ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Isu Penculikan Resahkan Bogor
JAKARTA, - Isu penculikan yang beredar melalui short message service (SMS) berantai membuat sebagian masyarakat Bogor resah. Terlebih SMS itu menyebutkan tujuan penculikan adalah mengambil organ tubuh korban.
SMS itu juga menyebutkan yang menjadi sasaran penculikan adalah anak-anak. Pesan singkat yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan itu sudah memakan korban. Salah satunya, Alosius (42), warga Jakarta yang menjadi korban aksi keroyok massa karena dituding sebagai pelaku penculikan.
Korban nyaris tewas dihakimi massa saat berada di Kampung Balandongan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Terkait adanya isu penculikan tersebut, Polri meminta masyarakat untuk tidak resah dan tidak mudah percaya dengan isi SMS itu.
Kapolresta Bogor AKBP Nugroho Slamet Wibowo mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai beredarnya SMS itu. Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terlalu berlebihan menyikapi adanya isu tersebut.
"Yang jelas SMS itu tidak benar, tapi masyarakat harus tetap waspada, dan segera melapor ke polisi terdekat jika melihat ada orang yang mencurigakan," ujarnya.
Nugroho menambahkan, pihaknya sangat serius menangani berbagai kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Kota Bogor. Termasuk kasus penculikan yang pernah terjadi di Kota Bogor.
"Kasus penculikan yang menimpa warga negara Korea Selatan sudah berhasil kami ungkap, dan pelakunya ditangkap, itu bukti kami sangat concern terhadap kasus yang menyangkut nyawa manusia," tegasnya.
Sejumlah warga yang dimintai tanggapannya mengenai adanya SMS tentang penculikan itu mengaku resah. Ny Andini (33) warga Kelurahan Katulampa, Bogor Timur mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya isu itu dari seorang karyawan toko yang ada di perumahan tempat tinggalnya.
"Waktu mau belanja, karyawan toko itu bilang agar saya lebih hati-hati menjaga anak kecil, soalnya saat ini banyak berkeliaran pelaku penculikan," kata Andini.
Dia menambahkan, karyawan toko minimarket itu juga sempat mengatakan bahwa beberapa hari lalu sempat ada orang tidak dikenal berbelanja di tokonya. "Karyawan toko itu bilang, orang itu nanya nama seorang anak kecil yang kebetulan berbelanja di tokonya," ujarnya.
Karyawati sebuah perusahaan swasta itu pun langsung mewanti-wanti anak perempuannya yang masih duduk di kelas dua SD agar lebih berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal.
"Sebagai orangtua kami tetap khawatir dengan adanya isu itu," ucapnya
JAKARTA, - Isu penculikan yang beredar melalui short message service (SMS) berantai membuat sebagian masyarakat Bogor resah. Terlebih SMS itu menyebutkan tujuan penculikan adalah mengambil organ tubuh korban.
SMS itu juga menyebutkan yang menjadi sasaran penculikan adalah anak-anak. Pesan singkat yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan itu sudah memakan korban. Salah satunya, Alosius (42), warga Jakarta yang menjadi korban aksi keroyok massa karena dituding sebagai pelaku penculikan.
Korban nyaris tewas dihakimi massa saat berada di Kampung Balandongan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Terkait adanya isu penculikan tersebut, Polri meminta masyarakat untuk tidak resah dan tidak mudah percaya dengan isi SMS itu.
Kapolresta Bogor AKBP Nugroho Slamet Wibowo mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai beredarnya SMS itu. Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terlalu berlebihan menyikapi adanya isu tersebut.
"Yang jelas SMS itu tidak benar, tapi masyarakat harus tetap waspada, dan segera melapor ke polisi terdekat jika melihat ada orang yang mencurigakan," ujarnya.
Nugroho menambahkan, pihaknya sangat serius menangani berbagai kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Kota Bogor. Termasuk kasus penculikan yang pernah terjadi di Kota Bogor.
"Kasus penculikan yang menimpa warga negara Korea Selatan sudah berhasil kami ungkap, dan pelakunya ditangkap, itu bukti kami sangat concern terhadap kasus yang menyangkut nyawa manusia," tegasnya.
Sejumlah warga yang dimintai tanggapannya mengenai adanya SMS tentang penculikan itu mengaku resah. Ny Andini (33) warga Kelurahan Katulampa, Bogor Timur mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya isu itu dari seorang karyawan toko yang ada di perumahan tempat tinggalnya.
"Waktu mau belanja, karyawan toko itu bilang agar saya lebih hati-hati menjaga anak kecil, soalnya saat ini banyak berkeliaran pelaku penculikan," kata Andini.
Dia menambahkan, karyawan toko minimarket itu juga sempat mengatakan bahwa beberapa hari lalu sempat ada orang tidak dikenal berbelanja di tokonya. "Karyawan toko itu bilang, orang itu nanya nama seorang anak kecil yang kebetulan berbelanja di tokonya," ujarnya.
Karyawati sebuah perusahaan swasta itu pun langsung mewanti-wanti anak perempuannya yang masih duduk di kelas dua SD agar lebih berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal.
"Sebagai orangtua kami tetap khawatir dengan adanya isu itu," ucapnya