pinnacullata
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 24506
- Sejak
- 24 Okt 2007
- Pesan
- 13.034
- Nilai reaksi
- 224
- Poin
- 63
SAN FRANCISCO - Telepon tanpa kabel sudah jadi santapan sehari-hari saat ini. Dengan laptop, e-mail dan internet tanpa kabel juga bukan barang langka. Tapi, laptop butuh kabel saat harus mengisi ulang baterainya. Komputer meja bahkan butuh kabel untuk mendapatkan listrik dari colokan (steker).
Tapi, kebutuhan kabel dan colokan listrik untuk menghidupkan komputer atau mengisi baterai laptop segera bisa dihilangkan. Paling tidak, Intel sudah memperkenalkan sistem tenaga listrik tanpa kabel dalam forum tahunan para pengembangnya di San Fransisco Kamis (21/8).
Dalam kesempatan tersebut, Justin Rattner, chief technology officer Intel, mendemonstrasikan wireless energy resonant link (sambungan resonan energi tanpa kabel). Tenaga listrik yang disalurkan melalui udara mampu menyalakan bohlam 60 watt, lebih besar daripada watt yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kebanyakan laptop. Energi listrik itu pun ditransmisikan tanpa ada apa-apa di antara pengirim dan penerima.
"Yang jadi pertanyaan tentang listrik tanpa kabel bukan bisakah kita melakukannya, melainkan bisakah kita melakukannya secara aman dan efektif. Kita tahu, tubuh manusia tidak terpengaruh medan magnet, tapi terpengaruh medan listrik. Karena itu, yang kami lakukan adalah memancarkan energi dengan menggunakan medan magnet, bukan medan listrik," jelas Josh Smith, salah seorang peneliti di perusahaan penghasil chip komputer tersebut.
Smith mencontohkan, dengan teknologi itu, bandara, perkantoran, dan gedung-gedung lain bisa didesain untuk menyuplai tenaga listrik bagi laptop, telepon genggam, atau perangkat elektronik lain yang dioperasikan di sekitarnya. "Teknologi ini juga bisa dipasang pada komponen komputer, misalnya, monitor. Dengan begitu, monitor tersebut akan bisa memancarkan tenaga listrik ke peralatan-peralatan di dekatnya," tambah Smith.
Namun, Smith mengingatkan, masih dibutuhkan serangkaian studi sebelum temuan itu bisa dilempar ke pasar. Meski begitu, temuan tersebut tetap disambut dengan antusias. "Teknologi ini akan meniadakan kebutuhan atas charger. Bahkan, baterai pun akhirnya bisa disingkirkan pula. Ini peristiwa yang potensial untuk mengubah dunia," kata Rob Enderle, analis Enderle Group. (AFP/Cnet News/erm/soe)
Tapi, kebutuhan kabel dan colokan listrik untuk menghidupkan komputer atau mengisi baterai laptop segera bisa dihilangkan. Paling tidak, Intel sudah memperkenalkan sistem tenaga listrik tanpa kabel dalam forum tahunan para pengembangnya di San Fransisco Kamis (21/8).
Dalam kesempatan tersebut, Justin Rattner, chief technology officer Intel, mendemonstrasikan wireless energy resonant link (sambungan resonan energi tanpa kabel). Tenaga listrik yang disalurkan melalui udara mampu menyalakan bohlam 60 watt, lebih besar daripada watt yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kebanyakan laptop. Energi listrik itu pun ditransmisikan tanpa ada apa-apa di antara pengirim dan penerima.
"Yang jadi pertanyaan tentang listrik tanpa kabel bukan bisakah kita melakukannya, melainkan bisakah kita melakukannya secara aman dan efektif. Kita tahu, tubuh manusia tidak terpengaruh medan magnet, tapi terpengaruh medan listrik. Karena itu, yang kami lakukan adalah memancarkan energi dengan menggunakan medan magnet, bukan medan listrik," jelas Josh Smith, salah seorang peneliti di perusahaan penghasil chip komputer tersebut.
Smith mencontohkan, dengan teknologi itu, bandara, perkantoran, dan gedung-gedung lain bisa didesain untuk menyuplai tenaga listrik bagi laptop, telepon genggam, atau perangkat elektronik lain yang dioperasikan di sekitarnya. "Teknologi ini juga bisa dipasang pada komponen komputer, misalnya, monitor. Dengan begitu, monitor tersebut akan bisa memancarkan tenaga listrik ke peralatan-peralatan di dekatnya," tambah Smith.
Namun, Smith mengingatkan, masih dibutuhkan serangkaian studi sebelum temuan itu bisa dilempar ke pasar. Meski begitu, temuan tersebut tetap disambut dengan antusias. "Teknologi ini akan meniadakan kebutuhan atas charger. Bahkan, baterai pun akhirnya bisa disingkirkan pula. Ini peristiwa yang potensial untuk mengubah dunia," kata Rob Enderle, analis Enderle Group. (AFP/Cnet News/erm/soe)

