jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Dalam istilah medis, sering berkeringat disebut juga dengan hiperhidrosis. Kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa menyerang berbagai bagian tubuh maupun area tertentu saja. Terkadang, produksi keringat berlebih bisa terjadi baik saat ada faktor pemicu ataupun tidak.
Hiperhidrosis bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Namun, selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkannya.
Jenis-jenis hiperhidrosis
Sebelum mengenali cara mengatasi keringat berlebih, Anda perlu terlebih dahulu memahami perbedaan jenis-jenis hiperhidrosis. Perbedaan jenis hiperhidrosis dikategorikan berdasarkan penyebab serta bagian tubuh yang terkena.
Berdasarkan penyebab, berikut ini jenis hiperhidrosis yang bisa menyerang siapa saja:
1. Hiperhidrosis primer
2. Hiperhidrosis sekunder
Sementara itu, apabila dibedakan berdasarkan lokasi kemunculan keringat, berikut ini perbedaan jenis hiperhidrosis:
1. Hiperhidrosis fokal
2. Hiperhidrosis umum
Hal yang bisa dilakukan jika sering berkeringat
Apabila hiperhidrosis yang Anda derita disebabkan oleh faktor medis khusus, maka pengobatan paling tepat adalah dengan mengobati penyakit yang mendasarinya terlebih dahulu.
Akan tetapi, selain mengandalkan perawatan medis, Anda juga bisa melakukan berbagai upaya perawatan sendiri di rumah untuk mendukung penyembuhan yang lebih maksimal. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
Langkah-langkah di atas merupakan upaya perawatan yang bisa Anda lakukan sendiri. Perawatan tersebut bisa Anda lakukan bersamaan dengan pengobatan dari dokter.
Sebaiknya, ketika Anda sering berkeringat, hindari menggunakan pakaian, kaus kaki, atau sepatu yang ketat. Selain itu, sebisa mungkin jaga tubuh Anda agar keringat tidak semakin parah, misalnya ketika Anda mengonsumsi alkohol atau makanan pedas.
Komplikasi yang mungkin muncul
Bila tidak dirawat dan dijaga dengan benar, sering berkeringat bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
Selain komplikasi di atas, produksi keringat berlebih juga bisa menyebabkan dampak psikologis. Kondisi ini bisa membuat Anda kehilangan kepercayaan diri, pekerjaan, dan juga hubungan baik dengan orang lain.
Ditambah lagi, beberapa penderita juga mengalami stres dan kecemasan. Sebaiknya, mintalah dukungan dari orang terdekat dan lakukan perawatan mandilu jika Anda sering berkeringat.
Hiperhidrosis bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Namun, selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkannya.
Jenis-jenis hiperhidrosis
Sebelum mengenali cara mengatasi keringat berlebih, Anda perlu terlebih dahulu memahami perbedaan jenis-jenis hiperhidrosis. Perbedaan jenis hiperhidrosis dikategorikan berdasarkan penyebab serta bagian tubuh yang terkena.
Berdasarkan penyebab, berikut ini jenis hiperhidrosis yang bisa menyerang siapa saja:
1. Hiperhidrosis primer
Hiperhidrosis primer adalah kondisi sering berkeringat yang tidak diketahui penyebabnya. Pemeriksaan medis pun tidak bisa mengidentifikasi apa yang menyebabkan hal ini.
2. Hiperhidrosis sekunder
Berbeda dengan hiperhidrosis primer, hiperhidrosis sekunder disebabkan oleh adanya kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya jika Anda mengalami obesitas, asam urat, menopause, tumor, diabetes, atau hipertiroidisme.
Sementara itu, apabila dibedakan berdasarkan lokasi kemunculan keringat, berikut ini perbedaan jenis hiperhidrosis:
1. Hiperhidrosis fokal
Kondisi ini adalah jenis hiperhidrosis yang terlokalisasi. Artinya, produksi keringat berlebih hanya akan terjadi di salah satu bagian tubuh saja. Umumnya ini terjadi di telapak tangan maupun telapak kaki.
2. Hiperhidrosis umum
Berbeda dengan hiperhidrosis fokal, hiperhidrosis umum bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Anda mungkin merasakan gejala keringat berlebih di berbagai area tubuh secara umum.
Hal yang bisa dilakukan jika sering berkeringat
Apabila hiperhidrosis yang Anda derita disebabkan oleh faktor medis khusus, maka pengobatan paling tepat adalah dengan mengobati penyakit yang mendasarinya terlebih dahulu.
Akan tetapi, selain mengandalkan perawatan medis, Anda juga bisa melakukan berbagai upaya perawatan sendiri di rumah untuk mendukung penyembuhan yang lebih maksimal. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
- Mengenakan pakaian yang longgar supaya tanda keringat tidak tercetak di pakaian dengan mudah
- Mengenakan kaus kaki dengan bahan yang bisa menyerap kelembaban
- Rutin mengganti kaus kaki yang dikenakan, minimal dua kali dalam sehari jika memungkinkan
- Memakai sepatu dengan bahan alami supaya kaki dapat tetap bernapas, contohnya sepatu berbahan kulit
- Rajin mandi setiap hari, setidaknya 2-3 kali dalam sehari, supaya tubuh tetap bersih dan terbebas dari bakteri
Langkah-langkah di atas merupakan upaya perawatan yang bisa Anda lakukan sendiri. Perawatan tersebut bisa Anda lakukan bersamaan dengan pengobatan dari dokter.
Sebaiknya, ketika Anda sering berkeringat, hindari menggunakan pakaian, kaus kaki, atau sepatu yang ketat. Selain itu, sebisa mungkin jaga tubuh Anda agar keringat tidak semakin parah, misalnya ketika Anda mengonsumsi alkohol atau makanan pedas.
Komplikasi yang mungkin muncul
Bila tidak dirawat dan dijaga dengan benar, sering berkeringat bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
- Infeksi kuku, terutama pada kuku di jari kaki
- Pertumbuhan kutil
- Infeksi bakteri, khususnya di sekitar folikel rambut dan sela-sela jari kaki
- Muncul pertumbuhan ruam dengan sensasi terbakar, disertai dengan rasa gatal, perih, dan menusuk
Selain komplikasi di atas, produksi keringat berlebih juga bisa menyebabkan dampak psikologis. Kondisi ini bisa membuat Anda kehilangan kepercayaan diri, pekerjaan, dan juga hubungan baik dengan orang lain.
Ditambah lagi, beberapa penderita juga mengalami stres dan kecemasan. Sebaiknya, mintalah dukungan dari orang terdekat dan lakukan perawatan mandilu jika Anda sering berkeringat.