• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

islam didalam buddha???

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

dewasa00

IndoForum Beginner D
No. Urut
23049
Sejak
28 Sep 2007
Pesan
607
Nilai reaksi
13
Poin
18
based on my quote'ss today

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quraan ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu." (al an'aam ayat 25)

ini adalah jawaban gw buat loe.. seperti apapun pengetahuan tentang muhammad yang dateng kepada loe.. loe ga bakal mau tau.. ga bakal mau ngerti.. ga bakal mau percaya.. ga bakal mau terima.. karena diri loe emang udah dilahirkan untuk ga percaya itu semua..

islam percaya akan nabi muhammad.. sebagai utusan allah..
hindu percaya akan nabi muhammad (dalam satu kitabnya)
budha.. hampir.. (karena ada ayatnya yang cocok dengan ciri ciri muhammad)
kristen dan nasrani.. hampir di semua kitab perjanjian lama.. bahkan ada 1 injil yang tidak dimasukkan ke dalam alkitab.. injil barnabas.. injil yang mengakui nabi muhammad.. nabi setelah isa almasih..

karena apa? orang israel kesel karena yang menjadi penerus agama samawi adalah muhammad.. mereka ga nerima akan hal itu.. harusnya bangsa mereka lah yang menjadi penerus agama samawi.. tapi ya namanya manusia manusia sombong.. segala nabi yang diutus kepada mereka mati dibunuh.. walaupun sesungguhnya nabi nabi itu ga ada yg mati sengsara..

apa bnr bagi kalian umat buddhaada ayat di tripitaka yg cocok dgn MUHAMMAD???

mohon jawabannya tengkyu
 
Tidak ada yang Namanya Muhammad dalam Tipitaka.

Kutipan dari FA
Tradisi Budha

Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.

Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang terbaca dalam kitab suci kaum Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan). Ada sejumlah kesamaan lain yang akan diuraikan di bawah.

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.

Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa “…tak satu kata pun yang mampu menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” Pembaca bisa merujuk sejarah Islam secara detail. Baik Muslim maupun non-Muslim sepakat dalam menegaskan bahwa Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi saw.. Dalam kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya) begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah merasa bosan dan puas.” Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan dan lawan. Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.

Seorang Budha mestilah seorang manusia—bukan dewa. Sang Budha tersebut mesti memiliki lima karunia khusus, yakni karunia harta kekayaan, karunia anak, karunia istri, karunia kekuasaan (yakni kepemimpinan), dan karunia kehidupan dan pengikut. Sebagai tambahan, Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung pada amal perbuatan individu.

Ciri-ciri di atas jelas senapas dengan kehidupan Nabi Muhammad saw. Kita saksikan bahwa Nabi saw seorang yang memiliki lima hal tadi. Nabi saw memiliki keturunan yang banyak sampai sekarang. Di antaranya ada yang menjadi para pemimpin (imam) bagi kaum Muslim. (Tentang keturunan yang banyak ini, baca Kejadian 12: 2, 3, 7 dan Kejadian 16: 9-11, sewaktu membahas perjanjian antara Nabi Ibrahim (Kristiani; Abraham) dan Tuhan. Akhirnya, Nabi saw sendiri tidak pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan murni dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenya-taan semesta ditambah kesucian jiwanya.


Yang tulisnya itu ngawur, tidak mengerti agama Buddha.Maitreya lahir ke dunia saja belum dan belum menjadi Buddha masih Bodhisatva berdiam di Surga Tusita.

Nabi Muhammand tidak sama dengan Maitreya/Metteya.

Seorang Buddha harus memiliki 32 tanda Agung.
sedangkan Nabi Muhammad tidak memilikinya.
Seorang Buddha telah memadamkan hawa Nafsu
sedangkan Nabi muhammad masih memiliki hawa nafsu
Seorang Buddha menyebarkan Cinta Kasih
sedangkan Nabi Muhammad menyebarkan kebencian,kekerasan dan penyebaran dengan pedang. dsbnya

32 Tanda Agung :

1. Telapak kaki rata (suppatitthita-pado). Ini merupakan satu lakkhana dari Maha Purissa.

2. Pada telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.

3. Tumit yang bagus (ayatapanhi).

4. Jari-jari panjang (digha-anguli)

5. Tangan dan kaki yang lembut serta halus (mudutaluna).

6. Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).

