yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sedikitnya 34 orang tewas dan 300 lainnya luka-luka setelah terjadi kebakaran akibat ledakan dahsyat di suatu pabrik mercon, yang berada di negara bagian Tamil Nadu, India bagian Selatan.
Menurut stasiun berita BBC, peristiwa itu berlangsung pada Rabu kemarin di Sivakasi, suatu kota kecil di Tamil Nadu. Sivakasi juga dikenal sebagai pusat produksi mercon, petasan, maupun kembang api di India. Memiliki ratusan pabrik, Sivakasi memproduksi 90 persen mercon di negara itu.
Butuh lima jam bagi pemadam kebakaran untuk mengatasi amukan api. Sebagian besar korban yang tewas adalah pekerja pabrik.
Polisi saat itu belum bisa memastikan berapa banyak yang masih terjebak di lokasi kebakaran pabrik itu, yang mempekerjakan sekitar 250 orang. "Kami tidak bisa masuk ke pabrik karena asapnya begitu tebal. Jumlah korban bisa saja bertambah," kata seorang pejabat polisi, Ramamurthy, kepada kantor berita Reuters.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun menurut Najmul Hoda, pejabat polisi distrik Virudhunagar, sehari sebelum kebakaran, izin operasi bagi pabrik itu dicabut karena dinilai melanggar aturan keselamatan. Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi yang bekerja di pabrik itu, ungkap Hoda kepada BBC.
Polisi masih memburu pemilik pabrik. Menurut undang-undang setempat, dia terancam pasal perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain.
Ledakan itu sering terjadi di pabrik-pabrik mercon di India. Mercon sering digunakan untuk keperluan pesta pernikahan dan perayaan-perayaan lain.
Sivakasi memiliki sekitar 700 pabrik mercon yang berijin. Namun, pabrik-pabrik itu juga menggunakan para rekanan yang tidak berlisensi untuk menambah produksi.
Menurut stasiun berita BBC, peristiwa itu berlangsung pada Rabu kemarin di Sivakasi, suatu kota kecil di Tamil Nadu. Sivakasi juga dikenal sebagai pusat produksi mercon, petasan, maupun kembang api di India. Memiliki ratusan pabrik, Sivakasi memproduksi 90 persen mercon di negara itu.
Butuh lima jam bagi pemadam kebakaran untuk mengatasi amukan api. Sebagian besar korban yang tewas adalah pekerja pabrik.
Polisi saat itu belum bisa memastikan berapa banyak yang masih terjebak di lokasi kebakaran pabrik itu, yang mempekerjakan sekitar 250 orang. "Kami tidak bisa masuk ke pabrik karena asapnya begitu tebal. Jumlah korban bisa saja bertambah," kata seorang pejabat polisi, Ramamurthy, kepada kantor berita Reuters.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun menurut Najmul Hoda, pejabat polisi distrik Virudhunagar, sehari sebelum kebakaran, izin operasi bagi pabrik itu dicabut karena dinilai melanggar aturan keselamatan. Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi yang bekerja di pabrik itu, ungkap Hoda kepada BBC.
Polisi masih memburu pemilik pabrik. Menurut undang-undang setempat, dia terancam pasal perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain.
Ledakan itu sering terjadi di pabrik-pabrik mercon di India. Mercon sering digunakan untuk keperluan pesta pernikahan dan perayaan-perayaan lain.
Sivakasi memiliki sekitar 700 pabrik mercon yang berijin. Namun, pabrik-pabrik itu juga menggunakan para rekanan yang tidak berlisensi untuk menambah produksi.