• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Institut Javanologi Bedah Prospek Wayang di Asia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
2RPC8.jpg
Wayang sebagai kekayaan budaya Jawa memang tak pernah habis diperbincangkan. Modernitas pun tak memangkas kreasi para pelaku seni pewayangan. Di tengah tantangan menghadapi modernitas ini, Institut Javanologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bekerja sama dengan Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS, dan Institut Studi Indonesia Amerika (ISIA), menggelar seminar Prospek Wayang Menuju Era Asia.

Seminar yang dilaksanakan di Open Stage Argobudaya kampus tersebut, Sabtu (21/3/2014) pukul 07.30 WIB-15.00 WIB ini memang khusus membicarakan strategi wayang menembus kawasan Asia. Seminar internasional tersebut menghadirkan pembicara Kathryn Emerson dari Amerika (peneliti wayang), Lydia Kieven dari Jerman (penerjemah relief Candi Penataran Blitar), Bambang Murtiyoso (praktisi pedalangan), dan Sugiyarto (akademisi dari Institut Javanologi UNS).

Ketua Institut Javanologi LPPM UNS, Sahid Teguh Widodo, mengatakan saat ini posisi wayang sebagai warisan budaya yang diakui dunia sedang berada di atas angin. Kondisi ini, menurutnya, memberikan peluang yang besar bagi wayang untuk tampil di Asia. “Saat ini gejala melemahnya budaya pragmatis wayang makin melemah. Kesadaran tumbuhnya wayang sebagai karakter juga sudah tumbuh. Sekarang ini kita tinggal menjawab tantangan bagaimana wayang bisa menjadi produk ungulan yang punya roh baru,” terang Sahid, saat berbincang dengan Solopos.com, di kampus itu, Jumat (21/3/2014).

Sahid mengutarakan saat ini preferensi budaya Barat sudah mulai surut. Kesempatan ini bisa menjadi salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan wayang untuk tampil di Asia. “Salah satu isu yang kami angkat nanti peran biodiversity dalam wayang. Saat ini sedang marak pemanfaatanbiodiversity untuk berbagai kepentingan,” jelasnya.

Acara seminar yang melibatkan sejumlah praktisi wayang lintas-disiplin ilmu ini bakal dibuka dengan pertunjukan tarian kontemporer oleh Estevania Pivano asal Venezuela dan pementasan Tari Srikandi Cakil oleh perwakilan mahasiswa UNS bersama seniman Wayang Orang RRI Solo.

Selepas seminar, pengunjung akan disuguhi berbagai pertunjukan seni dan budaya antara lain pentas wayang kulit oleh dalang Ki Imam Sutardjo, pentas Wayang Godhong oleh Ki Agus Purwantoro, pentas tari kontemporer oleh Mugiyono Kasido, dan performance art oleh Suprapto Suryodarmo asal Padepokan Lemah Putih.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.