• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Inspirasi Ciputra : Andai Kiamat Sudah Dekat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. r3ck0rd
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

r3ck0rd

IndoForum Activist E
No. Urut
35305
Sejak
6 Mar 2008
Pesan
10.527
Nilai reaksi
117
Poin
63
DR IR CIPUTRA sempat terkejut mendengar pertanyaan Tikno, dosen ITATS Surabaya, dalam sesi video conference di Lantai 10 Gedung Dikti, Senayan, awal bulan lalu. "Andai seluruh harta kekayaan, aset-aset, dan semua yang dimiliki Pak Ci -panggilan akrab Ir Ciputra--habis, tak tersisa. Perusahaan bangkrut, tidak mampu membayar karyawan. Tidak mampu mencicil utang, apalagi bunganya. Lalu semua relasi meninggalkan Pak Ci. Kerajaan bisnis hancur berantakan. Tak satu pun yang tersisa. Tinggal baju dan celana yang menempel di tubuh saja. Dari mana memulai membangun kembali ? Bagaimana cara bangkit dari kebangkrutan? "

Saya jarang melihat alumni Arsitektur ITB Bandung ini begitu tercengang saat mencerna pertanyaan Tikno. "Pertanyaan bagus, berkualitas, dan aplikatif!" jawab Ciputra sambil mengumbar senyum. Bangga juga Ciputra mendengar pertanyaan itu. Karena hampir semua pengusaha hebat di negeri ini, pernah mengalami masa-masa kritis seperti yang digambarkan Tikno itu. Tetapi bukan Pak Ci kalau tidak cepat memberi jawaban praktis.

"Contohnya saya! Saya anggap kejatuhan, atau saat roda kehidupan sedang di bawah, harus dinikmati dan dirasakan sakitnya. Sampai rasa sakit yang teramat sangat itu betul-betul tidak terasa. Puncak dari sakit adalah mati rasa. Tidak sakit lagi. Saya menyebut ini adalah ujian naik tingkat bagi pengusaha yang suka tantangan. Pengusaha disebut sukses kalau sudah melewati ratusan kesalahan. Karena itulah seni menjadi entrepreneur adalah sukses melewati masa-masa kritis seperti itu."

Jika berhasil melintasinya dengan selamat, itu pertanda pintu sukses sudah di terbuka depan mata. Karena itu, jangan pernah takut akan problematika yang menghadang di depan mata, sepelik apa pun. Bahkan jika langit mau runtuh, bumi hendak tenggelam, kiamat sudah dekat. Hambatan, tantangan, kesulitan itu semua adalah ujian untuk memasuki level yang lebih tinggi. Pilihannya hanya dua, makin sukses dan survive mengarungi gelombang problema? Atau makin terpuruk ditelan frustasi?

"Saya sudah kenyang dengan pengalaman krisis seperti itu. Persis seperti yang Anda gambarkan. Kondisi ekonomi memburuk. Bisnis properti hancur. Bunga bunk tinggi, tidak ada yang berani kredit. Banyak proyek macet, karena daya beli ikut terjun bebas. Kami rugi! Betul-betul rugi," jelasnya.

Lalu? Tidak perlu menangis, tidak perlu bersedih. Yang diperlukan hanya strategi baru agar bisnis tetap survive. "Ketemulah ide untuk bangkit! Harta kami boleh ludes. Duit boleh habis. Aset bisa menguap semua, tetapi saya masih punya satu cadangan. Yakni kepercayaan ! Bermodal kepercayaan itulah kami bangkit lagi dan makin melambung hingga sekarang?" aku Ciputra.

"Bangkitkan kepercayaan Anda. Tidak boleh larut dalam keputusasaan. Inilah pentingnya orang punya integritas. Orang punya karakter. Orang punya mental juara!" kata kakek sembilan cucu yang tinggal di Bukit Golf Utama Kav III PA, Pondok Indah, Jakarta ini.

Ciputra menyebut, integritas atau citra diri itu modal yang tidak terhitung nilainya. Yang bisa menaikkan harga citra diri itu hanya yang bersangkutan. Kalau company, dia membuat istilah branding. Selama perusahaan itu masih memiliki brand yang kuat, dia bisa membuat 1001 macam escape dari gejolak ekonomi yang melilit. "Itulah sebabnya, branding itu penting dan mahal. Harga brand itu tidak terbatas. Yang menentukan adalah kepercayaan public. Karena itu, jagalah nama, pamor, dan reputasi Anda, agar integritas itu semakin lama semakin mengembang," jelas pria yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931 ini.

Setelah menjawab Tikno, Ciputra menjawab pertanyaan Firman Arifin, dosen ITS Surabaya. "Bagaimana cara menciptakan budaya etika usaha yang santun dalam entrepreneurship?" ujarnya. Firman mencatat fakta-fakta yang tidak seindah warna aslinya. Sesama pengusaha itu bersaing menuju perseteruan yang tidak sehat. Saling jegal, saling jiplak konsep produk lain."Dalam bahasa politik, itu diistilahkan dengan black campaign," ujarnya. Lagi-lagi, Ciputra yang dikenal sebagai perekayasa mesin cetak "entrepreneur" ini tidak menggunakan teori-teori manajemen yang biasa.

