Preman Kuliner
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 284667
- Sejak
- 23 Mei 2015
- Pesan
- 257
- Nilai reaksi
- 3
- Poin
- 18
Salah satu fenomena dalam mudik lebaran adalah ikut sertanya keluarga para pemudik saat mereka kembali ke Jakarta. Hal ini biasa terjadi mengingat masih besarnya antusias masyarakat di daerah terhadap ibu kota.
Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang juga seorang Sosiolog, Musni Umar mengatakan, hal ini merupakan sesuatu yang telah membudaya, dan sulit dilepaskan dari persepsi masyarakat.
"Ini satu fenomena yang terus terulang tiap tahun, pada setiap momentum sehabis mudik lebaran. Saat itu banyak orang desa yang mudik ke kota, terutama Jakarta. Karena Jakarta sendiri adalah ibu kota negara, jadi tidak mungkin kita melarangnya," ujar Musni, Selasa (14/7).
Selain itu, sebagai seorang Sosiolog yang paham dilematika kehidupan di ibu kota seperti Jakarta, Musni juga memberikan sejumlah tips bagi mereka yang ingin sukses saat merantau ke Jakarta, dalam upaya-upayanya untuk memperbaiki penghidupannya.
Berikut adalah tips agar para perantau sukses merantau ke Jakarta:
1. Harus memiliki keahlian
Keahlian yang dimaksud di sini, misalnya seperti berbisnis, bekerja, atau apapun itu yang dibutuhkan oleh kota besar. Sehingga hal itu bisa menjadi pegangan untuk mencari nafkah, membiayai keluarga di daerah, dan lain sebagainya.
2. Harus ada yang mengajak, sebagai orang yang menjamin sementara.
Sebaiknya adalah keluarga terdekat. Jadi begitu datang, setidaknya bisa menumpang dahulu di keluarga yang mengajaknya tersebut sampai yang bersangkutan itu bisa mandilu. Tapi jangan terlalu lama, dan harus memulai juga potensi untuk segera bisa mandilu. Jangan malah menyusahkan keluarga atau teman, yang sebenarnya telah berniat baik untuk menolong.
3. Jika mereka memang punya keahlian, sebaiknya langsung cari kerja saja.
Biasanya yang muda bisa menjadi baby sitter, asisten rumah tangga, dan lain sebagainya.
4. Mereka yang mau merantau harus memiliki mental baja dan semangat tinggi untuk bertarung hidup di kota besar.
Tidak cukup hanya dari orang yang menjamin hidup dan keahlian saja, tapi juga harus punya semangat tinggi untuk merubah nasib.
5. Para perantau mesti memiliki kepercayaan diri.
Tanamkan keyakinan bahwa 'kalau orang lain bisa berhasil, masa saya tidak bisa'. Karena untuk merubah nasib, tidak hanya cukup pintar dan memiliki keahlian saja, tapi juga kepercayaan diri yang tinggi sehingga bisa berhasil.
"Kalau 5 hal itu tidak ada di dalam diri seorang perantau, ya lebih baik tetap di desa saja daripada menyusahkan diri sendiri, dan orang yang menampungnya di kota. Apalagi jika nekat, tak menutup kemungkinan bisa menjadi gelandangan, atau bahkan terjun ke dalam tindakan kejahatan," pungkasnya.
Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang juga seorang Sosiolog, Musni Umar mengatakan, hal ini merupakan sesuatu yang telah membudaya, dan sulit dilepaskan dari persepsi masyarakat.
"Ini satu fenomena yang terus terulang tiap tahun, pada setiap momentum sehabis mudik lebaran. Saat itu banyak orang desa yang mudik ke kota, terutama Jakarta. Karena Jakarta sendiri adalah ibu kota negara, jadi tidak mungkin kita melarangnya," ujar Musni, Selasa (14/7).
Selain itu, sebagai seorang Sosiolog yang paham dilematika kehidupan di ibu kota seperti Jakarta, Musni juga memberikan sejumlah tips bagi mereka yang ingin sukses saat merantau ke Jakarta, dalam upaya-upayanya untuk memperbaiki penghidupannya.
Berikut adalah tips agar para perantau sukses merantau ke Jakarta:
1. Harus memiliki keahlian
Keahlian yang dimaksud di sini, misalnya seperti berbisnis, bekerja, atau apapun itu yang dibutuhkan oleh kota besar. Sehingga hal itu bisa menjadi pegangan untuk mencari nafkah, membiayai keluarga di daerah, dan lain sebagainya.
2. Harus ada yang mengajak, sebagai orang yang menjamin sementara.
Sebaiknya adalah keluarga terdekat. Jadi begitu datang, setidaknya bisa menumpang dahulu di keluarga yang mengajaknya tersebut sampai yang bersangkutan itu bisa mandilu. Tapi jangan terlalu lama, dan harus memulai juga potensi untuk segera bisa mandilu. Jangan malah menyusahkan keluarga atau teman, yang sebenarnya telah berniat baik untuk menolong.
3. Jika mereka memang punya keahlian, sebaiknya langsung cari kerja saja.
Biasanya yang muda bisa menjadi baby sitter, asisten rumah tangga, dan lain sebagainya.
4. Mereka yang mau merantau harus memiliki mental baja dan semangat tinggi untuk bertarung hidup di kota besar.
Tidak cukup hanya dari orang yang menjamin hidup dan keahlian saja, tapi juga harus punya semangat tinggi untuk merubah nasib.
5. Para perantau mesti memiliki kepercayaan diri.
Tanamkan keyakinan bahwa 'kalau orang lain bisa berhasil, masa saya tidak bisa'. Karena untuk merubah nasib, tidak hanya cukup pintar dan memiliki keahlian saja, tapi juga kepercayaan diri yang tinggi sehingga bisa berhasil.
"Kalau 5 hal itu tidak ada di dalam diri seorang perantau, ya lebih baik tetap di desa saja daripada menyusahkan diri sendiri, dan orang yang menampungnya di kota. Apalagi jika nekat, tak menutup kemungkinan bisa menjadi gelandangan, atau bahkan terjun ke dalam tindakan kejahatan," pungkasnya.