• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Investor Jepang Dekati Putri Cempo

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
UoOh5.jpg
Pemilik modal luar negeri mulai melirik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo untuk berinvestasi. Belum lama ini, investor asal Jepang telah mengajukan penawarannya ke Pemkot Solo. Penawaran dari Negeri Matahari Terbit itu berupa teknologi pengelolaan sampah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Anung Indro Susanto, saat ditemui di Balaikota, Kamis (10/1/2013), mengatakan investor Jepang telah memaparkan penawaran teknologinya pada Pemkot beberapa waktu lalu. Anung menyebut penawaran itu akan menjadi bahan kajian tambahan pengelolaan Putri Cempo.

“Kajian terkait opsi pengelolaan Putri Cempo masih berjalan. Tawaran dari Jepang ini bisa menjadi alternatif yang baik,” ujarnya.

Anung mengungkapkan sejauh ini Pemkot menetapkan opsi anaerobic digestion sebagai pilihan pengelolaan Putri Cempo. Anaerobic tak memerlukan perluasan lahan meski danang pengadaan teknologinya terhitung besar. Opsi tersebut mengalahkan sanitary landfill yang keduanya ditawarkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pihaknya tak menampik penawaran dari Jepang bisa membatalkan opsi terpilih sebelumnya.

“Sementara anaerobic masih yang terbaik. Namun jika teknologi dari Jepang terbukti lebih mumpuni, bisa saja beralih,” ucapnya.

Dari hasil paparan, Anung menilai teknologi dari Jepang lebih lengkap dan sederhana. Teknologi tersebut, imbuhnya, tak mensyaratkan pemilahan sampah. Teknologi juga diklaim menghasilkan residu lebih sedikit dibanding dua opsi lain. “Jadi tak harus dipilah-pilah, masuk ke alat sudah musnah. Residu juga sedikit karena langsung dibakar di alat.”

Ditambahkan Anung, lelang TPA seluas 14 hektare ini akan diplot berskala internasional. Saat ini pihaknya masih melatih panitia lelang agar memiliki kemampuan lelang internasional. “Jika panitia sudah siap dan lengkap, lelang diperkirakan berlangsung April-Mei.”
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.