L999
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 44983
- Sejak
- 31 Mei 2008
- Pesan
- 1.587
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
Mahasiswa di Venezuela berunjuk rasa memprotes aksi brutal kepolisian dalam menangani demonstrasi/Getty Image
KARAKAS - Setidaknya 510 orang tewas di kota Karakas Venezuela selama Desember 2008. Jumlah tersebut menempatkan Karakas sebagai kota pembunuhan nomor satu di dunia.
Kondisi ini membuat kementerian dalam negeri dan keadilan akan melakukan upaya proaktif dalam menekan angka pembunuhan selama 2009.
Menteri Tareck El Aissami pada Senin lalu mengatakan, pihaknya akan membentuk 50 unit polisi khusus di wilayah-wilayah Karakas yang bertugas meningkatkan keamanan dan menciptakan rasa aman penduduk.
Majalah Foreign Policy Amerika Serikat seperti diberitakan CNN, Kamis (1/1/2009) melaporkan bahwa Karakas merupakan kota terbesar dari lima kota besar di dunia dalam angka pembunuhan, di mana sebanyak 130 dari 100.000 penduduk terbunuh. Ibu Kota Venezuela ini sendiri didiami sekira 4 juta orang.
New Orleans merupakan kota di AS dengan angka pembunuhan ketiga tertinggi, dengan angka 67 per 100.000 penduduk versi kepolisian. Sementara Biro Penyelidik Federal (FBI) memiliki angka lain, yaitu 95 per 100.000.
"Karakas menjadi kota paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir dibanding kota-kota di Amerika Selatan lainnya. Bahkan melebihi Bogota, Kolombia," lapor majalah Foreign Policy.
Jumlah itu juga belum termasuk orang yang tewas saat aksi demonstrasi mahasiswa dan mereka yang meregang nyawa dalam tahanan polisi.
Direktur Program Carter Center AS Jennifer McCoy mengatakan, pembunuhan di Karakas lebih disebabkan oleh faktor ekonomi. Selain itu tingginya kekerasan oleh kelompok gangster juga menjadi alasan polisi melakukan tindak kekerasan.
"Pembunuhan merupakan masalah besar di Venezuela. Masyarakat miskin menjadi korban terbanyak, setelah itu usia di bawah 30 tahun merupakan angka tertinggi," kata McCoy. Dia memaparkan, prosentase kelompok masyarakat miskin yang terbunuh, tumbuh hampir tiga kali lipat dari 1970 ke 1990, yaitu dari 25 menjadi 65 persen.
Dalam daftar majalah tersebut karakas menempati posisi pertama. Disusul Cape Town Afrika Selatan; New Orleans, AS; Moskow, Rusia; dan Port Moresby, Papua New Guinea.


