• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Inilah Indonesian Airlines

kenyataan emang kejam ...
mereka disono lebih ngutamain nyawa daripada duit ...
nah kalo disini --'
 
diindonesia itu yg lebih penting money ny /gg /gg
nyawa no sekian,yg penting benefit buat perusahaan ny dulu /heh
 
astaga sampe segitu nya,
dulu udah kena Travel Warning,skrg Airlines nya di ban
sama Uni Eropa lagi....
parahh
 
gw juga kaget bacanya...

seinget gw airlines Indo nga ada yang ke Eropa deh...
 
lhaaaaa..............
ntar orang2 yg mo ke eropa bgmn?? ga bisa dong ??
gue kan belom sempet ke eropa /sob
 
wah... makenya pesawat tua sih..
byk yg umurnya udah 10 taon++ /wah
 
indonesia GA pernah beli pesawat baru ...
yg dibeli bekas mulu lho
 
mau liat sejarah or Info ttg garuda Indonesia
Kode:
http://www.airfleets.net/flottecie/Garuda.htm
bisa di lihat umur2 pesawat nya....
 
semua perjalanan dari indo ke EROPA di tutup ya????

ya iya lah beli yang bekas, banyak koq maskapai diluar negri yang beli pesawat bekas. bayangin aja pesawat pribadi bisa puluhan sampai ratusan miliar, apa lagi klo pesawat buing 747. muahal bok...
 
@venvey: bukan, yang pake maskapai penerbangan dari indonesia doang kok, kalo mau naek JAL ato QATAR ya silahkan, hehehe
 
masalahnya indo beli bekasnya dari yg beli bekas juga ... bisa diketahui donk kualitasnya gmana?
 
masalahnya indo beli bekasnya dari yg beli bekas juga ... bisa diketahui donk kualitasnya gmana?

yah gitu de....

sapa mau nyumbang ;))

bener tu kata Butsu,
atau paling dari jakarta sampe di negara mana di transfer ke maskapai lain,tapi dah di book tiket nya.
 
indonesia GA pernah beli pesawat baru ...
yg dibeli bekas mulu lho

wew....Lu2 semua cuma bisa kasih komen yang jelek2.....

Emang gw akuin, dulu GA pernah punya banyak pesawat, tapi sama manajernya yang dimatanya cuma ada uang aja tuh pesawat pada dijualin....Jadinya pesawat dari GA sisanya cuma sewa aja....Ini yang dulu pernah bikin GA hampir bangkrut.....

Tapi sekarang gak koq....Secara bertahap...Setelah GA berhasil memperoleh laba bersih 121 miliar....setelah selama beberapa tahun terakhir ini merugi....Uda mulai memperbarui pesawatnya....

Trus lu liat lagi Lions juga uda mulai beli pesawat baru, trus mandala (kalo gak salah) uda beli pesawat Air bus A320....Pesawat jumbo jet paling baru di dunia...

dulu2 kondisi negara emang tidak memungkinkan kita untuk memperbaharui kualitas penerbangan sipil maupun penerbangan militer nasional.....
Apalagi dulu perusahaan airlines Indonesia sasarannya turis asing / wisman....
Trus pas lagi Indo kena serangkaian bom, lu liat para wisman turun drastis....
itu juga sebagai salah satu sebab yang memukul bisnis penerbangan di Indonesia.....

Trus juga pemerintahnya juga gila2-an, gara2 undang2 anti monopoli, mereka membuka keran untuk perusahaan penerbangan....dengan modal minim 200jt + pesawat 1 (bole carter ato langsung beli) uda bisa buka usaha penerbangan.....
Gila gak tuh?

Makanya gw setuju kalo peraturan untuk bisnis penerbangan diperketat....
 
Mulai tanggal 6 Juli 2007, Uni Eropa akan memberlakukan larangan terbang atas seluruh maskapai penerbangan Indonesia, termasuk maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.

Larangan itu diberlakukan bersama-sama dengan larangan atas maskapai penerbangan beberapa negara lain, seperti Angola dan Ukraina.
Saat ini Garuda Indonesia --dan juga maskapai Indonesia lainnya-- tidak terbang ke kawasan Eropa, namun larangan ini telah merusak citra penerbangan Indonesia.

Wakil Direktur Umum Garuda Bidang Operasi Ari Supari menyesalkan larangan itu karena berpendapat pengawas Uni Eropa tidak pernah melakukan kajian sementara citra mereka sudah tercoreng.
Tapi apa pendapat anda? Atau anda punya jalan keluar untuk meningkatkan citra Garuda di dunia internasional?

