Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dunia kerja memang keras. Banyak sekali rintangan yg harus dilalui dalam bekerja. Rintangan yg dihadapi dapat saja menciptakanmooddan energi kerja berkurang. Kita cuma perlu memimpin diri sendiri supaya tidak terjebak dengan emosi sesaat.
Leaderatau atasan sebagai pemimpin seyogyanya dapat mengondisikan berbagai persoalan yg dihadapi. Ketegasan, efektivitas, serta tanggung jawab wajib dimiliki supaya bawahan dapat dikontrol sebaik mungkin. Peran atasan sebagai pengayom diperlukan untuk menyetabilkan keharmonisan kerja.
Semua pekerjaan akan berhasil kalau memiliki atasan yg baik. Realitasnya tidak semua atasan bersikap sesuai dengan ekspektasi bawahannya. Namun demikian, kita sebagai bawahan tentu harus pula mengaplikasikan kepemimpinan atas diri sendiri. Kita perlu meningkatkan kapasitas manajemen diri supaya tidak terpengaruh oleh kesalahan atasan.
Sementara itu,resignmerupakan hak semua pekerja. Apabila kita termasuk orang yg tidak sejalan dengan pekerjaan saat ini, maka jangan hingga kita salah mengambil langkah.
Salah langkah dalam meninggalkan pekerjaan dapat menimbulkanimageburuk kepada nama baik. Pikirkanlah matang-matang untuk mengerjakan perpindahan kerja dengan etis & elegan.
Tidak sedikit rekan-rekan penulis yg memutuskan untuk berhenti kerja. Ada yg disebabkan persaingan kerja yg tidak sehat, perilaku atasan yg kurang adil, hingga bobot kerja yg tak sesuai jangkauan diri. Jika sikap atasan tidak sesuai dengan harapan, mari kita resapi sebuah rekonstruksi positif berikut ini supaya sanggup mengambil peran dari kesalahan atasan.
Sebuah unggahan menarik jadi perhatian penulis dalam menuangkan rekonstruksi berpikir. Dikutip dariinstagram @ekrutofficial, terdapat empat kesalahanleaderyang bikin karyawanresign.Keempat kesalahanleaderitu adalah kurang berhati-hati saat merekrut, terlalu banyak batasan, tidak memaksimalkan sumber daya manusia, & menciptakan kultur yg menakutkan.
Pertama, meskipun ternyata kita adalah rekrutan yg salah dari seorang atasan, tentu sebaiknya kita berkonsultasi atas kriteria yg atasan mau. Ajak pula kerabat kerja untuk diskusi supaya kita mengetahui lebih dalam mengenai salah perekrutan. Kondisi seperti ini minim terjadi di perusahaan akbar yg memiliki manajemen super ketat. Semoga kondisi ini tidak terjadi pada diri kita.
Kedua, terlalu banyak batasan. Jika kita merasa dibatasi dalam mengerjakan pekerjaan, jangan mengundurkan performa kerja kita. Segeralah diskusikan hal apa yg menciptakan atasan tidak banyak memberimu ruang gerak. Beberkanlah fakta seksama yg mendukung jalan kita mengakselerasikan kinerja. Aspirasikan kehendak kita untuk berbuat sesuai dengan kapasitas yg dapat dimaksimalkan.
Ketiga, tidak memaksimalkan sumber daya manusia. Hal ini sangat berdampak buruk kalau dibiarkan. Sampaikanlah bahwa manajemen sumber daya manusia itu penting. Kita dapat memberikan pendapat ketika tahu ada sosok yg semestinya dapat diberi pengembangan karier. Kita dapat mengemukakan hal ini ketika rapat atau sesi diskusi.
Keempat, menciptakan kultur yg menakutkan. Kondisi buruk seperti ini dapat mengunci partisipasi bawahan. Tentu kita tidak harap kondisi ini terjadi. Sebaiknya kita mencoba mencari keseimbangan antara aturan atasan dengan kesukaan bawahan.
Posisikanlah diri kita untuk jadi penengah yg baik. Jadilah pemberi jalan terbaik di saat rekan lain merasa terkekang dengan aturan. Berikan dukungan & motivasi terbaik kita supaya rekan tetap bekerja sepenuh hati. Di sisi lain, kita harus lebih sering mengajak atasan bergabung dengan kebiasaan kita sehari-hari kalau memungkinkan. Ciptakanlah waktu istirahat yg menyenangkan bersama-sama.
Inovasi yg harus dilakukan adalah menerapkan langkah-langkah di atas dalam keseharian pekerjaan. Meski terkesan mudah, kita perlu memperhatikan pula kondisi atasan. Apakah kondisinya betul-betul dapat mendukung untuk kita lakukan atau tidak.
Apabila hasil usaha di atas belum optimal, maka sejatinya keputusanresignada di genggaman kita sendiri. Perlu diingat, tidak semua atasan dapat menerima keputusanresignsecara tiba-tiba. Lakukan langkah ini supaya prosesresignberjalan efektif:
- Menyiapkan suratresign
- Selesaikan tugas proyek
- Kembalikan peralatan kantor
- Hapus data pribadi di komputer kantor
- Cari waktu yg pas untuk mengobrol dengan atasan
- Sempatkan melatih pengganti
- Ucapkan salam perpisahan kepada rekan kerja
Kita pasti sulit mengubah sikap atasan, akan tetapi, sikap kitalah yg harus mengimbanginya. Dengan begitu kita sudah memimpin diri sendiri menghadapi kesalahan atasan.
Stay safe semuanya, & tetap terinspirasi dengan baca artikel dari Young On Top
See you on top!
Hari ini 17:50