• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Istri Napi Teroris Mengaku 2 Kali Menyusup Dalam Sel

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Proses pemindahan empat narapidana terorisme di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Jumat (11/9/2015), berlangsung mencengangkan. Tim gabungan Brimob, Gegana Polda Jatim dan Polres Sidoarjo kaget melihat seorang perempuan di kamar napi teroris yang akan dipindahkan. Perempuan itu diakui sebagai istri Abdullah.

Dari pengakuan perempuan itu ke penyidik Polres Sidoarjo, dia dua kali menyusup ke kamar suaminya. Aksi pertama dilakukan pada 2014. "Pengakuannya dua kali. Yang kedua ini kepergok," ujar Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono.

Masih kata Anggoro, perempuan itu mengaku sebagai isteri pertama napi teroris yang dipindahkan itu. Sehari-hari, perempuan tersebut tinggal di rumah kontrakan di sekitar Lapas Porong.

"Saat ini kami masih memeriksa dia terkait modus menyusupnya ke sel lapas," imbuhnya.
Tim gabungan menemukan perempuan ini bersembunyi di belakang lemari (bukan kamar mandi). Saat itu, tim hendak menjemput napi teroris yang tidak lain adalah suami perempuan ini untuk dipindahkan ke lapas lain.
Pemindahan ini dilakukan karena napi teroris tersebut menghasut napi lain. Diberitakan sebelumnya, empat narapida yang dipindahkan adalah AM, DR, MS dan ES. Mereka disebar ke empat lapas berbeda.

AM dipindahkan ke Lapas Madiun, ES ke Lapas Jember, DR ke Lapas Kediri dan MS ke Lapas Pamekasan. Proses pemindahan ini berlangsung ketat.
Petugas Lapas mencium narapidana ini berkaitan dengan faham dan kelompok radikal ISIS. Petugas menemukan bendera gerakan yang berkembang di Suriah dan Iraq.
Selain bendera, petugas juga menemukan buku berisi jihad dan perangkat atau rangkain elektronik yang dianggap berbahaya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.