Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
RIYADH, KAMIS - Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menegaskan, Inggris harus terlebih dahulu mengakui bahwa para pelaut dan marinir mereka melanggar batas perairan Iran sehingga krisis yang terjadi saat ini bisa dicari jalan keluarnya.
Pernyataan Mottaki itu muncul dalam wawancara dengan Associated Press, Rabu (28/3) malam, di tengah meningkatnya ketegangan Iran-Inggris menyusul ditangkapnya 15 pelaut Inggris di perairan Shatt al-Arab.
Teheran mengklaim bahwa 15 pelaut itu masuk ke perairan Iran secara ilegal, tetapi Inggris berkeras bahwa pelautnya berada di perairan Irak.
Menurut Mottaki, bila masuk ke perairan Iran itu merupakan kesalahan (tidak sengaja), "Hal ini bisa diselesaikan. Namun, mereka harus menunjukkan bahwa itu adalah kesalahan. Hal itu akan membantu kita untuk mengakhiri isu ini."
"Mengakui kesalahan akan membantu penyelesaian masalah," kata Mottaki di Riyadh, di tengah acara KTT Arab.
Ini pertama kalinya Iran secara terbuka mengajukan usulan untuk mengatasi krisis. Akan tetapi, tampaknya Inggris sulit memenuhi permintaan itu karena hari Rabu mereka mengeluarkan data-data berdasarkan satelit yang menunjukkan bahwa sewaktu insiden tersebut terjadi, ke-15 pelaut itu masih berada di 1,7 mil laut di dalam perairan Irak.
Namun, belum ada tanggapan resmi dari London atas pernyataan Mottaki.
Pengakuan pelaut
Situasi menjadi lebih rumit karena kemarin televisi Iran menayangkan rekaman video berisi gambar 15 pelaut Inggris, di mana salah satu pelautnya, Faye Turney (26)—satu-satunya perempuan—mengakui bahwa ia dan rekan-rekannya telah memasuki perairan Iran.
"Jelas kami memasuki tanpa izin perairan Iran. Mereka (Iran) sangat bersahabat, sangat baik, dan penuh perhatian. Orang- orang baik," kata Faye Turney dalam suratnya kepada keluarganya, yang dirilis Kedutaan Besar Iran di London.
"Saya telah menulis kepada warga Iran untuk memaafkan kami yang telah memasuki perairan mereka," tulis Faye Turney yang pembebasannya dibatalkan setelah Iran menilai Inggris mengambil langkah yang "tidak tepat". Inggris hari Rabu memutuskan membekukan seluruh hubungan bisnis dengan Iran.
Sampai saat ini keberadaan 15 pelaut itu masih dirahasiakan, namun Mottaki mengatakan, Teheran mengizinkan pejabat Inggris untuk menemui para tahanan.
Inggris mengecam penayangan video para pelautnya dan merasa yakin "pengakuan" Faye Turney direkayasa. "Saya sangat prihatin dengan gambar-gambar tersebut dan (terhadap) indikasi yang menunjukkan adanya tekanan ataupun paksaan terhadap para personel Inggris yang melakukan operasi rutin sesuai dengan hukum internasional dan di bawah Resolusi PBB untuk mendukung Pemerintah Irak," kata Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett.
Pernyataan Mottaki itu muncul dalam wawancara dengan Associated Press, Rabu (28/3) malam, di tengah meningkatnya ketegangan Iran-Inggris menyusul ditangkapnya 15 pelaut Inggris di perairan Shatt al-Arab.
Teheran mengklaim bahwa 15 pelaut itu masuk ke perairan Iran secara ilegal, tetapi Inggris berkeras bahwa pelautnya berada di perairan Irak.
Menurut Mottaki, bila masuk ke perairan Iran itu merupakan kesalahan (tidak sengaja), "Hal ini bisa diselesaikan. Namun, mereka harus menunjukkan bahwa itu adalah kesalahan. Hal itu akan membantu kita untuk mengakhiri isu ini."
"Mengakui kesalahan akan membantu penyelesaian masalah," kata Mottaki di Riyadh, di tengah acara KTT Arab.
Ini pertama kalinya Iran secara terbuka mengajukan usulan untuk mengatasi krisis. Akan tetapi, tampaknya Inggris sulit memenuhi permintaan itu karena hari Rabu mereka mengeluarkan data-data berdasarkan satelit yang menunjukkan bahwa sewaktu insiden tersebut terjadi, ke-15 pelaut itu masih berada di 1,7 mil laut di dalam perairan Irak.
Namun, belum ada tanggapan resmi dari London atas pernyataan Mottaki.
Pengakuan pelaut
Situasi menjadi lebih rumit karena kemarin televisi Iran menayangkan rekaman video berisi gambar 15 pelaut Inggris, di mana salah satu pelautnya, Faye Turney (26)—satu-satunya perempuan—mengakui bahwa ia dan rekan-rekannya telah memasuki perairan Iran.
"Jelas kami memasuki tanpa izin perairan Iran. Mereka (Iran) sangat bersahabat, sangat baik, dan penuh perhatian. Orang- orang baik," kata Faye Turney dalam suratnya kepada keluarganya, yang dirilis Kedutaan Besar Iran di London.
"Saya telah menulis kepada warga Iran untuk memaafkan kami yang telah memasuki perairan mereka," tulis Faye Turney yang pembebasannya dibatalkan setelah Iran menilai Inggris mengambil langkah yang "tidak tepat". Inggris hari Rabu memutuskan membekukan seluruh hubungan bisnis dengan Iran.
Sampai saat ini keberadaan 15 pelaut itu masih dirahasiakan, namun Mottaki mengatakan, Teheran mengizinkan pejabat Inggris untuk menemui para tahanan.
Inggris mengecam penayangan video para pelautnya dan merasa yakin "pengakuan" Faye Turney direkayasa. "Saya sangat prihatin dengan gambar-gambar tersebut dan (terhadap) indikasi yang menunjukkan adanya tekanan ataupun paksaan terhadap para personel Inggris yang melakukan operasi rutin sesuai dengan hukum internasional dan di bawah Resolusi PBB untuk mendukung Pemerintah Irak," kata Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett.
/gawi /gawi /gawi