirai bambu, teryata lebih banyak petani dibandingkan buruh, hingga akhirnya komunis Tiongkok didirikan di atas dua pilar, buruh & petani. Yang sama-sama miskinnya.

Hingga akhirnya era Deng Xiaoping pada tahun 70-an, yg memasukan unsur pengusaha dalam sistem komunisme. Jadinya malah seperti ironi. Komunisme yg dulunya merupakan bentuk perlawanan kepada kemapanan yg diwakili golongan pengusaha, malah akhirnya diadopsi sebagai salah satu kekuatan.

Yang semula satu (buruh), tumbuh jadi dua (buruh, petani), lalu jadi tiga (buruh, petani, pengusaha) hingga akhirnya di masa kepemimpinan Hu Jintao, jadi empat kaki dengan masuknya unsur Ilmuwan.

Apakah masih pantas disebut sebagai ideologi komunis? Rasanya tidak. Namun faktanya, dengan faham communism-modified itulah, Tiongkok dapat melesat pesat. Lebih pesat dari Indonesia yg menganut sistem demokrasi.

Jujur, kadang saya membayangkan, bagaimana bila negara +62 mengadopsi ideologi itu, demi tujuan mensejahterakan rakyat & memajuka bangsa? Tentu penanganan pandemi Corona akan mengikuti pelaksanaan Lockdown di Wuhan.

Pembangunan rumah sakit akan berlangsung dengan seksama, & dalam tempo yg sesingkat-singkatnya. Tak akan ada lagi warkop-warkop yg buka, cuma untuk jadi ajang mabar para pencari chicken dinner.

Tak kan lagi ada model orang seperti si FZon, HaikHasan, TengZul & kroco-kroco lainnya yg cuma nyiyiri pemerintah. Para koruptor akan segera di-dor tanpa perlu diributkan oleh urusan HAM. Dan tak bakal ada gerombolan macam FPI yg bertingkah macam preman kampungan itu.

Tapi, tak mungkin rasanya. Indonesia diketahui sebagai negara yg beragama, walau pada akhirnya lebih banyak golongan mabuk agama yg malah menodai citra agama itu sendiri.

Wes turuo, awakmu duduk iwak, opo maneh iwak peyek sego jagung

Hari ini 03:37
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.