Pelempar Bush telah 'minta maaf'
18 Desember, 2008
Wartawan yang melempar Presiden Bush meminta maaf kepada Perdana Menteri Irak Nouri Maliki, kata jurubicaranya.
Reporter TV lokal Muntadar al-Zaidi menulis surat kepada Maliki untuk meminta maaf atas "tindakan buruknya", kata jurubicara kantor perdana menteri Yasin Majeed.
Zaidi ditahan setelah dia melemparkan sepatu dan meneriakkan penghinaan terhadap Bush dalam konferensi pers hari Minggu lalu.
Aksi itu mengantar dia menjadi pahlawan di sebagian kalangan di dunia Arab.
Para pejabat Irak menggambarkan insiden itu memalukan.
Muntadar Zaidi didakwa melakukan "penyerangan terhadap seorang presiden" yang bisa dihukum penjara hingga 15 tahun.
Yasin Majeed mengatakan, Maliki telah menerima surat penyesalan dari si wartawan.
"Zaidi mengatakan dalam suratnya bahwa tindak buruknya itu tidak bisa diperkecualikan," kata Majeed.
Dia mengatakan, Zaidi menambahkan: "Namun, saya ingat pada pertengahan tahun 2005, saya memawancarai Yang Mulia dan anda katakan kepada saya, 'Kemarilah, ini rumahmu'. Dan, saya meminta perasaan kebapakan anda untuk memaafkan saya."
Namun, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, salah seorang saudara Muntadar Zaidi, menyatakan ragu dengan isi surat yang dikatakan dikirim saudaranya.
"Informasi ini sama sekali tidak benar. Ini dusta. Muntadar saudara saya, dan saya kenal benar dia. Dia tidak meminta maaf," kata Udai al-Zaidi.
Udai menambahkan: "Kalau itu ada, saya katakan itu terjadi di bawah tekanan."
Dimusnahkan
Sementara itu, Hakim Dhiya al-Kenani mengatakan, sepasang sepatu yang menjadi pusat insiden telah dimusnahkan personel keamanan Amerika dan Irak setelah diperiksa untuk memastikan apakah alas kaki itu diisi bahan peledak.
Udai al-Zaidi
Saudara pelempar Bush
Zaidi meloncat dari tempat duduknya di konferensi pers di Baghdad, dan melemparkan sepatu pertama ke arah Presiden Bush dan kemudian sepatu sebelah lagi ke Bush, yang berada di podium di samping PM Maliki.
Sepasang sepatu itu tidak kena sasaran, sebab Bush merunduk, dan Zaidi kemudian ditelikung ke tanah oleh pengawal dan digiring keluar ruang pertemuan.
"Ini ciuman perpisahan, anjing," pekik Muntazar dalam bahasa Arab saat melemparkan sepatunya. "Ini dari para janda, yatim piatu dan mereka yang terbunuh di Irak."
Ribuan orang melancarkan unjukrasa untuk mendukung tindakan Muntazar kepada Bush.
Stasiun televisi tempat dia bekerja al-Baghdadiya, menyerukan wartawannya agar dibebaskan, dan menyatakan dia hanya menggunakan kebebasan untuk mengungkapkan pendapat - sesuatu yang dijanjikan Amerika kepada Irak saat menggulingkan Saddam Hussein dari kursi presiden.