• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Investor Tunggu The Fed, Wall Street Bervariasi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
SNaVw.jpg

Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada Selasa (28/8/20120 waktu setempat (Rabu pagi WIB), setelah data ekonomi tidak memberikan arah yang jelas terhadap perekonomian. Para investor juga menunggu pidato utama Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada Jumat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,68 poin (0,17 persen) menjadi 13.102,99. Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 1,14 poin (0,08 persen) menjadi 1.409,30, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 3,95 poin (0,13 persen) menjadi 3.077,14.

Saham Wall Street berayun masuk dan keluar dari wilayah positif dalam perdagangan tipis.

"Investor tampaknya tetap bersikap menunggu dan melihat untuk apa yang mungkin datang dari kesepakatan yang dicapai pada pertemuan tahunan Federal Reserve, Jumat, di Jackson Hole, Wyoming, menjaga saham di kisaran sempit dan dekat garis datar," kata analis Charles Schwab & Co.

Harapannya adalah bahwa Ketua Fed Bernanke akan memberikan informasi lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter dan langkah-langkah stimulus pada pertemuan tahunan.

Sementara The Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen turun ke terendah sembilan bulan 60,6 untuk Agustus, turun dari 65,9 pada Juli.

Laporan ini menunjukkan konsumen tumbuh kurang percaya tentang prospek bisnis dan pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelum bel pembukaan, S&P Case-Shiller Home Price Index dari 20 kota, menunjukkan harga naik untuk kelima bulan berturut-turut pada Juni, sebesar 1,0 persen.

"Kepercayaan konsumen lemah adalah mengkhawatirkan, meskipun nilai rumah meningkat," kata Jennifer Lee dari BMO Capital Markets.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.