Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
ISLAM DALAM BUDAYA MASYARAKAT SAMIN
byadmin|Dec 5, 2018|ESAI|0 comments
Proses sejarah perkembangan islam sangatlah panjang, merentang dalam kurun waktu hampir lima belas zaman sejak awal kedatangannya di jazirah Arab, Nabi Muhammad SAW diutus sebagai pembawa risalah untuk segenap umat manusia.
Sebagai risalah yg terakhir, islam diyakini jadi ajaran penyempurna ajaran ajaran Nabi era sebelumnya.
Islam sendiri adalah agamarahmatan lil alamiinyang bersifat universal. Artinya, misi & ajaran Islam tidak cuma ditujukan kepada satu kelompok, melainkan seluruh umat manusia.
Namun tidak jarang orang memahami agama secara sempit, padahal ajaran islam yg dibawa Nabi Muhammad SAW sangatlah lapang, pemahaman seperti ini menciptakan agama terasa jadi kewajiban kewajiban yg membebani & pembatasan pembatasan yg mengekang.
Akhir akhir ini banyak pendefinisian ajaran islam yg dibawa Nabi Muhammad SAW yg tutrun di Arab adalah final. Maka, budaya yg berkembang haruslah mengikuti budaya di Arab.
Sementara itu, budaya adalah suatu cara hidup yg berkembang, & dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yg rumit, termasuksistemagamadanpolitik, adat istiadat,bahasa, perkakas,pakaian,bangunan, & karyaseni.
Oleh karena itu budaya merupakan hal hal yg berkaitan dengan manusia & fikirannya. Setiap manusia mempunyai akal fikiran & budaya diwariskan pada setiap manusia pada generasinya.
Untukmu agamamu, & untukkulah, agamaku. (QS. Al-Kafirun 109:6)
Ketika perdana kali islam datang ke Indonesia, kondisi masyarakat sudah memiliki bermacam-macam agama. Dengan kondisi tersebut, penyebar agama islam mengakui adanya kemajemukan agama.
Islam mengajak orang memeluk agama islam, namun dengan adanya kemajukan tersebut bukan berarti islam mengakui kebenaran ajaran ajaran selain islam. Karena seringkali kebeneran pun bersifaat subyektif bagi pemeluk-pemeluknya.
Masyarakat Samin
Perilaku Masyarakat samin memiliki beragam keunikan. Masyarakat samin adalah sebuah fenomena kultural dengan warisan nilai budaya tinggi, yg sarat akan pesan dalam settiap ajarannya. Stigma yg muncul tentang mereka pada zaman duhulu ialah mereka terkesan berbuat seenaknya sendiri, seolah olah tak mengakui adanya negara dalam kehidupan mereka.
Masyarakat samin terkenal akan keluguannya, polos & apa adanya hingga terkesan tidak mau berubah. Samin tetap identik dengan perlawanannya kepada kolonial Belanda. Ajaran samin begitu popular sebagai simbol perlawanan rakyat kepada penjajah.
Menurut mas Yadi, yg merupakan anak kedua dari mbah Lasio (Sesepuh Ajaran Samin di Klopodhuwur, Blora, Jawa Tengah). Ajaran samin sendiri diajarkan oleh Samin Surosentiko pada Tahun 1859. Mbah Samin Sentiko meninggal saat diasingkan ke Padang pada tahun 1914.
Samin sendiri berartiSamibahasa jawa, dalam bahasa Indonesia berarti sama. Yang berarti bahwa semua makhluk hidup itu sama; antara Manusia dengan alam ataupun manusia dengan binatang.
Manusia tidak dapat seenaknya sendiri berbuat pada alam, alam harus sering diruwat tidak boleh disia siakan. Semisal kalau manusia menebang pohon jati, maka kewajiban manusia itu menanam kembali.
Islamisasi
Cerita menarik ada saat zaman orde baru ketika masyarakat samin diasingkan oleh pemerintah karena permasalahan Kartu Tanda Penduduk dimana mereka diwajibkan untuk mengisi kolom agama.
Islam dihadirkan di antara mereka namun tidak secara subtansial melainkan sekedar identitas. Islamisasi muncul dengan dalih aturan negara, masyarakat Samin pun secara serentak mengisi kolom agama dengan agama Islam. Namun secara ajaran islam itu sendiri mereka tidak mengetahuinya.