Ciputra selalu menjawab setiap pertanyaan 100 persen dari pengalaman. Dia sudah kenyang dengan asam dan garam. Dia menekuni bisnis selama setengah abad, karena itu pengalaman hidupnya sudah memikat untuk disimak. "Pertama, Anda perlu bergaul yang banyak, terutama sesama pelaku bisnis serupa. Semacam REI dalam pengusaha real estate. Kedua, lakukan inovasi yang terus menerus, tidak boleh berhenti. Ketiga, launching ide baru, tidak lama kemudian, umumkan lagi ada ide lebih baru lagi, lebih baru lagi, dan seterusnya. Maka kompetitor pun makin sulit mengejar!"ungkapnya.

Ciputra mencontohkan, PT Pembangunan Jaya saat mendirikan Bintaro Jaya. Saat itu, kawasan Bintaro itu terlalu menjorok ke luar kota. Terlalu jauh dari pusat kota Jakarta. "Itu adalah bentuk inovasi kami. Membangun perumahan jauh dari kota. Tentu dengan promosi yang pas. Sepuluh tahun kemudian, tren rumah di luar kota baru ramai. Saya sudah membaca prospek ini 15 tahun yang silam, saat orang masih enggan melebarkan investasi di luar kota," paparnya. (don kardono/*)

Sumber : Jawa Pos. Rabu, 9 September 2009
 
Iya, dibicarakan sih gampang, prakteknya yg susah...
 
ga ada salahnya mencoba... huehuehue...
gimana nyobanya ya /hmm
 


"...Bangkitkan kepercayaan Anda. Tidak boleh larut dalam keputusasaan. Inilah pentingnya orang punya integritas. Orang punya karakter. Orang punya mental juara!" kata kakek sembilan cucu yang tinggal di Bukit Golf Utama Kav III PA, Pondok Indah, Jakarta ini.

... 100 persen dari pengalaman. Dia sudah kenyang dengan asam dan garam. Dia menekuni bisnis selama setengah abad, karena itu pengalaman hidupnya sudah memikat untuk disimak. "Pertama, Anda perlu bergaul yang banyak, terutama sesama pelaku bisnis serupa. Semacam REI dalam pengusaha real estate. Kedua, lakukan inovasi yang terus menerus, tidak boleh berhenti. Ketiga, launching ide baru, tidak lama kemudian, umumkan lagi ada ide lebih baru lagi, lebih baru lagi, dan seterusnya. Maka kompetitor pun makin sulit mengejar!"ungkapnya.


Masalahnya ini...

Susah mau bangkit kalau sudah jatuh dalaaaaaaaaaaaaaaaaaam banget./hmm
Nggak mustahil sih memang tapi factualnya orang2 sulit untuk melakukan yang satu ini. /hmm /hmm /hmm



Memang kalo orang udah pengalaman bisa namun terkadang pun masih sulit sekali... /hmm
Apalagi orang2 yang bisa dikatakan minim pengalaman dalam bisnis... /hmm
 
Bisa saja dia bilank gitu,,tapi mental dan pemikiran setiap orank berbeda sehingga cukup sulit untuk bisa menyamakan pemikirannya.............................../hmm/hmm/hmm
 
tapi hebat jg hanya modal KEPERCAYAAN udah bisa bangkit.....
 
wah keren nih thread nya... /no1
btw, emang trust / kepercayaan itu sesuatu yg sangat penting, apalagi kalo dalam dunia bisnis. Jangankan bisnis, dalam pertemanan aja trust sangat penting sekali...

Kalo bisa bangunlah trust dari sedini mungkin. Buat kalian yg merasa dirinya autis, dsb... coba segera perbaiki diri, supaya ga susah dikemudian hari... :D

gw setuju sama pak Ci... /no1
 
"Contohnya saya! Saya anggap kejatuhan, atau saat roda kehidupan sedang di bawah, harus dinikmati dan dirasakan sakitnya. Sampai rasa sakit yang teramat sangat itu betul-betul tidak terasa. Puncak dari sakit adalah mati rasa. Tidak sakit lagi. Saya menyebut ini adalah ujian naik tingkat bagi pengusaha yang suka tantangan. Pengusaha disebut sukses kalau sudah melewati ratusan kesalahan. Karena itulah seni menjadi entrepreneur adalah sukses melewati masa-masa kritis seperti itu."

Nah, keren nih kata-katanya. Bisa di aplikasikan ke semua aspek kehidupan. Jangan jadikan rasa sakit itu suatu yang mengerikan ya, tapi jadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki keadaan yang salah ..
 
Saya Setuju dengan apa yg di katakan oleh Dr.Ir.Ciputra..
Nice Word..
i Like It..
[Bangga masuk Uni yg dia bangun ^^]/no1
 
Kalo pak CI mah gak bakal JATUH kedalam LUBANG YANG DALAM,,,,,
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.