7. Pergelangan kaki yang agak tinggi (ussankha-pado).

8. Kaki yang bagaikan kaki kijang (enijanghi)

9. Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa membungkukkan badan.

10.Kemaluan terbungkus selaput (kosohitavattha-guyho).

11.Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas (suvannavanno)

12.Kulitnya sangat lembut dan halus / sehingga tidak ada debu yang dapat melekat pada kulit

13.Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.

14.Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.

15.Potongan tubuh yang agung (brahmuiu-gatta).

16.Tujuh tonjolan (sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan badan.

17.Dada bagaikan dada singa (sihapubbaddha kayo).

18.Pada kedua bahunya tak ada lekukan (citantaramso).

19.Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan, bagaikan pohon (beringin), Nigroda.

20.Dada yang sama lebarnya (samavattakkhandho).

21.Indera perasa sangat peka (rasaggasaggi).

22.Rahang bagaikan rahang singa (siha-banu).

23.Empat puluh buah gigi (cattarisa-danto).

24.Gigi-geligi rata (sama-danto).

25.Antara gigi-gigi tak ada celah (avivara-danto).

26.Gigi putih bersih (susukka-datho).

27.Lidah panjang (pahuta-jivha).

28.Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.

29.Mata biru (abhinila netto).

30.Bulu mata lentik, bagaikan bulu mata sapi (gopakhumo).

31.Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas yang lembut.

32.Kepala bagaikan berserban (unhisasiso).

-----------------------------------------
BUDDHA
Arti Buddha (dalam Khuddaka Nikaya) adalah:

Dia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran

Ia yang telah mencapai Penerangan Sempurna

Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi

Ia yang telah mencapai kesempurnaan melalui 'penembusan', sempurna penglihatannya, dan mencapai kesempurnaan tanpa bantuan siapapun.

Di dalam Anguttara Nikaya Tikanipata 20/265, disebutkan tentang sifat-sifat mulia Sang Buddha, atau disebut Buddhaguna. Ada sembilan Buddhaguna, yaitu:

Araham= manusia suci yang terbebas dari kekotoran batin

Sammasambuddho = manusia yang mencapai penerangan sempurna dengan usahanya sendiri

Vijjacaranasampanno = mempunyai pengetahuan sempurna dan tindakannya juga sempurna

Sugato = yang terbahagia

Lokavidu = mengetahui dengan sempurna keadaan setiap alam

Anuttaro purisadammasarathi = pembimbing umat manusia yang tiada bandingnya

Satta devamanussanam = guru para dewa dan manusia

Buddho = yang sadar

Bhagava = yang patut dimuliakan (dijunjung)
 
based on my quote'ss today



apa bnr bagi kalian umat buddhaada ayat di tripitaka yg cocok dgn MUHAMMAD???

mohon jawabannya tengkyu

ada apa nih? nyari backup kesini dulu??

Tidak ada yang Namanya Muhammad dalam Tipitaka.

Yang tulisnya itu ngawur, tidak mengerti agama Buddha.Maitreya lahir ke dunia saja belum dan belum menjadi Buddha masih Bodhisatva berdiam di Surga Tusita.

Nabi Muhammand tidak sama dengan Maitreya/Metteya.

Seorang Buddha harus memiliki 32 tanda Agung.
sedangkan Nabi Muhammad tidak memilikinya.
Seorang Buddha telah memadamkan hawa Nafsu
sedangkan Nabi muhammad masih memiliki hawa nafsu
Seorang Buddha menyebarkan Cinta Kasih
sedangkan Nabi Muhammad menyebarkan kebencian,kekerasan dan penyebaran dengan pedang. dsbnya

32 Tanda Agung :

1. Telapak kaki rata (suppatitthita-pado). Ini merupakan satu lakkhana dari Maha Purissa.

2. Pada telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.

3. Tumit yang bagus (ayatapanhi).

4. Jari-jari panjang (digha-anguli)

5. Tangan dan kaki yang lembut serta halus (mudutaluna).

6. Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).

