• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Investor Menunggu, Bursa AS Terhempas

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS mencatatkan penurunan pada perdagangan Senin (23/7/2012) di New York. Pada pukul 16.00 waktu setempat, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,9 persen menjadi 1.350,52. Pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat tergerus hingga 1,8 persen. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turut melorot sebesar 0,8 persen menjadi 12.721,46.

Sepuluh sektor yang terhimpun dalam indeks acuan AS ini memerah. Adapun sektor komoditas mencatatkan penurunan paling dalam di antara sektor lainnya. Volume transaksi pada indeks S&P 500 melibatkan 6,4 miliar saham, atau 3,9% di bawah volume rata-rata tiga bulanan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar dilanda aksi jual. Beberapa di antaranya yakni Alcoa Inc, Microsoft Corp, dan Citigroup Inc yang melorot masing-masing sebesar 1,4 persen.

Apa yang menyebabkan bursa AS tertekan? Rupanya isu perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi faktor yang mencemaskan investor. Apalagi, penasehat bunk sentral China juga memprediksi, petumbuhan ekonomi China pada kuartal III akan semakin melambat.

"Investor memilih menunggu di tepian. Pertumbuhan China melambat. Hingga saat ini belum jelas apakah strategi yang dilakukan di Eropa sudah cukup kuat untuk mengatasi krisis. Kita mengetahui pemerintah Spanyol memiliki utang. Pertanyaannya, seberapa buruk utang tersebut?" papar Russ Koesterich, chief investment strategist IShares BlackRock Inc.
nDfhH.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.