• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Istilah Baru dalam Bekerja, QQ alias Quiet Quitting

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ane share aja karena ini ane juga baru denger (baca). Jadi ada istilah baru dalam dunia bekerja yaitu Quiet Quitting. Kata artikel2 itu sih, ini awalnya muncul dari sebuah viralnya sebuah video Tik Tok. Kalau ditelusuri lagi, gejala atau fenomena Quiet Quitting ini mengikuti #tangping (lie flat) yg lebih dahulu muncul di Cina.

Kalau ane baca-baca lagi sih, menurut ane Quiet Quitting ini bukan fenomena baru. Bahkan lumayan banyak ditemukan di negara kita, Indonesia. Jadi cuma istilahnya saja yg baru.

Jadi apa sih itu Quiet Quitting?

Quiet Quitting itu artinya tidak bekerja melebihi job deskripsi yg sudah ditentukan perusahaan.

Fenomena ini muncul awal mulanya karena pekerja yg merasa diperah habis-hadapatn oleh perusahaan & kemudian menolak untuk bekerja di luar job deskripsi. Bisa juga diartikan, menolak untuk menanggung beban kerja lebih dari gaji yg mereka terima. Kalau narasi yg sering terbentuk di dunia kerja sebelumnya, kan kerja extra itu jadi sesuatu yg spesial & menentukan kemajuan karier.

Mereka yg bekerja extra (siap lembur tanpa uang lembur, di luar jam kantor masih siap terima telp dr atasan, dst), dipandang sebagai sosok yg perlu diteladani.

Sayangnya ketika narasi itu diterima oleh mayoritas pekerja, maka perlahan-lahan, sesuatu yg positif & istimewa itu jadi sesuatu yg biasa.

Hal yg sebaliknyalah yg terjadi. Yaitu perusahaan (atau atasan) menganggap wajar/biasa kalau karyawan bekerja melebihi job deskripsinya. Dan mengganggap seorang karyawan itu malas, ketika karyawan tidak bersedia mengerjakan tugas yg berada di luar job deskripsinya.

Sampai di sini sebenarnya menurut ane, Quiet Quitting itu sih wajar aja ya. Bahkan dapat dikatakan positif, karena mengembalikan posisi karyawan seimbang sesuai dengan imbal balik yg diberikan perusahaan.

Bahkan mereka yg memilih mengembalikan porsi kerja, sesuai pada porsi yg semestinya, pada akhirnya dapat membagi waktu mereka dengan lebih baik. Waktu untuk keluarga, waktu untuk mengembangkan diri, dst.

Jadi sedikit lebih negatif ketika quiet quitting itu dipahami sebagai bekerja seminimal mungkin, sedemikian rupa sehingga kita nggak hingga dipecat dari pekerjaan kita saat ini.

Opini ane pribadi, ya sebagai karyawan ane setujulah dengan fenomena ini. Yang penting, karyawan juga harus fair, kalau kerja spek minimum ya jangan iri/cemburu kalau misalnya rekan kerja yg lebih rajin dapat promosi.
emoticon-Leh Uga

Kalau agan-agan yg lain bagaimana?

Sumber
1. https://www.pikiran-rakyat.com/tekno...ngan-anak-muda
2. https://www.bbc.com/news/business-62638908

Hari ini 11:37
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.