7. Pergelangan kaki yang agak tinggi (ussankha-pado).

8. Kaki yang bagaikan kaki kijang (enijanghi)

9. Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa membungkukkan badan.

10.Kemaluan terbungkus selaput (kosohitavattha-guyho).

11.Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas (suvannavanno)

12.Kulitnya sangat lembut dan halus / sehingga tidak ada debu yang dapat melekat pada kulit

13.Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.

14.Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.

15.Potongan tubuh yang agung (brahmuiu-gatta).

16.Tujuh tonjolan (sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan badan.

17.Dada bagaikan dada singa (sihapubbaddha kayo).

18.Pada kedua bahunya tak ada lekukan (citantaramso).

19.Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan, bagaikan pohon (beringin), Nigroda.

20.Dada yang sama lebarnya (samavattakkhandho).

21.Indera perasa sangat peka (rasaggasaggi).

22.Rahang bagaikan rahang singa (siha-banu).

23.Empat puluh buah gigi (cattarisa-danto).

24.Gigi-geligi rata (sama-danto).

25.Antara gigi-gigi tak ada celah (avivara-danto).

26.Gigi putih bersih (susukka-datho).

27.Lidah panjang (pahuta-jivha).

28.Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.

29.Mata biru (abhinila netto).

30.Bulu mata lentik, bagaikan bulu mata sapi (gopakhumo).

31.Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas yang lembut.

32.Kepala bagaikan berserban (unhisasiso).

-----------------------------------------
BUDDHA
Arti Buddha (dalam Khuddaka Nikaya) adalah:

Dia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran

Ia yang telah mencapai Penerangan Sempurna

Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi

Ia yang telah mencapai kesempurnaan melalui 'penembusan', sempurna penglihatannya, dan mencapai kesempurnaan tanpa bantuan siapapun.

Di dalam Anguttara Nikaya Tikanipata 20/265, disebutkan tentang sifat-sifat mulia Sang Buddha, atau disebut Buddhaguna. Ada sembilan Buddhaguna, yaitu:

Araham= manusia suci yang terbebas dari kekotoran batin

Sammasambuddho = manusia yang mencapai penerangan sempurna dengan usahanya sendiri

Vijjacaranasampanno = mempunyai pengetahuan sempurna dan tindakannya juga sempurna

Sugato = yang terbahagia

Lokavidu = mengetahui dengan sempurna keadaan setiap alam

Anuttaro purisadammasarathi = pembimbing umat manusia yang tiada bandingnya

Satta devamanussanam = guru para dewa dan manusia

Buddho = yang sadar

Bhagava = yang patut dimuliakan (dijunjung)

karakteristik budha seperti apa tuh? budha cina apa budha india? tapi kalo gw liat avatar loe sih udah jelas.. loe adalah budha cina.. karena setau gw karakteristik seperti itu kerap dimunculkan dalam sinema laga mandarin.. biksu beralis panjang.. biksu yg memancarkan emas.. bla bla bla..

budha gautama sendiri asalnya dari india.. dan setau gw ga ada tuh yg punya rambut atau alis putih.. adanya juga dari kebudayaan cina..

1. Buddha meramalkan kedatangan seorang “Maitreya”:

Di dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. 111, 76:

“Akan lahir ke dunia ini seorang Buddha yang dikenali dengan nama Maitreya (baik dan murah hati). Maitreya ini ialah seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, yang bertuah dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya ini dapat daripada alam ghaib beliau akan sebarkan risalah ini keseluruh alam. Maitreya ini akan dakwahkan agama beliau yang agung ini daripada awal hingga keakhir. Buddha berkata bahawa Maitreya ini akan memperkanalkan satu cara hidup yang sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut Maitreya ini lebih ramai daripada pengikut aku (Buddha)”.

