talam
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 48451
- Sejak
- 16 Jul 2008
- Pesan
- 3.672
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Dihari kedua serangan udaranya, Israel melakukan pengeboman atas terowongan pasokan di Jalur Gaza bagian selatan.
Satu terowongan besar yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke Gaza dari Mesir adalah salah satu dari tiga terowongan yang rusak total, demikian dikatakan Palestina.
Israel sementara itu mengatakan telah membom lebih dari 40 terowongan.
Israel juga mengancam akan melancarkan serangan darat dan telah memanggil 6500 tentara cadangannya.
Palestina mengatakan sedikitnya 280 orang tewas dalam serangan udara selama dua hari ini.
Israel menuduh militan Palestina menggunakan jaringan terowongan untuk menyelundupkan senjata ke Gaza.
Saat jet-jet Israel menggempur Jalur Gaza selatan, ratusan warga Palestina menyerbu pagar perbatasan Gaza-Mesir, tetapi pasukan keamanan Mesir mencegah mereka masuk ke negara itu.
Pasukan keamanan Mesir melepas tembakan dan beberapa korban luka-luka dilaporkan telah jatuh.
Seorang dokter di rumah sakit Shifa, kota Gaza, menggambarkan suasana yang kacau balau dengan menipisnya persediaan medis, bahan bakar maupun air.
Dr Khamis El Essi mengatakan kepada BBC bahwa banyak orang harus dirawat karena luka di punggung maupun kepala. Beberapa pasien harus dipotong tangannya.
Menurutnya beberapa yang terluka adalah perawat dan keluarga yang berlindung di mesjid yang dihantam serangan udara Israel.
Sasaran Israel adalah kota-kota besar Jalur Gaza termasuk kota Gaza di utara dan Khan Younis serta Rafah di selatan.
Israel mengatakan operasi militer ini mungkin akan berlangsung lama dan di hari pertama mereka mengatakan berhasil menyelesaikan 210 titik sasaran yang mereka rencanakan.
''Israel akan meneruskan serangan hingga tercipta lingkungan yang aman di selatan, ketika penduduk sudah tidak lagi harus hidup dalam teror ataupun ketakutan akan terkena serangan roket,'' kata jurubicara pemerintah Mark Regev.
Dewan Keamanan PBB mengakhiri pertemuan daruratnya dengan menyerukan diakhirinya permusuhan serta mengingatkan akan akibat serius dari meningkatnya tindak kekerasan di Gaza.
Dutabesar Amerika untuk PBB Zalmay Khalilzad menyebut Hamas sebagai faktor kunci untuk meredakan ketegangan.
''Menurut kami jalan kedepan adalah agar serangan roket ke Israel dihentikan, semua tindak kekerasan akan kemudian berhenti,'' kata Khalilzad.
Pernyataannya ini didukung dari Kairo oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang organisasinya, Fatah, menjadi saingan sengit Hamas.
''Kami sebenarnya bisa menghindari kejadian ini,'' kata Abbas sambil menyebut Hamas seharusnya memperbaharui gencatan senjatanya sebelum berakhir.
Serangan udara itu terjadi hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata selesai dan Israel mempersiapkan pemilihan umumnya bulan Februari.
Menteri pertahan Israel Ehud Barak menggambarkan operasi militer itu dengan sangat kelam, ''tiba waktunya untuk bertempur''.
Sebagai jawabannya, pemimpin Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal, menyerukan gerakan intifadah baru. Sementara pemimpin Hamas di Gaza, Ismail Haniya, menyerukan serangan itu pembantaian mengerikan.
Sumber : Klik Disini
