Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Toleransi adalah sikap manusia untuk saling menghormati & menghargai perbedaan, baik antar perseorangan maupun kelompok.
Untuk menghadirkan perdamaian dalam keberagaman, perlu menerapkan sikap toleransi.
Secara etimologi, toleransi berasal dari bahasa latin, 'tolerare' yg artinya sabar & menahan diri.
Sedangkan secara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghargai, menghormati, menyampaikan pendapat, pandangan, kepercayaan kepada antar sesama manusia yg bertentangan dengan diri sendiri.
Berdasarkan arti secara bahasa, toleransi dapat dimaknai sebagai kemampuan setiap orang untuk bersabar & menahan diri kepada hal-hal yg tidak sejalan dengannya.
Dengan adanya sikap toleransi, konflik & perpecahan antarindividu maupun kelompok tidak akan terjadi.
Banyak orang menyebut toleransi sebagai kunci utama perdamaian yg patut dijaga.
Hal tersebut penting untuk diperhatikan mengingat bangsa Indonesia mempunyai latar belakang disparitas yg beragam, mulai keyakian, suku, ras, hingga warna kulit.
sumber
Toleransi dalam bahasa,dapat di maknai dengan sikap sabar & menahan diri dari perbedaan.
Tentu kita harus mengukur toleransi dengan nilai kewajaran batas manusia hidup berdampingan.
Lawan dari semangat toleransi adalah intoleransi.
Sebuah sikap yg menolak atau tidak sanggup menerima disparitas yg ada di sekitarnya.
Banyak faktor yg mengakibat satu orang atau sekelompok orang bersikap intoleransi.
Kali ini ane harap menampilkan dua faktor secara kejiwaan saja yg menyebabkan adanya sikap Intoleransi.
SUPERIOR.
Perasaan superior dapat di simpulkan adalah sebuah sikap sombong dengan apa yg di miliki,entah itu harta benda,faktor keturunan generasi keluarga terpandang ataupun nilai keimanan kepada Tuhan(agama).
Dengan sikap tersebut,maka terciptalah pengkotakan di sebuah masyarakat.
Karena mereka yg merasa dirinya lebih tinggi kelasnya cuma akan berteman dengan orang-orang yg menurutnya setatar dengannya.
Alhasil yg di dapatkan adalah perpecahan golongan di masyarakat.
Hasil dari sikap superior tersebut,berdasarkan sejarah masa lalu pun hanyalah menciptakan kerusakan & kegagalan.
Contohnya Adolf Hitler yg merasa diri & bangsanya adalah sebuah suku bangsa terunggul di seluruh dunia.
Namun apa yg di dapatnya hanyalah kegagalan & penderitaan di akhir perjalanannya.
Memang sempat merasakan manisnya akan sikap superiornya namun akhirnya kelompoknya terbuang dari bangsanya sendiri.
Ini sejarah yg berbicara bahwa banyak manusia yg merasa dirinya superior alias sombong berakhir dengan tragis.
Lalu mengapa harus memilih jalan yg di garis finishnya adalah keburukan.
Manusia itu tidak ada yg sempurna walaupun sepintar apapun ataupun sekuat apapun.
Selalu ada kekurangan yg menyertai di setiap diri manusia itu sendiri.
Yang menurutmu benar belum tentu jadi kebenaran bagi orang lain.
KETAKUTAN
Disini ane mengambil ketakutan yg mengakibatkan perasaan rendah diri.
Istilah anak mudanya "parnoan" alias di bayangi kecemasan.
Entah cemas di tinggalkan orang banyak atau cemas merasa diri yg terbaik namun tidak mendapat pengakuan dari orang banyak.
Lagi-lagi sikap seperti ini berujung dengan penderitaan.
Orang yg ketakutan justru sering mengerjakan perbuatan yg otoriter & akhirnya menciptakan masyarakat antipati dengan sikapnya.
Dengan memaksakan kehendaknya. Karena diri merasa cemas,sebenarnya ini cuma mencoba menutupi atau jadi alibi kekurangannya.
Ane coba sangkutkan dengan sikap intoleransi dalam trit ini.
Akibat rasa superior & ketakutan hal2 tertentu jelas menciptakan kita lebih memilih adu jotos di banding merangkul.
Lebih terlihat pemarah dibanding keceriaan.
Lalu berharap kebaikan....
Ane cukup tersenyum geli bahwa dgn adu jotos dapat membawa persatuan dalam kedamaian.
Dengan sikap toleransi maka kita akan memperbanyak kawan.
Dengan sikap intoleransi maka kita akan memperbanyak musuh.
Tuhan menciptakan banyak disparitas & pasti ada maknanya. Hari ini 00:50