facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Lantas, apa keunggulannya? Direktur UT Loudy I. Ellias menjelaskan, secara umum bus ini akan jauh lebih ramah lingkungan, karena sudah berstandar emisi EURO6. Otomatis, konsumsi bahan bakarnya (menggunakan gas) lebih efisien. Daya tahan juga diklaim tinggi dengan kenyamanan dan standar keamanan berkelas.
Bus gandeng Scania ini menggunakan mesin gas tipe OC09 102 bertenaga 340 PS. Diklaim, mesin ini sangat ramah lingkungan dan memberikan solusi atas tingginya tingkat polusi di kota besar. Kadar NOx (nitrogen oksida) yang dihasilkan turun 87,5 persen jika dibandingkan dengan kadar NOx pada bus dengan standar emisi EURO3.
Daya Tahan Tinggi
Untuk kualitas, Scania telah membuktikan daya tahannya pada truk-truk yang beredar di area pertambangan. Sebagian besar bodi menggunakan bahan alumunium yang anti korosi, diklaim mampu dioperasikan dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun!
Fitur keamanan standar internasional, menggunakan sistem Electronic Brake System (EBS) sebagai peranti standar. Teknologi ini menghadirkan tingkat pengereman maksimal dibandingkan dengan sistem konvensional. Lalu, terpasang juga Antilock Brake System (ABS). Saat ABS ini bekerja, jumlah kejut rem per detiknya diatur otomatis oleh komputer yang dibaca melalui sensor. Kinerja 2 kelengkapan tersebut mampu menghadirkan performa rem yang handal.
Pada saat berhenti di tanjakan, pengemudi dibantu dengan fitur hill hold dimana bus tidak akan mengalami roll back (mundur sesaat) ketika melepas rem yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Selain itu, kenyamanan ekstra bagi penumpang ditawarkan melalui suspensi udara yang dikendalikan secara elektronik.
layanin Purna JualUntuk setiap pembelian bus, UT memberikan jaminan layanin purna jual atau dikenal dengan UT Guaranteed Product Support, berupa jaminan kepastian suku cadang, mekanik dan jasa perbaikan. Disediakan pula layanin contact center 24 jam Scania service assistance melalui UT Call.
Kini, keputusan ada di tangan Pemprov DKI Jakarta, bertahan dengan bus yang saat ini digunakan (merek China seharga Rp 3,2 miliar) atau beralih ke kendaraan yang lebih berkualitas.
