• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

invasi rusia ke ukraina dengan gaya sinetron ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0


Prihatin rasanya ada yg Broadcast cerita versi sinetron dengan narasi yg SALAH seperti ini (dibuat oleh pengguna Weibo China):

Cerita ini dimulai lebih dari 20 tahun yg lalu. Ukraina (istri) & suaminya (Rusia), memutuskan bercerai. Atas kesepakatan bersama, beberapa anak jadi milik istri & suami.

Mantan suami juga sangat akomodatif dengan meninggalkan banyak harta. Sesemantan juga menolong istri melunasi utangnya yg lebih dari 200 miliar dolar AS.

Usai berpisah dengan mantan suami, si istri mulai berteman dengan preman. Ia tertarik dengan seorang preman, sebut saja namanya Amerika Serikat (AS), & harap bergabung dengan keluarga preman (NATO).

Si mantan suami tentu tidak peduli selama ia tidak diganggu. Tapi, Rusia mulai risih & merasa terganggu ketika para preman memanfaatkan Ukraina untuk mengancam & mengkerdilkan dirinya.

Mantan suami mulai marah. Ia memperingatkan mantan istri dengan merebut salah satu anaknya, Krimea.

Sejak itu, Ukraina mulai merasa dendam. Ia harap menikah (bersatu) dengan keluarga preman (NATO) & bermimpi nantinya mereka akan membalaskan dendam ke Rusia.

Namun, si istri tak kunjung dinikahi. Di sisi lain, dia terus diprovokasi untuk menciptakan sesemantan suami marah.

Melihat kelakuan istri yg makin ngelunjak, dua anak mereka yg lain (Donetsk & Luhansk) menyatakan harap keluar dari rumah ibunya. Mereka meminta sang ayah untuk mengeluarkan mereka dari sana. Sang ayah pun memenuhi permintaan kedua anaknya.

Di sisi lain, para preman terus mendorong mantan istri untuk berani melawan mantan suaminya. Sebagai tanda dukungan, mereka terus mengirim senjata-senjata usang & amunisi kedaluwarsa supaya sang mantan istri memiliki keberanian untuk bertengkar dengan mantan suaminya. Mereka juga memberi janji akan membelanya dalam konfrontasi ini.

Karena terus diprovokasi, sang mantan suami benar-benar murka & menyerang. Akan tetapi, para preman justru bersembunyi, cuma berkoar-koar mencaci mantan suami & mengajak seisi desa memusuhinya.

Begitulah kira-kira konflik Rusia & Ukraina kalau dibuat opera sabunnya. Ibu warung langsung paham.

Pelajaran yg dapat kita ambil adalah, jangan biarkan pihak ketiga masuk ke dalam rumah tangga. Konflik harus diselesaikan dengan kepala dharap.





Kalau ditilik dari sejarah yg benar, begini cerita versi saya:

Cerita ini dimulai lebih dari 76 tahun yg lalu (setelah perang dunia 2). Ukraina (istri) dinikahi paksa oleh Rusia (Suami) membentuk keluarga bernama Uni Soviet.
Rusia (suami) juga memiliki banyak istri lain yg dinikahi paksa (Belarus, Latvia, Kazakhstan, Tajikistan, etc).
Awalnya perkawinan paksa ini berjalan baik, namun setelah 20an tahun keluarga akbar itu (Uni Soviet) mulai mengalami masalah ekonomi, bahkan Ukraina (istri) hingga disakiti dengan luka yg teramat dalam (Chernobyl).

Akhirnya setelah 46 tahun berkeluarga dengan Rusia (Suami), hampir semua istri2 tersebut menceraikan Rusia & berdikari (1991-Uni Soviet runtuh).

Ukraina (istri) menyerahkan harta (nuclear arsenal) milik Rusia (Suami) & mantan suami berjanji tidak mengganggu mantan istrinya itu lagi & hidup sendiri2, walaupun rumah mereka bersebelahan.

Belakangan, mantan istrinya dekat dengan saingan sang mantan suami yg bernama USA & teman2nya (NATO).

Si mantan suami benci sekali dengan si mantan istri & mulai membenahi ekonominya dengan asa kembali jadi keluarga.

Setelah ekonomi si mantan suami (Rusia) sudah membaik, kemandirian mantan istrinya (Ukraina) diusik2. Rumahnya Ukraina yg ada disebelah rumah Rusia mulai dirusak. Ada area rumah mantan istri (Crimea) yg diambil paksa oleh mantan suami itu.

Mantan istri (Ukraina) yg ketakutan, meminta bantuan saingan mantan suaminya yg bernama USA & teman2nya (NATO) untuk melindunginya.

Melihat mantan istrinya semakin dekat dengan saingan beratnya, semakin marahlah si mantan suami, rumahnya mantan istri dirusak, diobrak abrik dengan asa mantan istrinya menyerah & nurut sama kemauan mantan suaminya itu.

Iba dengan malangnya nasib Ukraina, USA & temannya (NATO), menolong dengan sumbangan uang & mengganggu ekonomi mantan suaminya.

Sampai hari ini, si mantan suami (Rusia) masih berusaha merusak & memukuli mantan istrinya (Ukraina) supaya Ukraina minta maaf & kembali menuruti apa maunya Rusia.

Pelajaran yg dapat kita ambil adalah, kalau sudah bercerai, janganlah mengganggu kehidupan mantan pasangan, sudah hidup berdikari sendiri2. Jika mau rujuk kembali, janganlah mengpakai kekerasan. 28-02-2022 23:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.