Di dalam buku ini Sacred Books of the East jilid 35 muka surat 225

“Aku bukanlah satu-satunya Buddha sahaja. Selepas aku akan lahir seorang Buddha lagi yang dikenali dengan nama Maitreya. Dia akan memiliki banyak sifat-sifat yang mulia dan utama. Kalau anak murid aku beratus-ratus anak murid, Maitreya tersebut beribu-ribu.”

Satu Iagi ramalan tentang Maitreya (Kitab Agama Buddha oleh Carus muka surat 217 dan 218-dari negara Ceylon (Sri Lanka). “Ananda (anak murid Buddha) bertanya kepada Gautama Buddha, `Siapakah akan mengajar kita semua selepas kamu meninggalkan kami?‘

Gautama Buddha menjawab:

“Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia ini. Selepas aku seorang Buddha lagi akan dihantar ke dunia ini. Dialah seorang yang kudus atau suci, yang mempunyai kesedaran yang tinggi, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, mempunyai akhlak yang baik, yang mengenali alam ini, pemimpin manusia yang bijaksana, yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain. Dia akan mengajar kepada kamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi serta yang terpuji. Agama yang diajar oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang sempurna dan suci. Kalau anak murid aku beratus-ratus tetapi anak murid Buddha ini ialah beribu-ribu.”

Ananda bertanya lagi, ‘Bagaimana kami hendak mengenali Buddha ini ?’

Jawab Gautama Buddha: “Dia akan dikenali dengan gelaran Maitreya.”

Perkataan `Maitreya’ di dalam bahasa Sanskrit atau “Metteyya” di dalam bahasa Pali bererti dia yang memiliki sifat kasih sayang, belas kasihan, baik atau murah hati. Ia juga membawa makna seseorang yang pemurah dan mesra. Satu perkataan Arab yang membawa arti segala sifat yang tersebut ialah ‘Rahmat’. Di dalam Al-Quran (Surah Al Anbiyaa, Surah 21 ayat 107)

“Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus kamu (Muhammad),melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Nabi Muhammad dipanggil dengan gelaran “dia yang bersifat kasih sayang atau rahmat atau ‘Maitreya’.

>Perkataan Belas Kasihan dan dia yang Bersifat Belas Kasihan disebut di dalam Al-Quran tidak kurang daripada 409 kali.

>Tiap-tiap Surah di dalam AI Quran bermula dengan perkataan yang amat indah sekali iaitu “Bismillah Hir-Rahman Nir-Rahim” yang bererti “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang’.
Hanya Surah At Taubah (Surah 9) tidak bermula dengan perkataan Bismillah

>Perkataan Muhammad ada juga di eja “Mahamet” atau “Mahomet” atau ejaan yang lain dalam berbagai bahasa. Perkataan “Maho” di dalam bahasa Pali dan “Maha” di dalam bahasa Sanskrit bererti sangat baik atau besar atau sangat mulia dan masyhur dan perkataan “Metta” bererti belas kasihan. Maka perkataan “Mahamet” atau ”Mahomet” bererti Belas Kasihan Yang Amat Besar.

2. Ajaran agama Buddha untuk semua lapisan masyarakat

Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11, muka surat 36 Maha-Parinibbana Sutta Bab 2 Ayat 32:

Buddha pernah menyebut “Saya sudah menyampaikan keseluruhan agama saya yang benar kepada semua lapisan masyarakat. Wahai Ananda, (anak murid beliau) seorang Tathagata tidak menyimpan sesuatu kebenaran tetapi dia akan sebarkan atau mengajar keseluruhan agama itu.

Nabi Muhammad diperintah oleh Allah Tuhan yang Maha Berkuasa untuk menyampaikan keseluruhan agama Islam kepada semua lapisan masyarakat tanpa menyimpan atau menyembunyikan sesuatu kebenaran.dari zaman Nabi hingga ke hari ini dan seterusnya Al-Quran dibaca dan di ajar secara terbuka. Nabi Muhammad dengan tegas melarang sesuatu ajaran agama itu disembunyikan.

