• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Inilah Cara Tepat Baca Label Kemasan Pangan

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
2CEDy.jpg

Menjadi konsumen cerdas dapat diawali dari kritis saat membaca label kemasan pangan. Demikian diungkapkan Tetty Helfery Sihombing dari Direktorat Standardisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sayangnya, kesadaran membaca label kemasan pangan masih kurang pada masyarakat Indonesia. Dalam seminar bertajuk 'Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak dan Baca Label Kemasan Makanan' Rabu (20/6/2013) lalu, di Jakarta, Tetty memaparkan langkah-langkah membaca keterangan pada label kemasan pangan.

1. Lihat informasi utama
Informasi utama dalam kemasan pangan yang perlu dicermati antara lain terdiri dari nama produk, nama dan alamat produsen, dan nomor pendaftaran.

Tetty menuturkan, nama produk berbeda dengan nama dagang, nama produk berarti jenis produk, misalnya agar-agar instan, atau susu bubuk, dan sebagainya. Sementera, nama dan alamat produsen harus dicantumkan secara jelas termasuk nama kota dan negara.

Nomor pendaftaran merupakan nomor yang diberikan oleh BPOM yang menyatakan persetujuan keamanan pangan produk tersebut. Persetujuan tersebut berdasarkan penilaian keamanan, mutu, gizi, serta label pangan. Nomor pendaftaran terdiri dari 15 digit angka yang berisi kode-kode tertentu.​

2. Cek informasi daftar bahan yang digunakan/komposisi
Daftar bahan atau komposisi berisi keterangan tentang seluruh bahan yang digunakan dalam membuat produk pangan, termasuk bahan tambahan pangan ikutan yang meliputi golongan pemanis buatan, pengawet, antioksidan, pewarna, dan penguat rasa.

Konsumen perlu mencermati daftar bahan yang digunakan jika ada bahan yang menimbulkan alergi pribadi atau yang pantang dimakan.​

3. Periksa informasi nilai gizi
Survei yang diadakan oleh BPOM beberapa waktu lalu menunjukkan informasi nilai gizi merupakan informasi yang paling kurang diperhatikan oleh konsumen. Padahal, informasi nilai gizi merupakan informasi yang dibutuhkan agar tidak mengonsumsi suatu zat gizi tertentu secara berlebihan.

Membaca informasi nilai gizi dimulai dari takaran saji dan energi total dalam satuan umumnya kkal. Selanjutnya, keterangan lemak total yang selanjutnya diuraikan untuk angka lemak jenuh, lemak trans, kolesterol. Kemudian keterangan kandungan protein, karbohirat total yang terdiri dari serat dan gula. Setelah itu, ada keterangan kandungan natrium dan kalium.

Lemak, gula, dan natrium (garam) perlu dicermati lantaran kelebihan ketiga jenis zat gizi ini dapat berdampak serius pada kesehatan, terutama dalam meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Keterangan tentang vitamin dan mineral juga perlu diperhatikan guna menakar kecukupan konsumsi vitamin yang dikonsumsi. Semua keterangan-keterangan tadi tercantum pula dalam bentuk AKG yang biasanya didasari oleh kebutuhan energi 2.000 kkal. Namun kebutuhan setiap individu berbeda tergantung jenis kelamin, aktivitas fisik, usia, berat badan, dan sebagainya.​

4. Informasi lain
Terdiri dari tanggal kedaluwarsa, kode produksi, dan peringatan-peringatan. Tanggal kadaluwarsa biasanya tertulis dengan kata-kata "baik digunakan sebelum" diikuti dengan tanggal, bulan, dan tahun. Seringkali dijumpai tanggal kedaluwarsa ditempatkan terpisah, tetapi diikuti pentunjuk tempat pencantuman. Misalnya, "di atas tutup botol".​

Sedangkan kode produksi yaitu kode mengenai riwayat produksi pangan dan tanggal produksi.
Peringatan-peringatan ditujukan pada mereka yang bersyarat, misalnya peringatan mengandung babi atau dicantumkan dengan tulisan halal. Bisa juga peringatan mengandung alkohol dan sebagainya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.