Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
anomalien.com
Kadang-kadang kita masih suka mengeluh karena merasa tidak memiliki yg kita harapkan.
Kadang-kadang kita lupa bersyukur saat mendapatkan sesuatu yg tidak kita harapkan atau bahkan kita benci dalam hidup.
Kadang-kadang kita suka malas-malasan, padahal Tuhan sudah menganugerahkan tubuh secara lengkap & sehat.
Saat Tuhan memberi kesulitan atau kehidupan yg tidak sama dengan kebanyakan orang, kita bahkan sering menuduh-Nya tidak adil.
Padahal, di sanalah keadilan Tuhan berada. Karena sering ada keajaiban luar biasa di balik kesulitan maupun keadaan yg tidak sama.
Ane bukan motivator, tetapi marilah belajar dari 3 orang hebat berikut, meski dengan keterbatasan (cacat fisik), tetapi sanggup berdiri dengan tegar & menginspirasi banyak orang;
1. Prince Randian
sinisterisles.com
Pria yg lahir pada tahun 1871 di Demerara, Guyana, Amerika Selatan ini tidak memiliki tangan, juga tidak memiliki kaki.
Namun, ia sanggup berbicara 4 bahasa. Ia juga jadi begitu terkenal dengan atraksi menyalakan & memutar-mutar rokok yg cuma dilakukan dengan mulutnya.
Sampai-hingga ia mendapat julukan The Snake Man, The Living Torso, The Human Worm.
Jika banyak orang berpikir bahwa seseorang yg tidak memiliki kaki & tangan tidak dapat memiliki keturunan, maka itu salah besar. Prince Randian sendiri memiliki 5 orang anak dari istrinya.
2. Nick Vujicic
koalahero.com
Ane rasa untuk nama yg ke dua ini tidak begitu asing di telinga kita.
Pasalnya, sang motivator dunia yg lahir pada 4 desember 1982 di Australia ini, juga pernah jadi pembicara di Indonesia.
Nick, disebut dokter yg menanganinya terkena penyakit Tetra-amelia yg sangat langka. Kedua tangan & kedua kaki adalah sesuatu yg tidak ia miliki sejak lahir.
Kenyataan pahit ini sempat menciptakan kedua orangtua Nick menyalahkan diri atas yg terjadi pada putranya, tetapi beruntung tidak berlangsung lama.
Meski Nick memiliki fisik yg tidak sama dengan teman-temannya, ia tetap tumbuh sehat, kuat, & ceria, sehingga kedua orangtua Nick mulai menerima keadaan tersebut & mulai mensyukurinya.
Mereka mengajari Nick kecil untuk hidup mandilu, dibimbing untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, serta berenang di usianya yg baru 18 bulan.
Nick memiliki telapak kaki kecil dekat pinggul kirinya. Sejak usia 6 tahun, dengan tekun & sabar, Nick mengpakai jari kaki kecilnya itu untuk menulis, mengambil barang, & mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yg berharga itu sebagai "my chicken drumstick".
Dengan keterbatasan, tentu saja kehidupan Nick pernah dilalui dengan kesuraman. Ia bahkan nyaris bunuh diri saat mengalami berbagai penolakan & bully-an dari teman-teman sekolahnya.
Namun berkat dukungan serta kasih sayang kedua orangtuanya, Nick sanggup bertahan. Di sinilah pentingnya peran orangtua dalam mendukung anaknya saat dalam keterpurukan.
Suatu pagi saat bangun tidur ia merasa bahagia karena bersyukur sudah memiliki kesehatan yg luar biasa. Ia sempat membaca sebuah artikel tentang pria cacat tubuh yg mengerjakan hal-hal hebat serta menolong banyak orang. Dari sana jiwanya tergugah.
Ia lantas mengembangkan lembaga non-profit 'Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota Tubuh) untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi di usianya yg ke-17.
Kini, motivator yg sudah meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi & Keuangan saat masih berusia 21 tahun tersebut diketahui sebagai motivator internasional. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di 4 benua, memotivasi banyak orang, khususnya kaum muda. Ia juga berkali-kali diwawancarai oleh stasiun TV dengan jangkauan internasional.
Produknya yg terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus".
3. Muniba Mazari
dawn.com
Aktivis, seniman (pelukis), model, & pembicara asal Pakistan ini mengalami kecelakaan parah saat naik mobil pada 2007.
Kecelakaan yg menciptakannya harus hidup dengan kursi roda & divonis tidak dapat memiliki anak.
Pil pahit tidak cukup hingga di sana. Perempuan kelahiran 3 maret 1987 ini harus menelan getir diceraikan suami. Ayahnya pun pergi meninggalkan keluarganya.
Pasca kecelakaan, ia dirawat & berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit selama 2 tahun lamanya. Namun, kondisi begitu tidak menciptakan Muniba menyerah. Ia mulai melukis, khususnya melukis yg bertemakan wanita Pakistan & bagaimana seorang wanita mengejar mimpinya, hingga suatu hari seorang gubernur datang menjenguk serta membeli semua karya lukisnya.
Sejak saat itu karya seninya disukai banyak orang & ia jadi populer.
Meski dalam keterbatasan, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, melalui organisasinya Muniba Mazari Foundation, menciptakan gerakan #fooddrive, yakni memberi makanan enak kepada mereka yg membutuhkan.
Memiliki hati bagai malaikat & kisah hidup yg tetap menginspirasi meski duduk di kursi roda, hingga-hingga ia dijuluki sebagai "The Iron Lady of Pakistan". Ia pun kerap diundang ke berbagai negara untuk jadi pembicara inspiratif.
Dua brand besar, salon Toni and Guy, The Body Shop & Pond's, sudah mengontrak Muniba sebagai model, sehingga ia jadi model perdana berkursi roda di Pakistan.
Muniba Mazari merupakan wanita luar biasa tangguh, ia masuk dalam daftar 100 wanita paling inspiratif di dunia yg dirilis BBC, masuk dalam daftar Forbes untuk wanita berpengaruh di bawah usia 30, & jadi Duta Besar PBB untuk Pakistan.
Itulah sekelumit kisah penuh inspiratif dari 3 orang luar biasa, yg memiliki keterbatasan, tetapi tetap sanggup berdiri untuk diri & bermanfaat untuk banyak orang.
Mari kita jadikan kisah inspiratif ini sebagai motivasi untuk menjalani hidup dengan penuh syukur & gairah, mulai bergerak serta berhenti berkeluh kesah