3. Anak Murid Dan Khadam Yang Setia Kepada Buddha:

Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11 muka surat 97 Maha-Parinibbana Sutta Bab 5 Ayat 36:

“Di dalam satu syarahan Gautama Buddha memberi tahu kepada pengikut beliau, bahawasanya semua Buddha dahulu memiliki anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka. Anak murid dan khadam yang amat setia kepadaku sekarang ialah Ananda. Seterusnya Buddha yang akan datang pun akan ada anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka”.

Nabi Muhammad pun memiliki seorang anak murid dan khadam yang amat setia. Beliau ialah Anas bin Malik yang dihadiahkan oleh keluarga beliau kepada Nabi Muhammad semasa Anas berumur 8 tahun. Nabi Muhammad amat mengasihi Anas dan mengangap Anas sebagai anak Baginda sendiri. Anas sentiasa mendampingi Nabi mahupun masa senang atau susah, masa perang, atau masa damai sampai Nabi Muhammad wafat.

>Di dalam peperangan Uhud nyawa Nabi dalam keadaan bahaya dan Nabi hampir dibunuh.Walaupun begitu Anas tetap dengan Nabi.Umurnya di masa itu hanya 11 tahun sahaja.

>Dalam peperangan Hunain Nabi Muhammad dikepung oleh musuh yang terdiri daripada pemanah dan nyawa Baginda terancam tetapi Anas walaupun berumur 16 tahun tetap bersama Nabi.

Peristiwa yang tersebut di atas membuktikan bahawa Anas ialah seorang anak murid dan khadam yang benar-benar setia kepada Nabi Muhammad sama seperti Ananda kepada Gautama Buddha. Di dalam satu peristiwa Buddha di serang oleh seekor gajah yang gila. Walaupun demikian Ananda tetap bersama Buddha.

4. Enam Kriteria Untuk Mengenali Buddha:

Mengikut Kitab Agama Buddha yang di tulis oleh Carus, muka surat 214:

“Buddha pernah berkata: “Terdapat dua peristiwa di mana rupa Tathagata (Buddha) akan jadi amat cerah. Peristiwa yang pertama ialah di waktu malam bila mana beliau sudah sampai ke tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana). Peristiwa yang kedua ialah pada malam Buddha meninggal dunia yang fana ini (dia mati)”.

Mengikut Gautama Buddha ada enam kriteria untuk mengenali seorang Buddha:

>Seorang Buddha akan mencapai tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana) di waktu malam.

>Di waktu dia mencapai Nirvana rupanya akan menjadi amat cerah.

>Seorang Buddha akan meninggal dunia atau mati dengan sebab yang biasa (natural death).

>Seorang Buddha akan meninggal dunia di waktu.malam.

>Sebelum kematian rupanya akan menjadi amat cerah.

>Selepas kewafatan,seorang Buddha tidak akan wujud atau ada di alam dunia ini lagi.

>> Nabi Muhammad mencapai derajat yang paling tinggi di waktu malam bila mana Baginda di lantik menjadi seorang Rasul.Daripada Al-Quran (Surah Dukhan - Surah 44 Ayat 2-3):“Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami (Allah) menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. Mengikut satu lagi ayat daripada Al-Quran (Surah Al Qadr (Kemuliaan) Surah 97 Ayat 1).“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”

>>Semasa Nabi Muhammad di lantik menjadi seorang Rasul baginda merasa dirinya dan kefahamanya dipenuhi dengan cahaya rohani.

>>Nabi Muhammad wafat atau meninggal dunia dengan sebab yang biasa (natural death).

>>Mengikut Siti Aisyah, Nabi Muhammad wafat atau meninggal dunia di waktu malam. Malam kewafatan Nabi Muhammad tidak ada minyak lampu di rumahnya. Hatta Siti Aisyah terpaksa meminjam sedikit minyak untuk menyalakan lampu.

