• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Inilah Kisah Pencicip Makanan Hitler

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. askom
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

askom

IndoForum Beginner B
No. Urut
180915
Sejak
29 Agt 2012
Pesan
956
Nilai reaksi
0
Poin
16
argot_woelk_512x288_1_nocredit-8970810800420010593_jpg.png



BERLIN - Margot Woelk menyimpan rahasia itu rapat-rapat selama lebih dari setengah abad, kini dalam usia senja ia baru mengumumkannya dan dunia terkejut: ia pernah berprofesi sebagai pencicip makanan Adolf Hitlet, diktator terbesar Jerman.

Beberapa bulan setelah ulang tahun ke-95, janda tanpa anak ini menceritakan kisah itu pada seorang wartawan lokal di Berlin.

Woelk bekerja untuk Hitler saat umurnya dua puluhan dan menjalani tugas sebagai pencicip makanan selama sekitar dua setengah tahun.

Bersama 15 gadis muda lain, ia memastikan makanan yang disuguhkan pada Hitler benar-benar bebas dari racun.

Mereka tinggal di 'Sarang Srigala'', komplek tempat tinggal, kantor sekaligus pusat komando pasukan Hitler yang dijaga sangat ketat dan kini berada di wilayah Polandia.

''Dia vegetarian. Tidak pernah makan daging selama aku berada di sana,'' kata Woelk tentang pemimpin organisasi Nazi itu.

''Hitler sangat ketakutan Inggris akan meracuninya, karena itulah ada 15 gadis yang mencoba dulu makanannya sebelum disuguhkan padanya.''

Kantor berita AP menulis di tengah situasi sulit karena keterbatasan makanan akibat perang, menjadi pencicip makanan adalah pekerjaan menyenangkan bagi Woelk.

''Makananya sangat enak, hanya sayuran terbaik (yang disajikan), asparagus, paprika, apa saja. Selalu disajikan bersama dengan nasi atau pasta,'' tambahnya.

Meski demikian, ia dan rekannya juga merasakan ketakutan mereka akan jadi korban peracunan.

''Kami tahu ada berbagai isu soal racun ini jadi kami kurang menikmati enaknya makanan itu. Tiap hari kami ketakutan juga makanan yang kami cicipi adalah menu terakhir kami.''

Selama menikah, Woelk tak pernah menceritakan sejarah hidupnya tersebut, karena takut akan diburu aparat terkait perannya dalam organisasi Nazi



lanjuttt



baca juga : Seikat Rambut Dihargai Rp173 Juta
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.