Sekiranya Tuhanmu menghendaki, niscaya berimanlah orang yg di muka bumi ini selruhnya. (tetapi Allah tidak menghendaki demikian). Apkah anda akan memaksa orang orang itu untuk jadi mukmin? (QS. Yunus: 99)
Dalam ayat diatas, jelas Allah menghendaki tidak semua manusia beriman. Dalam ayat tersebut digambarkan betapa besarnya toleransi Islam kepada ajaran lain. Lalu mengapa islamisasi itu tetap ada bahkan cuma sekedar untuk identitas?
Dengan begitu masyarakat akan memahami Islam sebagai sebuah paksaan tidak ada nilai pluralitas yg ada. Dasar falsafah Pancasila pun, dikehendaki supaya semua bangsa Indonesia masing masing bertakwa, tekun taat, mendalami ajarannya yg sesuai opsi masing masing.
Menurut Mas Yadi untuk sekarang ini negara sudah memfasilitasi bagi masyarakat samin diperkenankan untuk tidak mengisi kolom agama di KTP.
Demi kebaikan anak-anak masyarakat samin yg sudah bersekolah mereka tetap mengisinya supaya tidak ada deskriminasi. Memang yg terjadi sekarang ini semua masyarakat samin ber KTP islam, akan tetapi mereka tidak mendalami ajaran Islam.
Menghadapi fenomena yg terjadi di masyarakat samin mungkin kita perlu belajar dari masa lampau sejarah para wali tanah jawa & tempat lainnya, para wali mengintegrasikan islam & budaya secara apik & efektif sebagai bagian dari strategi.
Diperlukan pendekatan yg lengkap baik pendekatan konsep maupun pendekatan praktis.
Sangat disayangkan kalau islamnya orang Samin cuma mengaku islam secara KTP, padahal ajaran mereka penuh pesan & sarat makna.
Masyarakat Samin sendiri memahami semua agama itu baik, cuma saja yg membedakannya ialah perjalanan hidup, perbuatan & pekerti seseorang.
Penulis:Nur Rizal Al Hadqi (JOGJA)
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya(Diakses pada 29 November)
Suyami, ed, 2007,Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin Kabupaten BloraJawa Tengah, Yogyakarta: Kantor Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Blora.
https://indonesiaimaji.com/islam-dal...yarakat-samin/ Hari ini 15:34
byadmin|Dec 5, 2018|ESAI|0 comments
Proses sejarah perkembangan islam sangatlah panjang, merentang dalam kurun waktu hampir lima belas zaman sejak awal kedatangannya di jazirah Arab, Nabi Muhammad SAW diutus sebagai pembawa risalah untuk segenap umat manusia.
Sebagai risalah yg terakhir, islam diyakini jadi ajaran penyempurna ajaran ajaran Nabi era sebelumnya.
Islam sendiri adalah agamarahmatan lil alamiinyang bersifat universal. Artinya, misi & ajaran Islam tidak cuma ditujukan kepada satu kelompok, melainkan seluruh umat manusia.
Namun tidak jarang orang memahami agama secara sempit, padahal ajaran islam yg dibawa Nabi Muhammad SAW sangatlah lapang, pemahaman seperti ini menciptakan agama terasa jadi kewajiban kewajiban yg membebani & pembatasan pembatasan yg mengekang.
Akhir akhir ini banyak pendefinisian ajaran islam yg dibawa Nabi Muhammad SAW yg tutrun di Arab adalah final. Maka, budaya yg berkembang haruslah mengikuti budaya di Arab.
Sementara itu, budaya adalah suatu cara hidup yg berkembang, & dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yg rumit, termasuksistemagamadanpolitik, adat istiadat,bahasa, perkakas,pakaian,bangunan, & karyaseni.
Oleh karena itu budaya merupakan hal hal yg berkaitan dengan manusia & fikirannya. Setiap manusia mempunyai akal fikiran & budaya diwariskan pada setiap manusia pada generasinya.
Untukmu agamamu, & untukkulah, agamaku. (QS. Al-Kafirun 109:6)
Ketika perdana kali islam datang ke Indonesia, kondisi masyarakat sudah memiliki bermacam-macam agama. Dengan kondisi tersebut, penyebar agama islam mengakui adanya kemajemukan agama.
Islam mengajak orang memeluk agama islam, namun dengan adanya kemajukan tersebut bukan berarti islam mengakui kebenaran ajaran ajaran selain islam. Karena seringkali kebeneran pun bersifaat subyektif bagi pemeluk-pemeluknya.