Atau seandainya anda menjadi Direktur Garuda Indonesia atau Direktur maskapai penebangan Indonesia lainnya, apa yang akan anda lakukan?

Mohon jangan lupa nama dan kota asal anda disertakan dalam pendapat yang anda kirimkan.

Pendapat khalayak BBC

"Setelah bis, kereta api, dan kapal laut demikian kacau atau tidak ada manejemen karena faktor kepentingan pribadi para oknum. Kini giliran angkutan udara yang terkena. Haruskah negara ini dikuasai oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab? Semoga ini merupakan koreksi dan titik balik bahwa yang menilai karya kita bukan hanya bangsa kita sendiri." Bodan Limadjaja, Bandung

"Instropeksi dirilah, jangan salahkan orang lain." Agus Hermanto, Jakarta

"Kalau saja saya jadi Direktur maskapai Indonesia saya akan memerintahkan untuk segera memperbaiki sarana penunjang penerbangan. Sedangkan untuk perawatan pesawat harus diadakan kerjasama dengan perusahan pembuat pesawat tersebut, jadi bukan kerjasama pada waktu membeli saja."Alferad Mihsin, Gorontalo.

"Semoga ini bukan 'black campaign' dari produsen pesawat untuk 'memaksa' Indonesia segera membeli pesawat baru mereka." Kayin Fauzi, Balikpapan
"Apabila saya menjadi direktur maskapai penerbangan maka saya akan mengembalikan citra dunia penerbangan Indonesia dengan mengutamakan pelajanan dan keamanan. Yang paling utama adalah pengadaan armada baru yang ditunjang pelatihan para awak kabin agar citra penerbangan Indonesia kembali pulih." Faisal, Jakarta

"Hendaknya ini menjadi motivasi tersendiri untuk memperbaiki kualitas maskapai penerbangan indonesia." Rivan, Palu

"Inilah badai yang dituai dari dampak politisasi di segala bidang termasuk bidang vital yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan serta konsistensi tanpa rekayasa. Pengaturan penerbangan kok dicoba-coba." Joekly Sinaga, Jakarta

"Malu dan sedih. Eropa tidak mau repot jika pesawat maskapai Indonesia menghadapi masalah di daerah mereka. Sekarang saatnya berbenah diri, bangkit kembali, rebut gengsi yang sudah sudah jatuh." Rudy R, Jakarta

"Wajar. Saya juga kalau orang Eropa akan melakukan hal yang sama. Jangan salahkan orang lain. Lihat pakaian sendiri, benar nggak..., kotor nggak..." Herry, Jambi

"Di luar urusan politik, yang aku dengar adalah salah satunya karena ada pertanyaan dasar berapa jumlah pesawat yang dimiliki, tapi itu saja tak tahu jumlahnya. Kalau jumlah saja tidak tahu bagaimana bisa mengurus?" S.W Arno, Jakarta

"Kesempatan baik untuk jajaran Departemen Perhubungan dan maskapai penerbangan supaya dapat introspeksi dan memperbaiki kualitas. Bagaimana caranya menyelenggarakan transportasi udara yang nyaman dan aman bagi konsumen." Andhika, Yogyakarta

"Kehebohan tidaklah perlu terjadi. Yang penting sekarang, selain rajin melobi pengawas Uni Eropa, kita perlu terus meningkatkan mutu aviasi sipil yang ada dan membuktikan pada dunia kalau dunia penerbangan kita sudah membaik. Akan tetapi, jangan lupa pula, ketika mutunya sudah baik, kita harus bisa mempertahankannya."Yohana Victoria, Surabaya

"Seyogyanya kita mawas diri, melihat ke dalam. Fakta yang terjadi adalah penerbangan komersial kita belum utuh untuk aman terbang, kalau tidak mau dibilang tidak aman." Amien Irwan, Jakarta

"Ya, itu wajar saja. Seharusnya pihak Garuda lebih membeli pesawat yang berumur baru, dan menjaga keamanan penerbangan. Kalau sudah ada larangan seperti ini, yang rugi Indonesia sendiri..." Lorenz, Yogyakarta

"Sebaiknya kita jangan terlalu mengeluarkan tenaga untuk menyikapi keputusan tersebut. Walau maskapai Indonesia tidak ada yang melayani rute tersebut, keputusan itu saya akui cukup mencoreng harkat maskapai Indonesia. Belajar dan terus membenahi diri serta mau menerima segala kritik adalah langkah yang harus diambil." Rizky, Jakarta

"Tidak usah sedih ataupun malu. Yang paling penting tingkatkan terus standard keselamatan penerbangan kita. Insya Allah dengan kinerja yang lebih baik maka dengan sendirinya aturan larangan tersebut pasti tercabut." Anwar, Jakarta

