yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami penguatan namun terbatas. IHSG akan berada pada support 4.239-4.254 dan resistance 4.287-4.297.
Menurut analis Trust Securities Reza Priyambada, pergerakan IHSG masih sama seperti sebelumnya, yakni penguatan yang terjadi masih terbatas. Para pelaku pasar masih waspada terhadap sentimen-sentimen yang akan dirilis, terutama dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).
"Untuk itu, perlu mencermati data-data klaim pengangguran AS, serta perubahan tingkat suku bunga di Eropa dan Inggris karena kemungkinan secara tidak langsung dapat mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG," katanya di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Adapun bursa saham Eropa bergerak positif merespons rilis suku bunga ECB yang tetap di level 0,75 persen dan perkiraan klaim pengangguran AS akan turun.
"Bila sentimen positif ini tetap terjaga, maka tentunya akan berimbas positif juga untuk pergerakan bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG," ungkapnya.
Sementara untuk IHSG kemarin, adanya peluang rebound jika penutupan bursa saham AS berada di teritori hijau dan terlihat bahwa penutupan bursa saham AS sebelumnya memang ditutup menguat setelah merespons positif data ketenagakerjaan, ISM Non-Manufacturing Index, dan aplikasi mortgage yang dirilis di atas perkiraan.
"Kondisi itu pun berimbas pada pergerakan bursa saham Asia, terutama indeks HSI yang tetap berada di zona positif hingga akhir perdagangan. Begitu pun dengan IHSG yang akhirnya berhasil rebound dan kembali menembus rekor terbarunya," jelasnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.275,75 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 4.248,30 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.271,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun.
"Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell,"ujar Reza.
Menurut analis Trust Securities Reza Priyambada, pergerakan IHSG masih sama seperti sebelumnya, yakni penguatan yang terjadi masih terbatas. Para pelaku pasar masih waspada terhadap sentimen-sentimen yang akan dirilis, terutama dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).
"Untuk itu, perlu mencermati data-data klaim pengangguran AS, serta perubahan tingkat suku bunga di Eropa dan Inggris karena kemungkinan secara tidak langsung dapat mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG," katanya di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Adapun bursa saham Eropa bergerak positif merespons rilis suku bunga ECB yang tetap di level 0,75 persen dan perkiraan klaim pengangguran AS akan turun.
"Bila sentimen positif ini tetap terjaga, maka tentunya akan berimbas positif juga untuk pergerakan bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG," ungkapnya.
Sementara untuk IHSG kemarin, adanya peluang rebound jika penutupan bursa saham AS berada di teritori hijau dan terlihat bahwa penutupan bursa saham AS sebelumnya memang ditutup menguat setelah merespons positif data ketenagakerjaan, ISM Non-Manufacturing Index, dan aplikasi mortgage yang dirilis di atas perkiraan.
"Kondisi itu pun berimbas pada pergerakan bursa saham Asia, terutama indeks HSI yang tetap berada di zona positif hingga akhir perdagangan. Begitu pun dengan IHSG yang akhirnya berhasil rebound dan kembali menembus rekor terbarunya," jelasnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.275,75 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 4.248,30 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.271,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun.
"Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell,"ujar Reza.
