• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Inilah Pemilik Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Autograph & Luminary Tower:
Inilah Pemilik Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia


KOMPAS.com~Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia, Yakni Autograph Tower Yang Menjadi Bagian Dari Kompleks Pengembangan Mixed Use Thamrin Nine, Segera rampung.

Gedung ini dirancang dengan ketinggian 382,9 meter yg mencakup beragam fungsi, mulai dari apartemen, apartemen servis, area ritel komersial, hotel, hingga perkantoran.

Kendati masih dalam tahap penyelesaian, Autograph Tower dianggap sebagai pencakar langit tertinggi di Indonesia karena secara struktural & arsitektural sudah menembus 382,9 meter.

Dengan ketinggiannya ini, Autograph Tower masuk kategori supertall atau lebih dari 300 meter, mengalahkan pemegang rekor gedung tertinggi eksisting yg sudah beroperasi, yakni Gama Tower milik Gama Land.

Lokasi Thamrin Nine sangat strategis & dikelilingi pusat transportasi publik, seperti halte Transjakarta, yg terkoneksi langsung ke MRT, & Commuter Line sehingga memberikan kemudahan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berada di jantung kota Jakarta & memiliki sejumlah fasilitas lengkap, menciptakan pembangunan mixed use Thamrin Nine ini menelan investasi Senilai Rp 7 triliun. Sebelum konstruksi mencapai struktur atas, angka investasi yg disebutkan sebesar Rp 6 triliun.

Thamrin Nine dimiliki & dikembangkan PT Putra Gaya Wahana (PGW), sebuah perusahaan yg bergerak di sektor properti alias pengembang properti.

PGW didirikan pada tahun 1993, & diketahui karena Gedung UOB-nya, yg merupakan salah satu gedung jangkung paling khas menghiasi cakrawala koridor Thamrin.

Sukses dengan gedung ini, PGW pun mengubah paras Jakarta dengan mengembangkan Thamrin Nine.

Kawasan ini menawarkan banyak opsi bagi warga Jakarta, mulai dari tempat tinggal, gedung olahraga, pusat ritel & hiburan, hingga hotel berbintang 4 & 6.

Namun, jauh sebelum menorehkan rekam jejak di sektor properti, ternyata PGW memiliki bisnis inti berupa industri tekstil. Sayangnya, industri tekstil mengalami titik balik & mengalami perlambatan sejak kurun 2009 hingga kemudian jatuh.

Kejatuhan industri tekstil ditandai bangkrutnya ratusan perusahaan tekstil di Jawa Barat & Jawa Tengah. Pada 2019, tercatat 188 perusahaan gulung tikar. PGW pun banting setir ke industri properti yg lebih menjanjikan peluang & keuntungan lebih akbar ketimbang tekstil.

Sosok penting di balik transformasi PGW adalah Alvin Gozali. Dalam perbincangan dengan Kompas.com, saat peresmian groundbreaking Thamrin Nine, dia mengatakan, sektor properti dipilih karena sangat menjanjikan.

"Tekstil sudah redup (sunset), sementara properti tengah tumbuh dengan prospek yg sangat menjanjikan (sunrise). Terlebih untuk properti kelas atas. Pemainnya sedikit, pasokan terbatas, tetapi permintaan tinggi," ungkap Alvin.

Dia melanjutkan, Jakarta adalah pasar paling potensial dibanding sejumlah negara Asia Tenggara. Selain karena demografi populasinya terbesar, juga daya beli tinggi yg tidak diimbangi pasokan memadai, khususnya untuk kelas mewah.

Pada 2014, PGW mulai agresif merealisasikan orientasi bisnisnya dengan mengembangkan Thamrin Nine.

Megaproyek Thamrin Nine ini menempati area seluas 5,2 hektar. Di dalamnya terdapat properti eksisting yg sudah beroperasi, yakni UOB Plaza dengan berbagai fasilitas pelengkap, seperti ANZ Square Podium, Thamrin Nine Ballroom, & EXIM Melati.

Mereka juga memiliki portofolio Gedung Cokro 88 & Gedung Sungai Gerong. Selain menggarap Thamrin Nine, PGW juga merancang pengembangan properti komersial di BSD City, Cibinong, Lebak Bulus, MT Haryono, & Uluwatu, Bali.

Di Cibinong, mereka sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektar yg sudah diakuisisi sejak 2012. Di ibu kota Kabupaten Bogor itu, PGW akan membangun apartemen, perkantoran, hotel, ruko, & pusat belanja.

Sementara di Uluwatu, lahan seluas 4 hektar akan mereka manfaatkan sebagai kawasan resor terpadu lengkap dengan apartemen & hotel. Sedangkan di BSD City sudah dibangun hotel bintang 4 & pusat perbelanjaan.​

Quote:
Inilah Pemilik Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia
Inilah Pemilik Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia
Inilah Pemilik Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia
Hari ini 11:34
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.