Masyarakat Samin
Perilaku Masyarakat samin memiliki beragam keunikan. Masyarakat samin adalah sebuah fenomena kultural dengan warisan nilai budaya tinggi, yg sarat akan pesan dalam settiap ajarannya. Stigma yg muncul tentang mereka pada zaman duhulu ialah mereka terkesan berbuat seenaknya sendiri, seolah olah tak mengakui adanya negara dalam kehidupan mereka.
Masyarakat samin terkenal akan keluguannya, polos & apa adanya hingga terkesan tidak mau berubah. Samin tetap identik dengan perlawanannya kepada kolonial Belanda. Ajaran samin begitu popular sebagai simbol perlawanan rakyat kepada penjajah.
Menurut mas Yadi, yg merupakan anak kedua dari mbah Lasio (Sesepuh Ajaran Samin di Klopodhuwur, Blora, Jawa Tengah). Ajaran samin sendiri diajarkan oleh Samin Surosentiko pada Tahun 1859. Mbah Samin Sentiko meninggal saat diasingkan ke Padang pada tahun 1914.
Samin sendiri berartiSamibahasa jawa, dalam bahasa Indonesia berarti sama. Yang berarti bahwa semua makhluk hidup itu sama; antara Manusia dengan alam ataupun manusia dengan binatang.
Manusia tidak dapat seenaknya sendiri berbuat pada alam, alam harus sering diruwat tidak boleh disia siakan. Semisal kalau manusia menebang pohon jati, maka kewajiban manusia itu menanam kembali.
Islamisasi
Cerita menarik ada saat zaman orde baru ketika masyarakat samin diasingkan oleh pemerintah karena permasalahan Kartu Tanda Penduduk dimana mereka diwajibkan untuk mengisi kolom agama.
Islam dihadirkan di antara mereka namun tidak secara subtansial melainkan sekedar identitas. Islamisasi muncul dengan dalih aturan negara, masyarakat Samin pun secara serentak mengisi kolom agama dengan agama Islam. Namun secara ajaran islam itu sendiri mereka tidak mengetahuinya.
Sekiranya Tuhanmu menghendaki, niscaya berimanlah orang yg di muka bumi ini selruhnya. (tetapi Allah tidak menghendaki demikian). Apkah anda akan memaksa orang orang itu untuk jadi mukmin? (QS. Yunus: 99)
Dalam ayat diatas, jelas Allah menghendaki tidak semua manusia beriman. Dalam ayat tersebut digambarkan betapa besarnya toleransi Islam kepada ajaran lain. Lalu mengapa islamisasi itu tetap ada bahkan cuma sekedar untuk identitas?
Dengan begitu masyarakat akan memahami Islam sebagai sebuah paksaan tidak ada nilai pluralitas yg ada. Dasar falsafah Pancasila pun, dikehendaki supaya semua bangsa Indonesia masing masing bertakwa, tekun taat, mendalami ajarannya yg sesuai opsi masing masing.
Menurut Mas Yadi untuk sekarang ini negara sudah memfasilitasi bagi masyarakat samin diperkenankan untuk tidak mengisi kolom agama di KTP.
Demi kebaikan anak-anak masyarakat samin yg sudah bersekolah mereka tetap mengisinya supaya tidak ada deskriminasi. Memang yg terjadi sekarang ini semua masyarakat samin ber KTP islam, akan tetapi mereka tidak mendalami ajaran Islam.
Menghadapi fenomena yg terjadi di masyarakat samin mungkin kita perlu belajar dari masa lampau sejarah para wali tanah jawa & tempat lainnya, para wali mengintegrasikan islam & budaya secara apik & efektif sebagai bagian dari strategi.
Diperlukan pendekatan yg lengkap baik pendekatan konsep maupun pendekatan praktis.
Sangat disayangkan kalau islamnya orang Samin cuma mengaku islam secara KTP, padahal ajaran mereka penuh pesan & sarat makna.
Masyarakat Samin sendiri memahami semua agama itu baik, cuma saja yg membedakannya ialah perjalanan hidup, perbuatan & pekerti seseorang.
Penulis:Nur Rizal Al Hadqi (JOGJA)
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya(Diakses pada 29 November)
Suyami, ed, 2007,Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin Kabupaten BloraJawa Tengah, Yogyakarta: Kantor Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Blora.
https://indonesiaimaji.com/islam-dal...yarakat-samin/ Hari ini 15:34