Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
INGGRIS - Apakah Anda masih ingat saat mantan Presiden George Walker Bush dilempar sepatu saat berpidato di Irak. Iya insiden itu kini berulang di Inggris atau tepatnya di Universitas Cambridge. Kali ini giliran PM China Wen Jiabao yang menjadi korban.
Seperti dilansir AFP Selasa (3/2/2009), aksi tersebut terjadi ketika Wen berpidato di universitas tersebut. Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut, menginterupsi pidato Wen yang sedang menyampaikan tentang global ekonomi.
"Seorang ditaktor di sini, bagaimana kalian mendengarkan apa yang dia katakana?" tanpa pikir panjang pria tersebut melemparkan sepatu olah raga yang dikenakan ke arah Wen.
Untung saja lemparan tersebut tidak mengenai Wen. Padahal, lemparan itu berada tidak jauh dari posisi Wen berdiri. Petugas keamanan yang berada di lokasi tersebut tidak tinggal diam. Pria itu pun langsung diringkus.
Seusai peristiwa itu berlangsung, Wen kemudian melanjutkan pidatonya. "Perilaku hina itu tidak akan memecah hubungan antara China dengan Inggris," tutur Wen disusul dengan tepuk tangan hadiri.
Setelah diusut, pria pelempar sepatu tersebut merupakan salah seorang aktivis pembebasan Tibet. Memang para aktivis ini selalu mengikuti Wen saat berada di Inggris. Setidaknya, polisi telah meringkus lima orang yang mendekat ke Wen.
Sementara itu, Mahasiswa pelaku pelemparan sepatu ke arah Perdana Menteri China mengaku tidak bersalah di hadapan pengadilan Selasa ini. Persidangannya pun ditangguhkan hingga 10 Maret mendatang, seperti dilaporkan AFP.
Sementara Martin Jahnke, mahasiswa Departemen Pathology Cambridge ini, sebelum persidangan menyatakan, tidak akan memberikan komentar sebelum kasusnya disidangkan.
Mahasiwa pascasarjana asal Jerman ini dituntut dengan pasal penyerangan di muka umum oleh pengadilan Cambridge di timur Inggris.
"Dia didakwa dengan tuntutan yaitu ancaman dengan caci maki dan hinaan atau tindakan yang menyebabkan ketakutan atau provokasi untuk melakukan kekerasan," kata juru bicara Crown Prosecution Service (CPS), jaksa penuntut yang meliputi wilayah Inggris dan Wales.
Jahnke ditangkap Senin pekan lalu setelah melempar sepatu ke arah PM Wen Jiabao saat memberikan pidato di auditorium Cambrifge Universtiy. Jika terbukti bersalah, Jahnke terancam hukuman enam bulan penjara dan denda sebesar 5.000 poundsterling atau Rp87 juta lebih.
PM Wen sendiri dilaporkan sudah memaafkan Jahnke.
Seperti dilansir AFP Selasa (3/2/2009), aksi tersebut terjadi ketika Wen berpidato di universitas tersebut. Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut, menginterupsi pidato Wen yang sedang menyampaikan tentang global ekonomi.
"Seorang ditaktor di sini, bagaimana kalian mendengarkan apa yang dia katakana?" tanpa pikir panjang pria tersebut melemparkan sepatu olah raga yang dikenakan ke arah Wen.
Untung saja lemparan tersebut tidak mengenai Wen. Padahal, lemparan itu berada tidak jauh dari posisi Wen berdiri. Petugas keamanan yang berada di lokasi tersebut tidak tinggal diam. Pria itu pun langsung diringkus.
Seusai peristiwa itu berlangsung, Wen kemudian melanjutkan pidatonya. "Perilaku hina itu tidak akan memecah hubungan antara China dengan Inggris," tutur Wen disusul dengan tepuk tangan hadiri.
Setelah diusut, pria pelempar sepatu tersebut merupakan salah seorang aktivis pembebasan Tibet. Memang para aktivis ini selalu mengikuti Wen saat berada di Inggris. Setidaknya, polisi telah meringkus lima orang yang mendekat ke Wen.
Sementara itu, Mahasiswa pelaku pelemparan sepatu ke arah Perdana Menteri China mengaku tidak bersalah di hadapan pengadilan Selasa ini. Persidangannya pun ditangguhkan hingga 10 Maret mendatang, seperti dilaporkan AFP.
Sementara Martin Jahnke, mahasiswa Departemen Pathology Cambridge ini, sebelum persidangan menyatakan, tidak akan memberikan komentar sebelum kasusnya disidangkan.
Mahasiwa pascasarjana asal Jerman ini dituntut dengan pasal penyerangan di muka umum oleh pengadilan Cambridge di timur Inggris.
"Dia didakwa dengan tuntutan yaitu ancaman dengan caci maki dan hinaan atau tindakan yang menyebabkan ketakutan atau provokasi untuk melakukan kekerasan," kata juru bicara Crown Prosecution Service (CPS), jaksa penuntut yang meliputi wilayah Inggris dan Wales.
Jahnke ditangkap Senin pekan lalu setelah melempar sepatu ke arah PM Wen Jiabao saat memberikan pidato di auditorium Cambrifge Universtiy. Jika terbukti bersalah, Jahnke terancam hukuman enam bulan penjara dan denda sebesar 5.000 poundsterling atau Rp87 juta lebih.
PM Wen sendiri dilaporkan sudah memaafkan Jahnke.