"1. Akibat penggunaan pesawat bekas, 2. SDM operator dan teknisi, 3. Keamanan, 4. Birokrasi, 5. Tepat Waktu, 6. Bisa dipercaya." Ely Sutikno, Surabaya

"Saya tidak akan mengajukan keberatan ke Uni Eropa. Yang pertama yang saya lakukan adalah menyehatkan penerbangan indonesia terlebih dahulu. Kita buat aturan-aturan yang ketat dan pembentukan badan pengawas penerbangan yg lebih berkompeten dengan beranggotakan ahli asing yang terpercaya di bidang penerbangan skala internasional." Yanuar H, Surabaya

"Telah lama nian Garuda Indonesia tidak melintas atau terbang dan singgah di seluruh bandara di kota dan negara-negara Eropa, karena tak lagi mempunyai banyak pesawat, juga tak lagi mempunyai uang untuk membeli pesawat." Wolter Soesilo, Jakarta

"Maskapai indonesia jauh tertinggal dibanding dengan maskapai negara-negara ASEAN lainnya, Jangan salahkan mereka tapi mari koreksi diri sendiri? Tiap tahun menuai kerugian. Kuncinya adalah perbaikan diri." Adam, Islamabad

"Perusahaan penerbangan Indonesia harus instropeksi dan berbenah diri untuk meningkatkan kualitas keamanan." Tri Juliadi, Tabanan

"Kita harus mengikuti standard dunia kalau mau eksis dan menang. Ikuti standard pemeliharaan pesawat dari pembuatnya. Jangan seenak sendiri dalam menetapkan aturan. Kalau negara lain bisa, masak kita nggak bisa. Kita sudah kalah dari Thai Airlines yang sudah menjadi sponsor Tenis Wimbledon 2007. Kapan Garuda atau lain menjadi sponsor event internasional?" Maskurun, Jakarta

"Seharusnya ini sebagai pegangan maskapai Indonesia karena ulahnya sendiri. Semoga mereka mementingkan penumpangnya dahulu baru yang lain." Wiet Pratian B., Brebes

"Sebaiknya maskapai Indonesia bercermin, instropeksi, dan perbaiki kinerja. Buktikan kalau memang ok, cobalah raih penghargaan seperti bandara terbaik di dunia, maskapai dengan pelayanan terbaik di dunia... Baru setelah itu bicara dengan Komisi Penerbangan Eropa." Andreas, Jakarta

"Bagi Indonesia, ini sebuah 'pukulan' telak. Dari segi ekonomi, ini sangat merugikan. Tetapi mestinya diambil hikmah untuk menata transportasi udara di Indonesia yang lebih baik dan memenuhi standard. Bagi Uni Eropa, mudah-mudahan ini bukan sebuah hukuman yang subjektif bagi Indonesia. Sebab, kalau demikian, Indonesia juga berhak melarang maskapai Eropa melewati udara di negeri Katulistiwa ini." Mustam Arif, Makassar

"Kalau berfikir positif maka pemerintah harus evaluasi soal keselamatan penerbangan, jangan cuma bisa melakukan pemeringkatan tapi dasar penilaiannya lemah karena penilainya bisa disuap. Harus diakui bahwa manajemen penerbangan masih perlu berbenah secara radikal." Dwi Budhi Rahardjo, Jakarta



BBC
 
Jadi nostalgia donk, Garuda ma Merpati kayak dulu lagi. Masa kejayaan penerbangan Indonesia. :D
Kalo menurut gw, gw setuju buat menerbitkan surat larangan penerbangan Eropa lewat dikawasan udara Indonesia, biar sama-sama ngerasain gitu.
 
lah iya...
jangankan pesawat, kereta diesel, bus tuh barang bekas semua.... kereta & Bus biasanya dari jepang.........

apalagi pesawat............

sebenarnya,
bukan masalah SDA nya, tapi SDM nya......
percuma beli pesawat B-747 baru, tapi ga ada yang bisa milotin itu....
Sama aja kayak ngasih mobil ferari ke anak umur 8 tahun, ujung-ujung nabrak juga...
 
menurut gw pilot gak boleh dijadiin kambing hitam, pembalap F1 pun kalo disuruh nyetir mobil rongsokan, bisa-bisa nyampe tujuan gak selamat.
Tau kan masalah Adam Air. Masak ada pilot yang sampe rela kehilangan pekerjaan gara-gara gak setuju ama kebijakan perusahaan. Inikan bukti kalo pilot Indonesia itu udah bagus, cuman manajemen perusahaannya aja yang money oriented.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.