>>Mengikut Anas (Anak murid dan khadam setia kepada Nabi) malam kewafatan Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) rupa Nabi amat cerah sekali.

>>Selepas pengkebumian Nabi Muhammad (jasadnya) tidak dilihat lagi di alam dunia ini.

5. Semua Buddha adalah Pendakwah atau memberi Peringatan:

Mengikut Dhammapada (Sacred Books of East, jilid 10 muka surat 67) “Semua Jathagatas (Buddha) adalah Pendakwah atau memberi peringatan”.Dalam Al Quran, Allah menyebut tentang Nabi Muhammad. “Maka berilah peringatan, kerana sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (Al-Quran, Surah Al-Ghaasyiyah, (Surah 88 Ayat 21-22)

6. Ramalan Gautama Buddha Untuk Mengenali Seorang Maitreya:

Mengikut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151: Maitreya yang di tunggu akan memiliki sifat-sifat yang terpuji seperti yang tersebut dibawah:

>Perasaan belas kasihan untuk semua makhluk.
>Seorang utusan keamanan dan seorang pendamai.
>Yang paling berjaya di alam ini.

Maitreya sebagai pendakwah moral adalah:
>>Seorang yang sentiasa bercakap benar
>>Yang berbudi bahasa.
>>Yang bersifat lemah lembut dan dari keturunan bangsawan.
>>Tidak sombong atau angkuh.
>>Sebagai raja atau pemimpin kepada makhluk.
>>Sebagai contoh ikutan (dalam amalan dan perkataan atau percakapan) untuk semua manusia.
 
Kapan ada Buddha cina,tambah ngawur. Buddha karang islam yang begitu.sudah di bilangin Maitreya tidak sama dengan Muhammad. tambah ngawur lo aja, Jawaban diatas sudah sangat jelas sekali

Tidak ada yang Namanya Muhammad dalam Tipitaka.

Yang tulisnya itu ngawur, tidak mengerti agama Buddha.Maitreya lahir ke dunia saja belum dan belum menjadi Buddha masih Bodhisatva berdiam di Surga Tusita.

Nabi Muhammand tidak sama dengan Maitreya/Metteya.

Seorang Buddha harus memiliki 32 tanda Agung.
sedangkan Nabi Muhammad tidak memilikinya.
Seorang Buddha telah memadamkan hawa Nafsu
sedangkan Nabi muhammad masih memiliki hawa nafsu
Seorang Buddha menyebarkan Cinta Kasih
sedangkan Nabi Muhammad menyebarkan kebencian,kekerasan dan penyebaran dengan pedang. dsbnya



Saat ini Maitreya masih Bodhisatva berdiam di Surga Tusita dan belum mencapai Buddha. Beliau akan dilahirkan didunia dan mencapai Buddha dengan usaha sendiri, jika ajaran Sang Buddha saat ini telah dilupakan oleh orang,tidak ada Bhikkhu-ni lagi di dunia ini.
 
ini FA apa religi sih???
kok kyk di FA ya /hmm
maap kalo OOT /sry
 
untuk rekan2 Muslim sebaiknya kembali saja ke forum islam...jangan termakan upaya mengadu domba...debat islam dengan Kristiani sudah sedemikian panasnya jangan sampai merembet kepada Umat budha..dan memang gua cium ada aroma dan keinginan seseorang buat suasana jadi tambah panas dengan mengadu domba...yakini aja....agama bukan alasan yang tepat untuk saling menghujat dan mencerca...saya yakin umat budha yang baik pun tidak akan menyakiti umat laiinnya. mohon maaf sebesar2 untuk rekan2 budha kalau ada umat islam yang buat forum budha gak ubahnya jadi FA. BUAT MOD...sebaiknya thread ini di Close aja...Ts salah masuk forum...
 
semua agama mengajarkan kebaikan,tidak mengajarkan perbedaan dan pertentangan

kalau ingin melanjutkan untuk berdebat silahkan lanjut di FA /!
ingat ini thread tentang agama,jangan nodai dengan hal2 berbau flame
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.