yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pemadaman listrik di Riau tidak hanya dikeluhkan warga. Seringnya kejadian mati lampu juga mulai membuat pelaku industri gerah. Sudah lebih dari sepekan, dalam satu hari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa melakukan dua kali pemadaman.
Hari ini, Rabu, 3 April 2013, pemadaman dilakukan pada pukul 17.00 WIB. Listrik di Pekanbaru mati total. Akibatnya, selama satu jam, Pekanbaru gelap gulita. Tepat pukul 21.00 WIB, hampir seluruh wilayah di Pekanbaru kembali mengalami pemadaman bergilir.
Tidak ada keterangan resmi dari pihak PLN. Ketika VIVAnews mencoba untuk mengonfirmasi kepada Humas PLN Pekanbaru, Darmawi, tidak memberikan respons.
Sementara itu, Ketua Carateker Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia, Ondhi Sukmara, menyampaikan, akibat seringnya terjadi pemadaman, menyebabkan kerugian bagi pengusaha. Pemadaman bergilir sudah terjadi sejak Januari hingga Maret 2013.
Menurut keterangan PLN, pemadaman dilakukan karena terputusnya pengantar interkoneksi di daerah Kiliranjao-Muara Bungo wilayah Jambi. Interkoneksi ini menghubungkan listrik antara Sumatera bagian tengah dengan Sumatera bagian utara.
"Harusnya kalau tarif naik pelayanan juga meningkat. Tapi, di PLN yang terjadi justru sebaliknya. Tarif naik, listrik justru sering padam. Sehari bisa dua kali. Ini fakta, bukan cerita," keluh Ondhi Sukmara.
Kondisi ini diperparah dengan voltage listrik yang kadang tidak normal. Akibatnya, banyak peralatan perhotelan dan restoran yang rusak.
"Ketika dikomplain, pihak PLN tidak menanggapinya. Termasuk juga mengenai tarif. Jawabannya selalu klasik. Ini kebijakan pemerintah. Anehnya, di saat PHRI rugi, PLN justru untung besar. Itu kondisi pengusaha hotel dan restoran di Pekanbaru," katanya.
Pengelola hotel belakangan ini diminta untuk menghidupkan genset, karena PLN dalam beban puncak. Namun, imbauan ini tentu dikeluhkan karena bahan bakar untuk genset juga tidak murah.
"Harga solar juga mahal. Kami rugi 20 persen kalau pakai genset dibanding ketika menggunakan PLN," katanya.